Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
Kisah kelam,


__ADS_3

Flashback on


"Selamat Nona, anda saat ini hamil empat minggu," ucap dokter wanita bernama Adis, "Akhirnya penantian selama ini berhasil juga ya," lanjut dokter Adis sembari menatap layar monitor di hadapannya.


Bulir bening perlahan membasahi pipi Jessica, ia sangat bahagia ketika mendengar sebuah kabar yang yang sudah lama di nantinya ini. Ia tak sanggup mengucapkan sepatah kata pun, karena semua ini tak pernah di sangka olehnya.


"Tuhan ... terima kasih atas kejutan yang tak terduga ini, akhirnya aku hamil ... Mas Fery pasti bahagia mendengar kabar gembira ini," ucap Jessica dalam hatinya.


Pemeriksaan telah selesai, Jessica keluar dari ruangan dokter Adis dengan membawa dua lembar kertas, satu resep obat dan satu lagi surat hasil pemeriksaan dari dokter Adis.


Disepanjang perjalanan menuju Apotek, Jessica tak henti mengulas senyum manisnya, ia benar-benar bahagia hari ini. Sudah lama ia menanti kehadiran benih-benih cintanya bersama Fery dan kini ia mendapatkan apa yang selama ini diinginkannya. Berbagai pengobatan telah di lakukan olehnya, baik media ataupun non medis.


Setelah lima belas menit menunggu antrean obat di depan Apotek, akhirnya Jessica mendapatkan vitamin yang harus ia konsumsi rutin selama di trimester pertama. Jessica segera berlalu pergi dari gedung yang di penuhi berbagai macam alat medis dan obat-obatan itu.


Jalanan ibukota tak pernah sepi, meski sang surya tengah memancarkan sinarnya dengan semangat yang tinggi, semua itu tak berarti untuk mereka yang masih berlalu lalang di atas aspal hitam itu.


Alunan lagu dari salah satu penyanyi terkenal di Indonesia, menggema di dalam mobil yang di kendarai oleh Jessica. Raut kebahagiaan terlukis jelas di wajah cantiknya, bayangan wajah sang suami yang akan mengembangkan senyumnya ketika membaca hasil pemeriksaan terus berkeliaran dalam pandangan Jessica.


Mobil putih Jessica berhenti di halaman luas rumahnya setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit. Rumah dengan desain klasik yang megah ini adalah peninggalan orangtua Jessica yang telah pulang ke pangkuan Sang Pencipta.


Jessica seorang putri tunggal, seluruh aset orangtuanya otomatis menjadi miliknya. Meski kedua orangtuanya bukan pengusaha besar seperti keluarga Wongso, tapi keluarga mereka masuk dalam kategori ekonomi menengah ke atas.


Rasa cinta yang begitu besar kepada Fery, membuat Jessica tak pernah berpikir panjang. Semua aset telah di jual Jessica demi membantu membesarkan perusahaan milik Fery, dan memang benar, selama satu tahun ini perusahaan iklan milik suaminya berkembang begitu pesat.


Jessica melangkahkan kaki menuju rumahnya, satu persatu anak tangga di teras rumah berhasil ia lalui. Dengan langkah cepat ia masuk ke dalam rumah setelah melihat mobil Fery ada di garasi.


Raut bahagia, senyum merekah, menemaninya menyusuri ruang tamu. Namun, langkahnya harus terhenti ketika melihat sebuah koper besar berwarna merah di dekat tangga menuju lantai dua.


"Mas ...." ucap Jessica ketika melihat Fery menuruni satu persatu anak tangga. Jessica mengernyitkan keningnya ketika melihat dua wanita yang mengekor di belakang suaminya.


Jessica penasaran siapa kedua wanita itu, banyak pertanyaan yang muncul dalam benaknya karena sebelumnya ia tidak pernah melihat kedua wanita berbeda generasi itu.


"Mas, kenapa koperku ada disini? siapa mereka?" cecar Jessica dengan raut wajah yang terlihat bingung.


Fery masih terdiam di hadapan Jessica, ia menatap wanita yang selama ini menemaninya berlayar dalam rumah tangga yang di penuhi banyak cinta dan kasih. Tatapan mata Fery berhasil membuat Jessica semakin penasaran.

__ADS_1


"Ada apa sih Mas?" tanya Jessica lagi, sekilas ia menatap wanita yang ada di belakang suaminya.


"Aku jatuhkan talak tiga untukmu! mulai detik ini kamu bukan lagi istriku!" ucap Fery dengan lantang di hadapan Jessica.


Bagai tersambar petir di siang bolong, ya itulah yang dirasakan Jessica saat ini, kakinya seakan kehilangan kekuatan setelah mendengar pernyataan yang keluar dari bibir sang suami.


"Kenapa? apa yang sebenarnya terjadi? kamu sedang bercanda, Mas?" cecar Jessica dengan segenap perasaan yang tak karuan.


Fery bungkam di hadapan Jessica, tangannya merogoh sesuatu yang tersimpan di dalam jasnya lalu ia memberikan itu kepada Jessica.


Jessica segera meraih amplop berwarna putih itu, dengan segera ia membaca surat yang tertulis disana, seketika air matanya terjun dengan derasnya ketika membaca surat keputusan yang tertulis disana. Dirinya dan Fery resmi bercerai.


"Kenapa kamu tega melakukan ini, Mas? apa salahku? katakan Mas!" teriak Jessica di hadapan Fery, "apa karena wanita ini kamu menceraikan aku Mas? dimana Fery ku yang dulu? Fery yang punya banyak cinta untukku?" hardik Jessica dengan diiringi air mata yang tak henti menetes,


"Sudah tidak ada tempat lagi di hidupku untuk wanita mandul sepertimu!" sebuah jawaban yang berhasil membuat amarah Jessica semakin berkobar.


Plak. Sebuah tamparan yang sangat keras berhasil mendarat di pipi Fery. Jessica membelalakkan matanya di hadapan Fery yang meringis sakit karena tamparan dari Jessica.


"Kenapa kamu tega melakukan semua ini disaat aku sedang mengandung anakmu, Mas?" ucap Jessica dalam tangisnya,


Senyum penuh kemenangan terukir di bibir wanita itu, ia seakan menertawakan Jessica karena mendapat perlakuan menyakitkan dari Fery.


"Sayang, dia pasti berbohong. Bukankah dia dinyatakan dokter sulit untuk bisa mempunyai keturunan karena penyakit yang ada di indung telurnya?" wanita itu sedang memprovokasi Fery agar tidak percaya dengan dengan Jessica.


"Ya, dia pasti berbohong, Nak! mana mungkin dia hamil," sahut wanita paruh baya yang ada di belakang Fery.


"Siapa kalian hingga berani mencampuri urusan kami?" tanya Jessica dengan nada penuh emosi.


"Kamu belum tau siapa aku? baiklah, akan aku beri tahu. Aku adalah Siva, dan yang di belakang Fery adalah Mama ku. Aku dan Fery akan menikah dalam waktu dekat ini, kami saling mencintai sejak lama," ucap Wanita itu dengan tenangnya.


Siva menceritakan semua perbuatannya bersama Fery selama ini tanpa malu sedikitpun, ia membanggakan diri atas kemenangannya merebut Fery dari pelukan Jessica.


Jessica tercengang mendengar penjelasan dari Siva, tatapan penuh amarah tersorot dari kedua manik hitamnya untuk ketiga orang yang ada di hadapannya.


Tak ada satu pun kata yang terucap dari bibir Jessica, ia hanya menangis di hadapan ketiga orang la-k-nat yang tengah tersenyum sinis kepadanya.

__ADS_1


"Sekarang pergilah dari sini, Ca! semua barangmu sudah ku kemas di dalam koper ini," sebuah kalimat panjang yang terucap dari bibir Fery, hal itu berhasil membuat Jessica semakin marah.


"Harusnya kalian yang pergi dari sini! ini rumahku, rumah peninggalan orangtua! kalian bertiga pergi lah dari rumah ini!" teriak Jessica,


"Apa kamu lupa bahwa rumah ini sudah atas namaku? jadi ak bebas menentukan siapa yang berhak tinggal di rumah ini," Fery benar-benar tega mengatakan semua ini kepada Jessica,


"Nak, Mama sangat menyukai rumah ini, boleh kah mama yang menempati rumah ini?" Ujar Nyonya Lidya.


"Tentu saja Ma, saya dan Siva akan tinggal di rumah baru yang sudah saya beli di Bintaro," ucap Fery dengan di iringi senyumnya,


"Kamu dengar sendiri kan apa yang baru saja di ucapkan oleh Mas Fery? jadi, sekarang pergi lah dari sini!" ucap Siva dengan kedua tangan yang di lipat di dada nya.


Jessica terhuyung karena koper besar yang di dorong Siva mengenai tubuhnya, ia benar-benar lemah di hadapan ketiga orang ini, rasanya ia tak sanggup lagi untuk melanjutkan hidupnya.


"Kamu akan menyesal, Fery!!" ucap Jessica dengan nada penuh amarah. Jessica mengeluarkan kunci mobil yang ada di dalam tas nya lalu tanpa di duga, Jessica melempar kunci mobil itu tepat mengenai wajah Fery, hingga membuat sang Empu meringis kesakitan.


Jessica segera meraih kopernya, ia berjalan keluar dari rumah penuh kenangan bersama orangtuanya. Kehancuran ada dalam dirinya. Ia marah pada dirinya sendiri karena tak bisa melawan Suami dan selingkuhannya itu.


"Aku harus kemana?" lirih Jessica ketika sampai di depan pintu gerbang.


Flashback Off


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️


Jadi menurut kalian bagaimana? Jessica Antagonis Atau bukan nih?


_.


_.


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2