Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
Permainan Solo?


__ADS_3

"Sayang, aku agak bisa tidur," ucap Jessica dengan suara yang lirih, ia takut Fano akan terjaga dari tidurnya.


Jessica menyandarkan tubuhnya di headboard ranjang, ia menatap Jerry yang sedang tertidur pulas di samping Fano. Mungkin karena lelah hingga Jerry tak mendengarkan suaranya.


Sepuluh menit telah berlalu begitu saja, Jessica memutuskan untuk mencari udara segar di balkon kamarnya. Perlahan ia turun dari ranjang agar kedua pria beda generasi itu tetap nyaman dalam mimpinya.


Hembusan angin malam mulai menerpa tubuh Jessica yang terbalut piyama sutra berwarna merah maroon. Ia seakan tak perduli meski dinginnya angin malam mulai menembus kulit mulusnya.


Tatapan mata Jessica lurus ke depan, tak ada objek yang menjadi perhatiannya malam ini karena pikirannya melayang jauh entah kemana. Rasa resah tengah melanda hati dan jiwanya, rasa takut telah merasuk ke dalam jiwanya sebagai seorang ibu. Jessica tak dapat membayangkan bagaimana jika Fano di ambil Fery tiba-tiba.


"Apa yang harus aku lakukan?" ucap Jessica dengan suara yang lirih, kali ini ia menundukkan kepalanya untuk menatap air kolam renang yang tenang.


Jessica tak habis pikir kenapa Fery masih saja mengusik hidupnya. Bukankah Fery tak pernah menginginkan putranya sejak dulu? lalu mengapa saat ini ia seakan ingin memiliki Fano seorang diri? ya, itulah pertanyaan yang terus berputar-putar di kepala Jessica.


Keheningan malam membuat Jessica terlarut dalam pikirannya, ia sedang memikirkan langkah apa yang harus di tempuh untuk menjauhkan Fano dan Fery. Semua pikiran Jessica musnah begitu saja ketika ia di kejutkan dengan dua tangan yang tiba-tiba menerobos lewat kedua celah tangannya. Kedua tangan itu saling bertautan di depan perut Jessica.


"Kenapa belum tidur?" suara bariton Jerry terdengar di indera pendengaran Jessica, hembusan nafasnya terasa di ceruk leher yang mulus itu.


"Aku tidak bisa tidur, aku kepikiran tentang Fano," ucap Jessica dengan nada yang terdengar khawatir.


Jessica melepaskan tautan tangan Jerry, ia membalikkan tubuhnya dan memilih menyandarkan bo-kongnya di pagar pembatas balkon. Mata indah itu tengah menatap wajah tampan yang di hadapannya.


"Jangan memikirkan hal ini, biarkan aku yang mengatasi semua ini." Jerry mencoba untuk menenangkan istrinya agar tidak terlalu resah.


"Bagaimana aku tidak kepikiran, Sayang? Meski Fery adalah ayah biologisnya Fano, aku tidak rela kalau sampai dia mendekati Fano!" ucap Jessica dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


"Jangan khawatir, aku sudah membayar beberapa orang untuk mengawasi Fano dan Fery, setidaknya Fano masih aman dari Fery," ucap Jerry sambil mengangkat dagu Jessica dengan jari telunjuknya.


Manik hitam Jessica mulai di selimuti embun karena memikirkan masalah ini, ia menaruh harapan yang besar kepada Jerry untuk masalah kali ini karena ia tidak bisa melindungi Fano seorang diri.


"Aku tidak akan membiarkan Fano di ambil oleh siapapun, kamu dan Fano adalah segalanya bagiku, Sayang. Aku akan melakukan apapun untuk keutuhan keluarga kita," ucap Jerry dengan tatapan mata yang tertuju pada wajah gundah sang istri.


Jessica merasa lega setelah mendengar kalimat yang terucap dari bibir sang suami, rasanya ia tak sanggup lagi untuk mengucapkan apapun saat ini, walau hanya sekedar kata 'terima kasih'.


Perlahan tangan kanan Jerry mulai menyusuri rahang Jessica, tangan itu bergerak lembut menuju tengkuk yang tertutup rambut hitam itu. Keduanya saling memandang dengan sorot mata penuh arti.


Entah siapa yang memulai, yang pasti kedua bibir itu akhirnya saling menyesa-p satu sama lain. Pertautan lidah pun akhirnya terjadi di balkon kamar. Suara decapan seakan menjadi irama untuk mengiringi kegiatan sepasang suami istri yang lama semakin panas itu.


Satu persatu kancing piyama itu pun akhirnya lolos karena ulah nakal tangan Jerry. Pemandangan bukit kembar tanpa kain penutup itu pun berhasil membuat Jerry semakin ber-gai-rah.


"Kita lakukan di kamar mandi ya, Sayang!" ucap Jerry sebelum mengangkat tubuh Jessica masuk ke dalam kamar.


***


Sementara itu di tempat lain, seorang pria sedang mengendap-endap keluar dari kamarnya, ia sangat berhati-hati agar sang istri tidak bangun dari tidur lelapnya.


Fery bernafas lega setelah pintu kamarnya kembali tertutup rapat tanpa menimbulkan suara. Ia berjalan dalam suasana rumah yang temaram itu, entah kemana ia akan pergi, yang pasti saat ini ia sedang menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai satu.


Setelah sampai di lantai satu, Fery akhirnya menghentikan langkahnya di depan kamar tamu, sebelum masuk ia memastikan tidak ada yang orang yang melihatnya.


Lampu kamar telah menyala setelah Fery masuk ke dalam kamar, tak lupa ia mengunci pintu agar tidak ada orang yang menerobos masuk ke dalam kamar tamu.

__ADS_1


Fery membuka pintu almari yang ada di samping ranjang empuk bersprei putih itu. Tatapan matanya tertuju pada kotak kecil yang ada di rak paling bawah lalu ia segera mengeluarkan kotak berwarna coklat itu dari sana.


Kedua sudut bibir Fery tertarik kedalam setelah kotak berwarna coklat itu terbuka, terlihat sebuah kain tipis berwarna hitam di dalam kotak itu. Fery mengeluarkan kain hitam yang tak lain adalah sebuah lingerie milik Jessica. Lingeri itu telah di curi Fery ketika menggeledah kamar Jessica, tak hanya lingeri, Fery pun mengambil salah satu G-string milik Jessica.


"Caca ... aku merindukanmu," gumam Fery dengan mata yang terpejam, ia mengendus aroma yang melekat di lingeri itu.


Entah sejak kapan, Fery menjadi seperti ini. Hampir setiap malam ia berada di kamar tamu ini untuk melakukan permainan solo dengan Jessica sebagai objek fantasi liarnya.


Setiap tengah malam, Fery berada di kamar tamu ini selama satu jam. Sejauh ini Siva pun belum mengetahui jika sang suami kembali terjerat dalam bayang-bayang kenikmatan sang mantan istri.


"Caca ... aku menginginkanmu," ucap Fery di sela-sela erangannya. Matanya terpejam sambil membayangkan Jessica berada di atas pangkuannya.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️ 😍


Waduh, Fery makin gila tuh😂


*Sekedar informasi aja ya, untuk seminggu kedepan othor ada kegiatan di Real life, jadi maafkan othor jika upnya gk teratur atau up cuma sedikit. Tapi othor akan berusaha up seperti biasanya.


_


ww

__ADS_1


_


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2