
The Ritz Hotel London.
Pukul tujuh pagi di zona waktu London.
Suara alarm di ponsel Jessica terus berbunyi, membuat sang pemilik segera mengerjapkan matanya. Ia meraih ponsel itu untuk melihat notifikasi apa yang membuat alarmnya terus berbunyi.
Jessica membelalakkan matanya ketika melihat notifikasi kalender yang menunjukkan pemberitahuan tentang angka yang ia tandai bahwa hari ini adalah ulang tahun Jerry ke tiga puluh satu.
"Aduh kenapa aku bisa lupa sih kalau hari ini ulang tahun Jerry!" gumam Jessica sambil menggigit jari telunjuknya. Kali ini ia harus berpikir cepat untuk menemukan sebuah ide kejutan untuk Jerry.
Jessica berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri serta mencari ide sambil duduk di atas closet. Ia berkonsentrasi tinggi agar bisa mengeluarkan limbah emas sekaligus ide briliannya.
"Aha!! aku menemukannya!" ucap Jessica dengan wajah penuh kemenangan. Ia harus cepat-cepat menyelesaikan rutinitas wajib di pagi hari sebelum terlambat.
Kemarin mereka berdua hanya menghabiskan waktu di hotel karena tubuh mereka begitu lelah setelah menghabiskan waktu yang panjang. Mereka butuh waktu kurang lebih lima belas jam untuk sampai di London, itu pun karena mereka naik jet pribadi. Waktu akan lebih panjang jika mereka berangkat menggunakan maskapai penerbangan umum.
Tubuh yang lelah, membuat keduanya tak melakukan kegiatan penanaman bibit seperti malam-malam sebelumnya. Mereka berdua harus mengisi energi yang banyak untuk kegiatan hari ini.
Lima belas menit telah berlalu, setelah mandi bebek, akhirnya Jessica siap untuk keluar dari Hotel ini. Sebuah blazer putih pun sudah menutupi tubuhnya, tak lupa sebelum pergi, ia memastikan jika Jerry masih terlelap dalam tidurnya.
Jessica menghirup kuat udara kota impiannya selama ini. Pusat kota London masih sepi dari lalu lalang kendaraan yang biasa memenuhi jalanan kota. Pandangannya pun mengedar ke segala tempat yang ada dalam jangkauannya.
Gedung-gedung yang menjulang tinggi seakan menjadi pemandangan indah di kota London. Jessica menyusuri jalan yang ada di depan toko-toko yang masih tutup hingga ia harus menghentikan kakinya di sebuah toko yang baru saja di buka.
"Sepertinya, aku bisa membelikan kado untuk Jerry disini," gumam Jessica yang sedang berdiri di depan pintu yang terbuka lebar itu.
Kedatangan Jessica di sambut dengan hangat oleh pegawai toko yang mempunyai rambut berwarna pirang itu. Ia pun mengekor di belakang pegawai toko setelah menjelaskan barang apa yang ia cari saat ini.
Tak butuh waktu lama untuk Jessica mendapatkan barang untuk di berikan kepada Jerry nanti. Sebuah paper bag berwarna putih menemani Jessica keluar dari toko ini. Ia tersenyum puas setelah mendapatkan barang yang pas untuk sang suami.
"Sekarang tinggal beli kue ulang tahun untuk Jerry." Jessica bergumam lirih sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.
Senyum manisnya mengembang begitu saja tatkala ia menemukan toko kue yang tak jauh dari Hotel. Ia harus kembali menyusuri jalanan kota London yang masih sepi.
Langkah Jessica harus terhenti tepat di depan pintu masuk yang bertuliskan 'open' di kaca pintu, Jessica pun akhirnya membuka pintu itu untuk mencari sang pemilik ataupun karyawan yang bekerja disini.
"Excuse me ...."
"Hello!! is there anyone in this shop?" teriak Jessica ketika tak menemukan siapapun disana.
Jessica berdiri di depan etalase, dimana ada tiga kue tart yang berjajar disana, ia mencari kue yang cocok untuk di berikan kepada sang suami.
"Mana sih ini pegawainya? sepi amat!" gerutu Jessica ketika menegakkan tubuhnya sambil melongakkan kepalanya untuk mencari seseorang disana.
__ADS_1
Tubuh Jessica seketika terhuyung ke belakang karena tiba-tiba ada seorang gadis muncul di balik etalase. Penampilannya sedikit berantakan dengan rambut coklat bergelombang yang di biarkan tergerai.
"Ih!! jorok banget ini orang!" Jessica bergidik ngeri ketika melihat gadis berambut coklat itu menguap begitu saja di hadapannya. Gadis itu terlihat seperti baru bangun tidur.
"Hello Miss ... welcome to our cake shop," ucap gadis itu dengan suara yang berat dan mata sayup yang susah untuk terbuka.
"I want this birthday cake with a ball decoration. Can I add a name here?" ucap Jessica sambil menunjuk kue yang diinginkannya.
"Of course, what do you want to add?" tanya gadis itu lagi dengan raut wajah yang di buat se ramah mungkin.
(Maap ya jika bahasa inggrisnya berantakan, mohon di maklumi karena othor gk ngeuh bahasa inggris ππ)
Mendengar penawaran dari pegawai toko tentang apa saja yang ingin di tambahkan di kue ulang tahun yang akan di belinya, tentu saja semua itu bagai lampu hijau untuk Jessica, ia langsung request sesuai yang ia inginkan.
Pegawai toko yang diketahui bernama Marry lewat name tag yang tertempel di apronnya itu langsung membelalakkan mata ketika mendengar banyak permintaan dari customer pertamanya ini. Ia mendengus kesal sambil menatap Jessica dengan tajam.
"Dasar cerewet! beli satu kue aja ribet amat! udah gak cantik, banyak maunya lagi!" umpat Marry dengan bahasa Indonesia.
Jessica menatap tajam wajah gadis yang di hadapannya itu ketika mendengar kalimat umpatan untuk dirinya, ia terkejut karena pegawai toko yang kusut itu ternyata bisa berbahasa indonesia.
"Kamu orang Indonesia?" Sarkas Jessica dengan tatapan tajamnya.
Marry hanya melongo ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir wanita yang sedang bersedekap di hadapannya. Ia langsung membekap mulutnya setelah teringat apa yang baru saja di katakannya.
Mary tersenyum kikuk di hadapan Jessica. Ia menampilkan sebuah senyum lebar sampai deretan giginya terlihat semua, ah mungkin saja bisa di katakan jika gadis itu tidak gosok gigi tadi pagi.
"Nona orang Indonesia juga?" tanya Marry dengan wajah tanpa dosa.
"Iya, coba ulangi apa yang kamu katakan tadi! aku ingin mendengarnya sekali lagi!" ucap Jessica dengan wajah yang tak bersahabat.
"Maaf Nona, saya lupa tadi ngomong apa," ucap Marry dengan entengnya. Ia senyum-senyum sendiri untuk menutupi kesalahan yang baru saja ia ucapkan.
Jessica menggerutu di hadapan gadis bernama Marry itu, kalimat panjang pun akhirnya lolos dari bibir merahnya karena sangat kesal dengan pelayan toko ini.
"Jangan di ulangi lagi! sekarang cepat selesaikan kue yang saya pesan! jangan terlalu lama ya!" ucap Jessica sebelum Marry berlalu pergi dari hadapannya.
Kesal, ya itulah yang dirasakan Marry saat ini. Ia tidak menyangka akan bertemu orang Indonesia disini, apalagi pertemuannya di awali dengan sebuah kedongkolan di hatinya.
"Untung Mrs. Harlekin tidak ada disini, kalau ada aku bisa di pecat jika ada pelanggan yang marah-marah," gerutu Marry setelah beberapa saat menyelesaikan kue pesanan Jessica.
Marry kembali ke depan untuk memberikan kue pesanan Jessica. Sekali lagi ia minta maaf kepada wanita yang ada di hadapannya ini.
"Oke saya maafkan! jangan di ulangi lagi!" ucap Jessica sambil menyerahkan beberapa uang untuk membayar kue ulang tahun untuk Jerry.
__ADS_1
Wajah yang tadi sempat tertekuk kini telah berganti dengan wajah yang sumringah, apalagi setelah melihat kue yang ada dalam box putih itu sesuai dengan yang diinginkannya.
"Terima kasih, Marry ...." ucap Jessica sambil menatap name tag yang di pakai Marry.
Jessica membalikkan tubuhnya untuk segera berlalu dari tempat ini, ia takut jika Jerry menjadi panik ketika tidak melihat kehadiran dirinya di kamar Hotel.
"Mun ... Munaroh ... Mun!!" Teriak seorang gadis yang berlari tanpa melihat ke depan dan ....
Brakk!!
Kue ulang tahun yang di bawa Jessica jatuh ke lantai toko, kue itu hancur begitu saja karena di tabrak oleh seorang gadis berambut lurus.
"Hey!!!" teriak Jessica sambil menatap tajam ke gadis yang ada di hadapannya. Wajahnya seketika memerah diiringi dengan mata yang membola tatkala melihat kue untuk Jerry hancur di dekat kakinya.
"Ya Gusti pengeran seng kuoso ... wong wedok iki medeni koyok kuntilanak nek mecicil ngene!" gerutu gadis berkuncir kuda yang ada di hadapan Jessica tanpa rasa bersalah sedikitpun.
(Ya Tuhan yang maha kuasa ... wanita ini sangat menakutkan seperti kuntilanak jika matanya melotot seperti ini)
Mary menepuk jidatnya ketika mendengar ucapan gadis yang baru saja masuk ke toko kue. Gadis itu tak lain adalah Rose, temen seperjuangannya.
"Oh!! ternyata kamu orang Indonesia juga? kamu orang Jawa hmm? jangan kau pikir aku gak ngerti bahasa Jawa Timur!!" Gerutu Jessica dengan berkacak pinggang di hadapan Rose.
Gadis bernama Rose itu langsung membekap mulutnya ketika tahu jika yang ada di hadapannya adalah orang yang sebangsa dengan dirinya dan juga Mary.
Rose menampilkan deretan gigi putihnya di hadapan Jessica sebelum lari ke tempat Mary berada. Nasibnya sungguh apes pagi ini, sudah menjatuhkan kue ulang tahun mahal, sekarang malah mengatakan wanita itu mirip kuntilanak.
"Tolong lah Nona, saya tidak punya uang untuk mengganti kue mahal ini," ucap Rose setelah Jessica minta pertanggung jawaban darinya. Rose memasang wajah melas dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
Jessica semakin kesal karena Mary mengatakan tidak ada stok lagi untuk kue yang baru saja di beli nya dengan harga yang fantastis itu. Rasanya ia ingin menarik rambut lurus gadis yang membuat rencananya gagal total.
"Sial, sial, sial!!! mimpi apa aku semalam!! kenapa aku harus bertemu dengan gadis oleng seperti kalian di sini!" umpat Jessica dengan rasa kesal yang sudah mencapai puncaknya.
Rencana yang sudah disusun rapi, kini menjadi berantakan karena ulah dua gadis aneh yang baru saja ia temui di kota London. Jessica memilih untuk pergi dari toko ini sebelum amarahnya bertambah besar.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka πβ₯οΈ
Hari ini othor akan double up ye, jadi tunggu yaaπ
Hallo guys, di episode kali ini othor mencoba kolaborasi dengan author 'Crazy_Girl'. Jadi, jika ada yang penasaran bagaimana olengnya Mary dan Rose, kalian bisa berkunjung ke karyanya πππ akan ada mbak Jes dan mas Jerry disana setelah iniπ
__ADS_1