
London
"Sayang ... sayang! tunggu dulu!" teriak Jerry ketika berjalan di koridor hotel yang sepi itu. Ia sedang mengejar Jessica yang marah karena kekonyolannya di sungai Thames beberapa puluh menit yang lalu.
Rambut panjang yang tadinya tertata rapi, kini terlihat kusut dan berantakan. Jessica benar-benar marah kepada Jerry, karena suaminya itu telah berani bertaruh dengan gadis oleng yang ia temui hari ini. Bagaimana bisa Jerry hanya diam saja ketika melihat dirinya adu panco bersama gadis indonesia yang terdampar di kota ini.
"Sayang, aku minta maaf," ucap Jerry ketika mereka berdua masuk ke dalam lift. Jerry menarik tubuh Jessica ke dalam dekapannya, namun Jessica menepisnya dengan cepat. Ia menjauhkan diri dari tempat sang suami.
Rencana makan malam romantis di salah Resto terkenal di Kota London akhirnya batal karena sebuah insiden konyol yang sangat memalukan. Jerry telah membuat kesalahan fatal karena mengikuti saran dari salah satu gadis aneh yang tadi ia temui.
( Adegan konyolnya ada di karya author Crazy_Girl ya Zheyenk)
"Ahh sial!! semua rencana ku jadi gagal karena gadis oleng itu!" Jerry menendang dinding lift yang terbuka lebar.
Jerry akhirnya mengikuti langkah Jessica menuju kamarnya. Ia harus bisa membuat Jessica kembali tersenyum kepadanya, bukan murung apalagi sampai mogok bicara seperti saat ini.
"Sayang ...." ucap Jerry ketika melihat sang istri yang tengkurap di atas ranjang. Terbesit rasa bersalah pada hatinya ketika melihat warna kebiruan di lengan Jessica.
Jerry duduk di tepi ranjang atau lebih tepatnya di samping Jessica. Ia mengusap rambut kusut itu dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jerry tidak tahan melihat Jessica yang bersikap dingin kepadanya.
"Sayang, aku benar-benar minta maaf. Aku salah," ucap Jerry dengan nada memohon.
"Sekarang mandilah, aku akan mengantarmu ke Salon. Kamu bisa melakukan treatment apapun yang kamu inginkan," ujar Jerry untuk membujuk Jessica agar ia mau berbicara kepadanya.
"Ayolah, segeralah bersiap! setelah dari salon kita akan makan malam ke salah satu Resto yang ada di sini," ucap Jerry lagi, tapi tidak ada respon apapun dari Jessica.
Hampir sepuluh menit Jerry duduk di samping Jessica, tapi tidak pergerakan apapun dari istrinya itu, hanya hembusan nafas yang terdengar disana dan pada akhirnya Jerry memutuskan pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri di bawah guyuran shower.
Jessica membalikkan tubuhnya setelah Jerry masuk ke kamar mandi. Tatapannya menerawang jauh, memikirkan hal gila yang baru saja ia lakukan di pinggiran sungai Thames.
"Arrghhh!!! Si-al!!" umpat Jessica. Ia pun akhirnya duduk di bersandar di ranjang. Tangannya meraih tas yang ada di dekat bantal.
__ADS_1
Jessica membuka ponselnya untuk membuka sosial media miliknya. Namun, sebelum itu ia terlebih dahulu membuka pesan yang sudah menumpuk seharian ini.
Satu persatu pesan telah di balas Jessica dan tiba-tiba saja ia menautkan kedua alisnya ketika membaca pesan dari salah satu ART yang bekerja dirumahnya.
Nyonya, tadi ada dua orang wanita dan satu orang pria yang mencari Nyonya dan Den Fano, mereka memakai mobil Alphard putih.
Pikiran Jessica langsung tertuju pada Fery dan istrinya. Siapa lagi yang datang ke rumahnya kalau bukan mereka, apalagi mereka menanyakan keberadaan Fano.
"Mungkinkah mereka akan mengambil Fano dariku?" gumam Jessica dengan suara yang lirih. Pikirannya tengah berkelana jauh, memikirkan kemungkinan apa saja yang bisa terjadi kepada putranya.
"Jerry harus tau semua ini. Ya, dia harus tau!" ucap Jessica seraya beranjak dari ranjang empuknya. Ia seakan lupa jika sedang merajuk kepada Jerry.
Jerry mengalihkan pandangannya ketika pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, ia mengernyitkan dahinya ketika melihat Jessica berdiri disana dengan raut wajah gelisah.
"Jerry ... gawat Jer!" ucap Jessica ketika berada di dekat Jerry. Hal itu membuat Jerry harus mematikan showernya.
"Lihatlah!" Jessica menyerahkan ponselnya kepada Jerry.
"Terus apa masalahnya?" tanya Jerry dengan wajah yang datar.
"Kita harus menjauh kan Fano dari jangkauan Mas Fery, Sayang!" seru Jessica, ia sedikit kesal dengan suaminya itu.
"Lalu?" Jerry semakin semangat untuk menjahili Jessica.
"Kamu sudah tau 'kan apa yang aku inginkan, kenapa bertanya lagi!" sungut Jessica.
Jerry melangkah ke tempat Jessica, ia berdiri tepat di hadapan Jessica dengan wajah yang di buat se datar mungkin, "Apakah seperti itu caranya jika meminta kepada suami? bukankah kamu sedang merajuk kepadaku? aku tidak suka melihat istriku bersikap seperti itu!" ucap Jerry sebelum berlalu dari hadapan Jessica. Ia kembali lagi mengguyur tubuhnya di bawah guyuran shower.
Jerry sengaja membelakangi Jessica, ia tersenyum puas bisa mengatakan semua itu kepada wanita yang masih bungkam di balik tubuhnya.
"Aku tahu apa yang akan kamu lakukan sebentar lagi, Sayang!" gumam Jerry dalam hatinya.
__ADS_1
Apa yang ada dalam pikiran Jerry ternyata tidak salah. Setelah merasakan keheningan selama dua menit, akhirnya Jerry merasakan tangan lembut Jessica menggelitik pinggangnya. Kedua tangan itu pun akhirnya saling bertautan di perutnya.
Jerry semakin bersemangat apalagi ketika merasakan kulit Jessica menempel sempurna di punggungnya, hawa panas tiba-tiba terasa di sekujur tubuhnya tatkala Jessica menggerakkan bagian depan tubuhnya disana. Rasa geli akibat gesekan kedua puncak bukit itu pun akhirnya berhasil membuat kantong semar Jerry berdiri kokoh di bawah sana.
"Sayang ... aku minta maaf atas semua kekonyolan yang aku lakukan tadi. Aku juga minta maaf karena sempat mogok bicara kepadamu." tangan Jessica akhirnya menjelajah bagian depan tubuh Jerry, kantung semar pun menjadi sasarannya saat ini.
"Mulai detik ini, aku telah kembali menjadi istrimu yang lembut, aku sudah membuang kebungkaman yang sempat terjadi. Aku membutuhkan mu, Sayang ...." ucap Jessica dengan suara yang sangat lembut.
Ke-cu-pan hangat terasa di leher belakang Jerry. Perlahan ke-cu-pan itu terus turun melewati tulang punggung Jerry hingga membuatnya menggelinjang karena sensasi yang di rasakannya.
Tanpa banyak bicara lagi, Jerry membalikkan tubuhnya untuk menghadap Jessica. Ia meraup bibir merah itu dengan rakusnya. Gairah cinta perlahan membakar keduanya, menuntun mereka agar segera melakukan penyatuan.
Jerry mengangkat tubuh Jessica ke atas meja wastafel keramik yang ada di dekat pintu. Penyatuan akhirnya kembali terjadi disana, tubuh tinggi Jerry membuatnya dengan mudah untuk melakukan penyatuan di atas meja wastafel itu.
Lenguhan manja mulai terdengar disana, apalagi ketika Jerry mengubah posisinya, menurunkan tubuh Jessica lalu membalikkannya.
"O ... ohhh, Sayang!" lenguh Jessica dengan tubuh yang membungkuk, kedua tangannya berpegangan di pinggiran Wastafel agar tubuhnya seimbang.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️
Hayo hayo .... haruskan ak mempercepat bulan madu duo Je dan membuat konflik lagi?? yok jawab di kolom komentar😝🤣
_
_
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1