
Lagu-lagu romantis terdengar di lantai dasar Vila megah yang di siapkan Jerry untuk acara tunangan dengan Jessica. Tak banyak tamu yang di undang Jerry, hanya keluarga, sahabat dan orang-orang terdekatnya saja yanng hadir di acara ini.
Semua orang berkumpul di teras depan Vila untuk menyaksikan secara live bagaimana Jerry melamar Jessica di atas paralayang. Teriakan para tamu pun menggema disana tatkala layar LCD yang terpasang di dinding teras menampilkan Jessica yang berteriak dengan raut wajah bahagia.
"Yes I will ...."
Anne pun memeluk tubuh sang Mommy dengan rasa yang tak bisa di gambarkan. Akhirnya, Anne bisa bernafas lega karena Jerry telah berhasil mendapatkan tambatan hatinya.
"Mommy, kenapa menangis?" tanya Anne ketika melihat Bu Monik mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Mommy bahagia An, akhirnya Jessica mau menikah dengan adikmu," ucap Bu Monik.
Semua tamu bersiap menyambut kedatangan Jerry dan Jessica yang baru saja mendarat di tanah lapang yang ada di depan Vila. Bu Monik berdiri di depan tamu undangan untuk menyambut kedatangan putranya.
Sementara itu, di tanah lapang yang tak jauh dari Vila, Jerry dan Jessica baru saja selesai melepas semua perlengkapan paralayang yang masih melekat di tubuh masing-masing.
Jessica bertanya-tanya dalam hatinya, apa yang telah di siapkan Jerry untuknya. Rasa penasaran semakin memenuhi hati dan pikirannya ketika Jerry menuntunnya berjalan ke sebuah tempat yang belum ia ketahui sebelumnya. Jessica harus menghentikan langkahnya ketika melihat sesuatu hal yang ada di hadapannya.
"Ya Tuhan ...." gumam Jessica.
Jessica tertegun melihat Vila dengan dekorasi bunga-bunga yang sangat indah, banyak kursi dan meja yang tertata rapi di halaman Vila itu dan yang paling membuatnya terkejut adalah kehadiran semua orang yang ada disana. Ia membekap mulutnya tatkala menyadari kehadiran Bu Monik dan Anne disana.
"Kamu yang menyiapkan semua ini, Jer?" tanya Jessica.
"Tentu saja, ayo kita kesana agar acara segera di mulai," ucap Jerry seraya menggandeng tangan Jessica untuk masuk ke area Vila.
Mereka berdua mendapat sambutan dari tamu yang ada disana. Ada Fela dan suaminya, Bayu dan istrinya, Rima dan pegawai Jessica yang lain. Dani dan beberapa petinggi Wongso IND pun hadir disana. Keluarga besar dan beberapa kerabat keluarga Wongso pun sudah hadir di Vila megah itu.
"Selamat datang calon menantuku," ucap Bu Monik seraya memeluk Jessica dengan erat.
Tubuh Jessica terguncang dalam pelukan seseorang yang selama ini sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri. Ia tidak pernah menyangka sebelumnya jika akan mendapatkan cinta yang begitu besar dari keluarga Wongso.
__ADS_1
"Jangan menangis, Sayang ... segera bersiaplah di kamar karena acaranya segera di mulai," ucap Bu Monik ketika mengurai tubuh Jessica dari tubuhnya.
Tak ada satu kata pun yang sanggup di ucapkan Jessica di hadapan Nyonya Monik, hanya air mata bahagia yang mewakili perasaannya saat ini. Semua yang terjadi seperti mimpi. Air mata Jessica semakin menggenang ketika melihat senyum Fano yang sedang bermain bersama suami dan anak-anak Anne.
"Jerry, antar Jeje ke kamarnya." akhirnya suara Bu Monik berhasil membuat Jessica mengalihkan pandangan dari Fano. Ia pun mengikuti langkah Jerry menuju kamar yang sudah di siapkan untuknya.
"Masuklah, di dalam sudah ada MUA dan tim yang lain," perintah Jerry ketika telah sampai di depan kamar. Tak lupa ia membukakan pintu untuk Jessica.
...🌹🌹🌹...
Detik demi detik terus berlalu sampai di acara utama sore ini. Setelah menunggu Jeje dan Jerry bersiap di kamar, akhirnya acara yang di tunggu-tunggu telah tiba.
Pamandu acara atau biasa yang di sebut MC telah membuka acara tunangan ini. Berbagai rangkaian kata indah telah terucap dari bibir sang MC untuk mengawali acara ini dan beberapa sambutan pun telah selesai di laksanakan.
Jerry dan Jessica segera naik ke atas pelaminan untuk melakukan inti dari acara di sore ini. Mereka berdiri di atas pelaminan dengan posisi saling berhadapan.
Jerry meraih tangan Jessica dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang microfon. Jerry mengembangkan senyumnya sebelum mengucapkan kalimat yang sudah di siapkan sebelumnya.
"Aku tahu bagaimana hari-hari berat yang sudah kamu lalui selama ini. Ya, itu karena aku adalah sahabatmu, aku selalu ada disampingmu hingga aku sadar, Kamu tidak butuh mereka. Kamu butuh aku menjadi sahabatmu. Untuk itu, hari ini ... aku akan tetap memintamu menjadi sahabatku, sahabat dalam suka maupun duka, sahabat dengan cinta di dalamnya."
"Mari kita mengarungi derasnya waktu bersama. Merajut cinta yang telah tumbuh di antara kita. Meski terlambat, namun aku akan tetap meminta kepadamu ... Be my wife, sahabatku!"
Lagi dan lagi Jessica tak dapat menahan air mata yang sudah terkumpul di pelupuk matanya, karena mendengar kalimat panjang yang terucap dari bibir Jerry. Ia tak sanggup lagi harus menjawab bagaimana, apalagi ketika Anne naik ke atas pelaminan membawa nampan kaca yang berisi kotak cincin berlian yang sangat indah.
"Terima kasih selama ini kamu sudah menjaga aku dan putraku. Aku tidak pernah menyangka jika kamu mencintaiku sebesar ini. Maafkan aku karena selama ini tidak menyadari perasaanmu kepadaku."
"Jerryan ... mulai detik ini aku percayakan hidupku dan hidup anakku kepadamu, Aku harap ke depannya perasaanmu tidak akan berubah dan di depan semua tamu yang hadir disini ... aku menerima lamaranmu, aku siap menjadi istrimu ...."
Tepuk tangan dan suara gemuruh para tamu yang hadir terdengar di halaman vila, tempat berlangsungnya acara tunangan resmi Tuan muda keluarga Wongso. Semua orang tersenyum bahagia ketika Jerry menyematkan cincin berlian di jari manis Jessica.
Rangkaian acara terus berlanjut sampai di penghujung acara. Kini waktunya untuk menikmati jamuan yang sudah berjajar rapi di dalam Vila. Sebagian tamu ada yang berfoto dengan kedua calon pengantin yang terlihat bahagia hari ini.
__ADS_1
"Selamat Gengs ... akhirnya kalian bersatu juga," ucap Bayu seraya menjabat tangan Jerry.
"Terima kasih atas kehadiranmu, Bay." Jerry pun mencengkram tangan Bayu hingga membuat si empu mengaduh.
"Kalau begitu istrimu tidak cemburu lagi 'kan kalau kita meet up," seloroh Jessica sambil menatap istri Bayu.
Bayu terkekeh mendengar candaan Jessica, sesaat ia menatap sang istri yang sedang mengulas senyumnya dengan rona merah di pipi karena malu dengan Jessica.
"Hey kalian asyik sendiri tanpa aku!" tiba-tiba Fela datang bersama suami dan kedua putrinya.
"Salah sendiri! siapa suruh nyari makan duluan!" sarkas Bayu.
"Dia takut gak kebagian makanan, Bay!" kelakar Jerry yang berhasil membuat semua tergelak.
Keempat sahabat ini berfoto dengan bermacam-macam gaya. Mereka seakan lupa umur jika sudah berkumpul seperti saat ini, gelak tawa pun saling bersahutan karena tingkah lucu anak-anak mereka yang saling berebut perhatian.
"Ya Tuhan ... terima kasih atas semua kebahagian yang tercipta di hari ini," batin Jessica.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍
Mau konflik lagi atau ngebut ke pernikahan duo Je nih??"
_
_
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1