
Satu bulan kemudian ....
Hari bahagia yang sudah lama di nanti Jerry akhirnya tiba. Semua prosesi acara pra nikah telah dilakukan di rumahnya sejak dua hari yang lalu. Mulai dari pengajian, sungkeman hingga tasyakuran.
Semua keluarga sudah berada di Hotel, tempat pernikahan Jerry dan Jessica, mereka tengah bersiap di ruangan khusus untuk make-up dan persiapan yang lain, sedangkan Jeje dan Jerry berada di tempat yang berbeda.
Penunjuk waktu masih berada di angka lima pagi, MUA yang bertugas sudah siap untuk memoles wajah Jessica dengan segala alat tempur make-up. Akad nikah akan di laksanakan sekitar jam delapan pagi dan dua jam setelah itu resepsi akan di gelar hingga malam, karena banyak tamu yang akan menghadiri pernikahan ini.
Sebuah kebaya putih tulang model high neck dengan bagian dada yang tertutup rapat telah terpasang di manequin yang ada di sudut ruangan. Kebaya hasil rancangan Jessica terlihat begitu indah dan cocok di pakai untuk acara sakral yang akan dilaksanakan nanti.
Waktu terus berjalan tanpa bisa di hentikan. Persiapan pun telah selesai di lakukan. Baik Jessica ataupun Jerry, mereka sudah siap dengan pakaian serba putih untuk melangsungkan akad nikah.
Penunjuk waktu sudah berada di angka delapan kurang lima belas menit. Dengan di dampingi Bu Monik dan Anne, akhirnya duo Je berjalan menuju tempat akad nikah.
Jessica harus menahan bulir bening yang sudah berkumpul di pelupuk mata karena tidak ada orangtua yang mendampinginya, hanya ada Fano yang sedang tersenyum bahagia ketika melihat Jessica duduk bersanding dengan Jerry. Bocah berumur lima tahun itu sangat antusias ketika melihat dekorasi yang di penuhi kristal itu.
"Saudara Jerryan Wongso, apakah anda sudah siap untuk mengucapkan ijab kabul?" tanya Pak Penghulu yang duduk di hadapan kedua mempelai.
"Saya sudah siap, Pak," ucap Jerry dengan suara yang tegas.
Pak penghulu memberikan sedikit panduan sebelum akad nikah di mulai. Untuk wali nikah Jessica, ada seseorang yang di tunjuk pak Penghulu dari kantor KUA atau biasa di sebut wali hakim, karena Papa Jessica tak memiliki saudara kandung laki-laki.
Suasana menjadi hening ketika Jerry menjabat tangan Pak Penghulu sebelum mengucap ikrar pernikahan. Bu Monik menitikkan air matanya ketika Pak penghulu mulai membacakan ijab kabul.
"Daddy ... lihatlah! putramu sebentar lagi menjadi seorang suami," gumam Bu Monik dalam hatinya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Jessica Almahira binti almarhum Budiono dengan mas kawin tersebut, tunai."
"Bagaimana para saksi?"
"Saaahhhh ...."
Suara semua orang yang hadir menggema di ballroom hotel itu ketika mengucapkan kata 'sah' sebagai kesaksian pernikahan Jerry dan Jessica.
"Alhamdulilah, mulai detik ini kalian dinyatakan sebagai pasangan suami istri yang sah, baik di mata hukum ataupun agama," ucap Pak Penghulu setelah selesai membacakan doa pernikahan.
__ADS_1
Jessica menitikkan air matanya, ia tidak pernah menyangka jika akan menikah dengan Jerry, pria sempurna yang selama ini menemani hari-harinya. Mimpi yang sempat berkeliaran setiap malam dalam tidurnya, kini telah menjadi kenyataan.
Pak penghulu menyerahkan dua buku nikah kepada mereka berdua. Tak lupa mereka menandatangani berkas-berkas pernikahan.
Jeje dan Jerry saling memandang, saling mengungkapkan rasa lewat sorot mata yang di penuhi banyak cinta. Akhirnya penantian panjang Jerry telah terwujud hari ini tanpa suatu halangan apapun, meski ia pernah merasakan sakit ketika melihat Jessica di miliki pria lain.
...🌹🌹🌹🌹...
Waktu resepsi telah tiba, semua tamu undangan berdiri dari kursi chiavari plastik yang bening seperti kristal ketika kedua pengantin memasuki tempat resepsi, beberapa keluarga pun mengiringi sepasang pengantin itu menuju pelaminan.
Semua tamu undangan yang hadir mengukir senyum ketika Jerry mengajak Fano duduk di atas pelaminan. Jerry menggenggam erat tangan Fano agar bocah kecil itu tidak lari dari sampingnya.
"Papa ... Fano mau turun! Fano mau ke GrandMa!" ucap Fano ketika acara baru saja di mulai.
"Nanti Sayang, Fano duduk di sini dulu sama Papa," jawab Jerry dengan diiringi senyum manisnya.
Jessica tak mengeluarkan suaranya, ia hanya diam dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya ketika pandangan matanya mengamati dekorasi yang begitu elegan. Ia merasa menjadi ratu dalam kerajaan kristal yang megah.
Para tamu undangan yang hadir beranjak dari tempat duduknya, berdiri antri naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada sepasang Raja dan Ratu yang terlihat serasi itu setelah rangkaian acara inti dilaksanakan.
Banyaknya tamu yang hadir membuat Jessica merasakan lelah karena terus berdiri dalam waktu yang cukup lama.
"Kamu lelah, Sayang?" tanya Jerry ketika melihat ekspresi Jessica.
"Lumayan sih, rasanya aku ingin melepas heels ini," ucap Jessica yang membuat Jerry mengulas senyum.
Jessica mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Fano, bocah kecil itu tak mau terus-terusan berada di atas pelaminan. Ia lebih memilih bermain bersama anak-anak Anne di salah satu sudut ruangan.
Jessica terkesiap ketika pandangannya menangkap sosok pria yang sedang berjalan dari pintu masuk bersama seorang wanita dan anak kecil yang sangat di kenalinya.
"Kamu mengundang Ezar?" tanya Jessica sambil menatap Jerry.
"Tentu saja, aku sengaja mengundang Ezar agar dia menyaksikan sendiri jika kamu resmi menjadi milikku," ucap Jerry dengan menekan kalimat terakhirnya.
__ADS_1
Jessica melihat dengan jelas kecemburuan yang terpancar di wajah tampan Jerry. Ia hanya mengembangkan senyumnya sebelum Ezar naik ke atas pelaminan bersama Bella.
"Selamat Tuan Jerry atas pernikahanmu, semoga cinta kalian tak pernah pudar meski di telan waktu," ucap Ezar sambil menatap manik hitam Jerry.
"Terima kasih, Tuan Ezar. Doamu sungguh mulia, semoga Tuhan mengabulkan doa baik darimu," ucap Jerry dengan diiringi senyum yang sangat indah. "Saya harap setelah ini anda benar-benar melupakan istri saya," imbuh Jerry dengan tatapan yang tajamnya.
Ezar menaikkan satu sudut bibirnya, ia melihat dengan jelas bahwa sang Raja bisnis sangat cemburu kepadanya dan hal itu terjadi juga pada dirinya, ada rasa tidak rela melihat Jessica duduk bersanding dengan Jerry.
"Mrs. Cherry ... selamat atas pernikahanmu, semoga kamu bahagia," ucap Ezar sebelum berlalu begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Jessica.
Bella sempat tertegun melihat sikap suaminya. Namun, ia berusaha bersikap biasa ketika mengucapkan selamat kepada Jessica dan Jerry. Tak lupa ia menyuruh Alana agar bersalaman dengan Jessica.
"Mama Je cantik banget, seperti Princess!" seru Alana yang berhasil membuat Jessica dan Bella melebarkan mata karena panggilan 'Mama' yang terucap dari bibir mungil itu.
Jessica teringat momen dimana ia pernah ke ogor bersama Ezar dan Alana. Saat itu Ezar mengenalkan dirinya kepada Alana dengan sebutan 'Mama Je' dan sampai saat ini ternyata Alana belum melupakan panggilan itu.
Acara terus berlangsung sampai sore hari dan kini saatnya sepasang pengantin itu meninggalkan tempat resepsi, karena ada jeda waktu selama dua jam untuk istirahat. Setelah tamu undangan sesi satu meninggalkan tempat resepsi, otomatis pintu di kunci untuk sementara.
"Setelah ini tidurlah, nanti malam akan ada acara sesi dua," ucap Jerry ketika mereka memasuki kamar hotel.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️
Jangan lupa siapkan vote kalian besok ya sebagai hadiah pernikahan Duo Je😂😂😂
cie ... cie ... cie ... pada nunggu adegan pelepasan bibit kecebong kan?????😝 atau mau di skip aj nih??
_
_
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1