
Malam yang gelap telah berganti dengan langit biru yang berhiaskan siluet jingga di ujung timur. Matahari masih malu untuk menampakkan sinarnya. Suara alarm berhasil mengusik tidur nyenyak Jessica, ia pun mengerjapkan matanya.
"Setelah sekian lama, akhirnya aku bangun tidur di kamar ini lagi." Lirih Jeje sembari menatap langit-langit kamar dengan design yang indah.
Jeje pun beranjak dari ranjangnya, ia meraih kimono piyamanya dan berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
Rambut hitam yang di kuncir kuda kini mengayun dengan indahnya mengikuti langkah Jeje menuju kamar Sultan Jerry, dimana putranya sedang terlelap disana.
Tanpa mengetuk pintu, Jeje menerobos masuk ke dalam kamar yang temaram itu, Fano masih terlelap dalam dekapan hangat Jerry, membuat Jeje tersenyum bahagia melihat pemandangan indah di hadapannya. Jeje pun berjalan ke arah jendela besar dengan tirai berwarna putih tulang, ia pun menyibak tirai itu sampai terbuka lebar.
Jerry memicingkan satu matanya tatkala sinar sang surya menerobos masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat Jeje berdiri di samping ranjangnya dengan tangan yang bersekedap.
"Hey Jerong! apa kamu akan tidur sepanjang hari? kamu tidak ke kantor?" ocehan dari Jeje yang berhasil membuat Jerry tersenyum simpul.
"Ini masih pagi, kenapa kamu seperti seorang istri yang cerewet sih!" Ucap Jerry sembari menyandarkan tubuhnya di headboard ranjang.
"Sudahlah, mandi sana!" Titah Jeje dengan wajah datarnya.
"Fano ... Baby ... bangun yuk!" Jeje menoel pipi gembul putranya.
Fano membuka kelopak matanya karena ada gangguan yang mengusik tidur nyenyaknya, ia menatap manik hitam sang Mama yang tengah tersenyum manis ke arahnya.
"Mama ... Fano ingin ke pantai Ma!" Kalimat pertama yang berhasil keluar dari bibir mungil Fano, hal itu membuat Jeje mengernyitkan keningnya.
"Fano tadi mimpi ke pantai ya?" Tanya Jeje sembari mengusap lembut rambut putranya.
"Nanti ke pantai ya Ma, Fano ga mau sekolah!" Ucap Fano yang kini duduk di hadapan Jessica.
__ADS_1
Sebuah senyum tipis terbit dari bibir Jerry, ia menahan tawanya ketika mendengar permintaan kecil Fano, baru bangun tidur saja ia sudah minta pergi ke pantai.
"No no no ... Fano harus sekolah ya, nanti kita pergi ke pantai kalau Fano liburan sekolah." Jeje memindahkan tubuh Fano ke atas pangkuannya.
Berkali-kali Jeje menghela nafasnya karena Fano terus menyebut kata 'pantai' dalam rengekannya di pangkuan Jeje. Segala bujuk rayu telah di ucapkan Jeje agar Fano melupakan keinginannya itu.
"Astaga! ternyata lebih mudah merayu suami orang daripada harus merayu anak ku sendiri!" Gumam Jeje dalam hatinya, ia pun akhirnya terdiam sembari mendengarkan Fano yang terus berceloteh di pangkuannya.
Jerry beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Ia mengulas senyumnya karena mendengar Fano yang terus merengek di pangkuan Jeje. Setelah beberapa menit membersihkan diri di kamar mandi, Jerry keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
"Fano, mau ikut Papa mengunjungi GrandMa Monik?" Tanya Jerry yang sedang mengusap rambut basahnya dengan handuk kecil.
"Ngga mau Pa! Fano mau ke pantai!" Ucap Fano dengan wajah yang tertekuk.
"Rumah GrandMa dekat dengan pantai, kalau Fano mau ikut, nanti kita bisa main ke pantai. Gimana?" Tanya Jerry sembari menatap Fano yang ada di pangkuan Jessica.
Jeje membulatkan matanya setelah mendengar ucapan Jerry. Bisa-bisa nya Jerry menawarkan hal yang sangat diinginkan putranya pagi ini. Ia pun menatap Jerry dengan tatapan membunuhnya.
"Kalau begitu Fano cepat mandi, oke?" Jerry mengangkat tubuh Fano dari pangkuan jessica, ia membantu melepas kancing piyama Fano.
Lagi dan lagi Jerry membuat Fano semakin terikat dengannya, Rasa cinta dan sayangnya kepada Fano semakin membesar tatkala bocah kecil ini sering tidur dalam pelukannya, ia tak perduli dengan sikap Jessica kepadanya.
"Bersiaplah Je! jam sembilan kita harus segera berangkat ke Bali." Ucap Jerry yang masih berdiri di hadapan Jessica.
"Aku belum menyiapkan apapun Jer, semua pakaian ku dan Fano ada di rumah. Lagian bagaimana butik dan salonku jika kita pergi ke Bali? tidak mungkin kamu akan pulang dalam waktu sehari." Cecar Jeje dengan nada kesalnya.
"Beberapa pakaian mu dan Fano kan masih ada yang disini, ya sudah pakai itu saja. Nanti kita bisa membeli pakaian di Bali, Je. Dan untuk butik dan salonmu, tutup saja! akan ku berikan kompensasi tiga kali lipat dari omsetmu selama tutup, Je," Ucap Jerry sebelum berlalu pergi menuju walk in closet miliknya.
__ADS_1
Jerry menghentikan langkahnya, ia membalikkan tubuhnya untuk menatap wajah kesal Jessica.
"Jangan lupa, hubungi guru Fano untuk meminta izin beberapa hari," Lanjut Jerry sebelum berlalu pergi menuju walk in closet.
Jeje menghentakkan kakinya karena kesal dengan keputusan sepihak Jerry. Mau tidak mau ia harus ikut ke Bali untuk menemani Fano sekaligus bertemu dengan Bu Monik. Ia pun segera menyiapkan diri agar tidak terlambat.
Detik demi detik telah berlalu, kini mereka bertiga sudah siap untuk berangkat mengunjungi Bu Monik di Bali, semuanya serba mendadak, membuat Jeje harus menghubungi beberapa nomor yang ada di kontaknya, mulai dari Guru Fano, pegawai butik dan salon, Lila dan yang terakhir kekasihnya, Ezar.
Begitu pun dengan Jerry, ia harus menghubungi Dani agar menunda semua rapat yang membutuhkan kehadiran dirinya. Rasa rindu kepada sang Mommy telah menguasai hatinya karena sudah lama ia tidak bertemu dengan Bu Monik.
Tiga jam telah berlalu begitu saja, Mereka bertiga telah sampai di pulau Bali. Fano sangat antusias setelah turun dari pesawat pribadi milik keluarga Wongso. Perjalanan darat terus berlanjut untuk segera sampai di tempat tinggal Anne dan satu jam kemudian, mereka bertiga telah sampai di rumah mewah Anne yang dekat dengan pantai.
"GrandMa!" Teriak Fano tatkala melihat Bu Monik berada di taman bersama ketiga cucunya.
Begitu turun dari mobil, Fano segera berlari menghampiri Bu Monik yang sedang termangu di tempatnya, ia terkejut karena kehadiran Fano tanpa sebuah kabar terlebih dahulu.
"Mommy!" Sapa Jeje dan Jerry sembari melambaikan tangannya ke arah Bu Monik yang belum bergeming. Beliau masih syok atas kehadiran tiga orang yang sangat di rindukannya ini.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️
_
_
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷