Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
Paris,


__ADS_3

"Apa tidak bisa jika kamu saja yang mengatasi semua masalah yang terjadi?" tanya Jerry dengan mata yang masih terpejam.


Perlahan Jessica membuka kelopak matanya karena mendengar suara Jerry. Tangannya mencari ponsel yang ada di atas nakas untuk melihat waktu yang tertera di sana.


"Masih jam enam?" ucap Jessica dengan suara yang lirih. Ia pun membalikkan tubuhnya, menghadap Jerry yang sedang berbicara serius lewat sambungan telfonnya.


Jessica menatap raut wajah serius sang suami, ia bisa menerka bahwa ada hal penting yang terjadi di Perusahaan karena sejak tadi Jerry terus membahas saham, investor dan sejenisnya.


"Kalau begitu aku akan segera pulang, buat janji bersama Owner perusahaannya," ucap Jerry sebelum mengakhiri sambungan telfon bersama Dani.


Jerry duduk bersandar di headboard ranjang dengan wajah yang tak bisa di tebak, sorot matanya mengisyaratkan sebuah kemarahan sedang sudut bibirnya terangkat sebelah.


"Ada apa, Sayang?" tanya Jessica setelah beberapa menit menikmati wajah mendung sang suami.


"Sayang, kita harus segera pulang kerena ada sesuatu yang terjadi di perusahaan. Mungkin hari ini kita terakhir di kota Ini," ucap Jerry dengan nada penuh sesal.


Ya, mereka berdua baru sampai di Paris kemarin siang setelah menempuh enam jam perjalanan dari London. Mereka berdua baru menikmati indahnya kota Paris kemarin malam.


Menara Eiffel, ya ... mereka berdua baru mengunjungi salah satu ikonik kota Paris itu kemarin malam karena hotel yang mereka tempati tak jauh dari menara itu.


"Tidak masalah, Sayang. Kita bisa pulang hari ini juga kalau kamu mau," ucap Jessica yang saat ini sedang merebahkan kepalanya di atas pangkuan Jerry.

__ADS_1


Jerry membelai rambut berantakan sang istri, ia merasa bersalah kepada Jessica karena ada urusan pekerjaan penting yang mengganggu waktu bulan madu mereka berdua.


"Bagaimana kalau hari ini kita shopping, kamu bisa belanja sepuas hatimu, jangan lupa belikan oleh-oleh untuk Mommy dan yang lainnya. Nanti malam kita pulang ke Indonesia," ucap Jerry sambil memandang wajah tanpa polesan make up itu.


"Hmmm ... ide yang sangat bagus, Suamiku." Jessica mengusap rahang Jerry dengan penuh kelembutan.


Rencana berlama-lama menghabiskan waktu di Paris kini harus di batalkan karena sebuah urusan yang lebih penting. Jessica tak mempermasalahkan hal itu karena ia sadar bahwa Jerry memiliki tanggung jawab yang besar dengan semua perusahaan yang dimilikinya.


Waktu dua hari sudah cukup untuk Jessica berada di kota Paris. Mimpi menghabiskan waktu di menara Eiffel bersama Jerry telah terwujud kemarin malam.


...πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ ...


Penunjuk waktu di zona kota Paris berada angka sepuluh pagi, setelah bersiap dan sarapan di Resto hotel, kini sepasang pengantin baru itu berburu oleh-oleh untuk keluarga yang ada di Rumah.


Mata indah Jessica benar-benar di manjakan dengan desain-desain fashion terbaru. Ia sangat antusias melihat semua yang ada di kawasan Faubourg Saint-Honore, sebuah destinasi mode di kota Paris.


Detik demi detik terus berlalu, hingga sampailah penunjuk waktu di angka tiga sore zona waktu Paris. Sepasang pengantin baru itu berjalan di lobby hotel dengan bergandeng mesra. Sebuah senyum manis terus terlukis di bibir merah Jessica.


"Apakah barang-barang kita bisa sampai secepatnya di Indonesia, Sayang?" tanya Jessica ketika pintu lift tertutup.


"Tentu saja, aku sudah membayar dua kali lipat agar barang-barang kita sampai dengan cepat," ucap Jerry yang saat ini sedang menyandarkan punggung di dinding lift.

__ADS_1


Barang yang di beli Jessica dan Jerry benar-benar melampaui batas. Mereka tidak akan bisa membawa semua barang itu di dalam koper, alhasil semua di telah di paketkan Jerry dari Paris ke Indonesia.


"Semua ini sudah aku perkirakan jauh-jauh hari, jadi semua sudah aku persiapkan dengan matang. Kamu tidak mungkin belanja satu barang saja jika melihat surganya para wanita di sini," ucap Jerry seraya menangkup kedua pipi Jessica hingga membuat bibirnya mengerucut.


"Terima kasih, Suamiku," ucap Jessica sebelum mengecup bibir sang suami.


Bulan madu di dua negara yang ada di Eropa sebentar lagi akan berakhir, hanya menunggu waktu beberapa jam saja, mereka akan terbang ke Indonesia. Kembali ke istana yang sesungguhnya.


Bahagia dan cinta, keduanya saling menyelimuti sepasang pengantin baru yang baru saja menghempaskan diri di atas tempat tidur. Mereka berdua harus istirahat sebelum menempuh perjalanan panjang. Dalam hitungan menit, mereka sama-sama terlelap karena rasa lelah yang merayap di sekujur tubuh.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍β™₯️


Hay maap yaa upnya telat, hari ini othor riweh bngt di Real Life, harus wara-wiri ke Rumah sakit karena ada tugas negara yaang harus di laksanakanπŸ˜€


_


_

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2