
Gemerlap bintang tengah menghiasi langit gelap yang terbentang luas. Sang bulan nampaknya tak ingin menampakkan keindahannya malam ini, bulan akhirnya memilih bersembunyi di balik awan hitam yang ada di sudut lain.
Raut wajah bahagia seakan tak pernah pudar dari kedua insan yang baru saja menikmati makan malam romantis di Kamar hotel. Sepasang pengantin baru itu sudah dua hari menghabiskan waktu di kamar ini.
"Sayang, mau jalan-jalan?" tanya Jerry usai menikmati dessert berupa pudding.
"Tidak, aku lelah ... kita disini saja ya," ucap Jessica dengan suara yang manja.
Tentu saja, hal itu semakin membuat Jerry semakin gemas dengan istrinya itu. Rasanya ia ingin menerkamnya saat ini juga. Tuan muda keluarga Wongso itu seakan mempunyai kekuatan super, ia tidak mengenal kata lelah selama dua hari ini.
Jessica sendiri tak pernah menyangka jika Jerry se ganas itu ketika di atas ranjang. Ia dibuat kelabakan karena tenaga super sang suami yang tiada habisnya. Berkali-kali ia mencapai or-gasme hanya dalam satu kali permainan. Sungguh, semua itu membuat Jessica merasakan surga dunia yang sesungguhnya.
"Sayang, kapan kita pulang?" tanya Jessica sambil menatap Jerry.
"Kita tidak akan pulang," ucap Jerry. Hal itu berhasil membuat Jessica menaikkan satu alisnya, apalagi ketika ia melihat Jerry membuka almari dan mengeluarkan koper.
Jessica pun ikut beranjak dari tempat duduknya, ia menghampiri Jerry yang sedang menata beberapa pakaiannya ke dalam koper.
"Sayang, kita mau kemana?" tanya Jessica yang sedang bersandar di sisi Almari.
Jerry membalikkan tubuhnya, ia menatap Jessica dengan raut wajah yang berhasil membuat Jessica semakin penasaran. Jerry menarik laci nakas untuk mengambil sesuatu disana.
"Sayang! jangan membuat aku penasaran!" seru Jessica, ia pun berjalan menuju ranjang dan menghempaskan diri disana.
Jerry membungkukkan tubuhnya di hadapan Jessica dengan telapak tangan yang berada di kedua bahu Jessica. Wajahnya pun menjadi berseri ketika melihat wajah manyun istrinya itu,
"Senyum dong, Sayang! aku akan mengajakmu ke sebuah tempat yang sangat kamu inginkan," ucap Jerry dengan diiringi senyum manisnya.
"Kemana?" tanya Jessica dengan wajah datar.
"London!" ucap Jerry sambil menunjukkan dua tiket di hadapan Jessica.
Jessica membelalakkan matanya ketika mendengar satu kata yang terucap dari bibir sang suami. London adalah salah satu kota yang ingin ia kunjungi, ia ingin menikmati senja di pinggiran sungai Thames.
"Serius?" Jessica meyakinkan ucapan sang suami.
__ADS_1
"Kapan aku pernah bohong kepadamu! kita akan honeymoon ke London," ucap Jerry seraya menyelipkan anak rambut Jessica ke balik telinga.
Jessica terhenyak dari tempat duduknya, ia menghamburkan diri ke pelukan sang suami. Bahagia, tentu saja Jessica sangat bahagia mendengar kabar ini.
"Terima kasih, Sayang!" ucap Jessica dengan raut wajah bahagianya.
"Sekarang bantu aku mengemas barang-barang yang ada disini, kita harus segera istirahat karena besok kita akan berangkat pagi," ucap Jerry dengan kedua tangan yang ada di pinggang Jessica.
Jessica sangat antusias malam ini, bayang-bayang kota London sudah memenuhi pikirannya. Ia tidak sabar untuk menanti datangnya hari esok, dimana dirinya akan terbang bersama sang pangeran.
...πΉπΉπΉπΉ...
Sinar sang surya mulai naik kepermukaan, penunjuk waktu masih berada di angka enam pagi. Jerry dan Jessica sudah berada di Bandara, mereka duduk di salah satu cafe yang ada di sana.
"Apa kamu tidak bahagia?" tanya Jerry sambil menatap wajah mendung sang istri.
"Tentu saja aku sangat bahagia," ucap Jessica sambil menatap Jerry dengan sorot mata yang berbeda.
Jerry meraih telapak tangan Jessica, ia menggenggam telapak tangan yang terasa sangat lembut itu, "apa yang sedang mengganggu pikiranmu, Sayang? katakan padaku!" tanya Jerry.
Helaian nafas berat akhirnya terdengar disana, Jessica mulai merangkai kata untuk meluapkan satu hal yang membuatnya resah pagi ini.
"Terus?" tanya Jerry yang semakin penasaran.
"Aku ini seorang ibu, bagaimana aku bisa bahagia sepenuhnya jika aku pergi tanpa putraku. Aku tidak bisa membayangkan semua itu, bahagia seorang diri di London sedangkan Fano aku tinggalkan di Bali," setetes bulir bening akhirnya lolos dari pelupuk mata Jessica.
Jerry menahan senyumnya karena melihat kegelisahan Jessica lalu ia melepas genggaman tangannya sebelum mengambil ponsel yang ada di balik saku jaketnya.
"Bisakah kita menjemput Fano dulu? aku ingin mengajaknya ke London," tanya Jessica dengan nada memohon.
Jerry tak menghiraukan ucapan Jessica, ia malah sibuk bermain ponsel, beberapa kali suara sambungan telfon pun terdengar di indera pendengaran Jessica.
"Ish! menyebalkan!! enak aja dia malah main handphone!" gerutu Jessica dalam hatinya.
"Sayang, pindah sini! ada sesuatu yang harus kamu ketahui," ucap Jerry sambil menepuk kursi yang ada di sebelahnya.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara, Jessica pun berpindah tempat seperti yang diinginkan oleh Jerry. Ia mengangkat satu alisnya ketika melihat layar ponsel Jerry.
"Kenapa kita menelfon kak Anne sepagi ini?" tanya Jessica sebelum panggilan terhubung.
"Akan ada hal yang membuatmu terkejut setelah ini," ucap Jerry sambil melingkarkan tangan kirinya di pinggang Jessica.
Panggilan video call bersama Anne akhirnya terhubung dan benar saja, Jessica langsung melebarkan matanya ketika melihat siapa saja yang ada di layar ponsel itu apalagi ketika melihat tempat yang ada di belakang Anne.
"Nikmati honeymoon kalian di London, jangan memikirkan Fano karena dia sangat bahagia berada disini," ucap Anne sambil mengarahkan ponselnya ke arah Fano yang sedang duduk bersama Bu Monik.
"Kami sedang liburan ke Disneyland Tokyo," lanjut Anne dengan diiringi senyum manisnya.
Seketika hal itu membuat Jessica membelalakkan matanya lagi. Ia sama sekali tidak menduga jika Bu Monik dan Anne membawa putranya ke Jepang. Jessica tersenyum melihat raut wajah bahagia Fano, meski wajah kecil itu hanya bisa dilihat lewat layar handphone.
Butuh waktu sepuluh menit untuk mereka berbincang lewat sambungan video call. Akhirnya, Anne pamit untuk untuk mengakhiri panggilannya karena mereka harus segera masuk ke Disneyland.
Raut wajah yang tadinya terlihat mendung, kini hilang sudah dan berganti dengan raut wajah bahagia. Jessica menatap dalam sang suami yang ada di hadapannya dengan sejuta rasa cinta yang semakin kuat.
"Terima kasih, Sayang. Sekarang aku bisa bernafas lega, aku tidak merasa bersalah lagi jika aku bersenang-senang bersamamu di London," ucap Jessica dengan diiringi senyum yang merekah.
"Kebahagiaanmu dan Fano akan menjadi prioritas utama untukku. Jadi, jangan berpikir hal yang bisa membuatmu menjadi murung," ucap Jerry.
Obrolan mereka harus terhenti ketika Dani datang menemuinya. Sang Asisten memberitahukan bahwa jet pribadi yang akan dipakai Jerry telah siap.
"Terima kasih Dan sudah mengatur semuua ini. Selama aku di London, semua urusan perusahaan aku percayakan kepadamu," ucap Jerry sebelum berlalu pergi dari hadapan Dani.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka πβ₯οΈ
Maap ye kalau upnya sedikit telatππ othor juga lagi prepare mau ke London nyusulin Jessica nih.
_
__ADS_1
_
π·π·π·π·