
Malam semakin merangkak naik, penunjuk waktu sudah berada di angka sebelas malam. Bella mengerjapkan matanya tatkala merasakan hawa dingin yang terasa dari AC yang ada di kamarnya.
Bella tersenyum simpul tatkala melihat tubuh polos yang ada di sampingnya, tangannya terulur ke wajah tampan yang tengah terlelap itu.
"Terima kasih Baby, kamu sudah membuatku terbang melayang. Kamu hebat!" gumam Bella dalam hatinya.
Bella menarik selimut tebalnya untuk menutupi tubuh polos milik Ezar, ia pun turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa lendir yang ada di pangkal pa-ha nya. Tak lupa ia memungut piyama tidurnya yang tercecer di lantai.
Beberapa menit kemudian, Bella telah selesai melakukan kegiatannya di kamar mandi. Ia pun bergegas menuju ranjang untuk beristirahat dan menyusul Ezar menuju alam mimpi.
Suara getaran ponsel milik Ezar berhasil membuat kelopak mata Bella terbuka kembali. Ia mengernyitkan keningnya karena ada dua pesan yang masuk di ponsel suaminya di jam malam seperti ini.
"Siapa yang menghubungi Ezar di jam malam seperti ini?" tanya Bella dalam hatinya.
Sejuta rasa penasaran menyelinap ke dalam pikirannya, tiba-tiba pikiran negatif berkeliaran dalam pikirannya, ia semakin gelisah tatkala membaca nama yang tertulis di layar depan ponsel hitam Ezar yang baru saja di raihnya di atas nakas.
"Mrs. Cherry. Siapa dia?" gumam Bella dalam hatinya.
Berbagai spekulasi muncul dalam pikirannya, ia mencoba menerka siapa Mrs. Cherry ini. Haruskah ia membangunkan suaminya dan memberitahu jika ada pesan masuk, atau haruskah dia membuka isi pesan yang membuat dirinya penasaran? ya, itulah yang sedang menari-nari dalam pikiran Bella.
Setelah melewati keresahan yang panjang, akhirnya Bella memutuskan untuk tidak membuka pesan yang ada di ponsel suaminya, ia meletakkan kembali ponsel itu ke tempat semula.
Sebuah pesan masuk kembali membuat ponsel Ezar bergetar. Hal itu berhasil mengusik ketenangan Bella yang baru saja menutup kelopak matanya. Ia kembali meraih ponsel Ezar. Lagi dan lagi nama Mrs. Cherry tampak disana.
Bella mencoba berpikir positif, ia memutuskan untuk membangunkan Ezar. Ia berpikir jika Mrs. Cherry ini adalah rekan bisnis Ezar.
"Baby, bangunlah!" ucap Bella sembari menepuk pipi Ezar.
Berkali-kali Bella menepuk pipi suaminya itu, hingga sang empu membuka kelopak matanya, "Ada apa, Bel? aku ngantuk!" ucap Ezar seraya membalikkan tubuhnya membelakangi Bella.
__ADS_1
"Ada tiga pesan dari Mrs. Cherry," Ucap Bella yang berhasil membuat Ezar duduk di ranjang. Ia segera memakai celana piyamanya dan berjalan menuju balkon kamar dengan ponsel yang ada di genggamannya.
jantung Ezar berpacu lebih cepat, ia terkejut tatkala Bella menyebut nama keramat itu. Ia menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas balkon kamarnya sembari membuka pesan dari Jessica.
Kegelisahan tengah melanda diri Ezar, ia takut jika Bella menanyakan siapa pengirim pesan yang masuk di jam malam seperti ini. Oh sungguh, Ezar benar-benar pusing malam ini.
Sepuluh menit telah berlalu, Ezar memutuskan masuk ke dalam kamarnya setelah menghapus semua pesan dari Jessica.
"Kenapa belum tidur?" tanya Ezar tatkala melihat Bella duduk bersandar di headboard ranjang.
Bella hanya diam sembari menatap ekspresi wajah suaminya, rasa penasaran semakin menggerogoti hatinya, apalagi setelah melihat sikap aneh Ezar setelah menerima pesan dari seseorang yang tidak di kenalinya.
"Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Ezar yang sedang terbaring miring ke arah Bella.
"Siapa Mrs. Cherry itu?" tanya Bella dengan wajah seriusnya.
"Dia rekan bisnis dari Thailand. Jangan berpikir negatif tentang dia." Ucap Ezar tanpa memandang wajah Bella.
"Itu terserah padamu. Mau percaya silahkan, tidak percaya juga tidak masalah. Jangan kotori pikiranmu dengan hal-hal yang tidak pasti." ucap Ezar dengan tenangnya.
Bella akhirnya menepis pikiran buruknya, ia mencoba berpikir positif agar tidak terjadi perdebatan panjang dengan Ezar.
"Istirahatlah, ini sudah malam." Ezar menepuk bantal disisi nya, sebuah kode untuk Bella agar segera masuk ke dalam dekapan Ezar. "Jangan berpikir negatif, bukan kah selama ini kamu tahu jika aku tidak pernah bermain-main bersama wanita lain di belakangmu?" ucap Ezar sembari mengusap rambut hitam milik Bella.
Akting yang dilakukan Ezar begitu sempurna, demi menutupi kebohongannya, ia harus bersikap manis di hadapan Bella. Sungguh, ia sebenarnya malas untuk melakukan itu. Cintanya kepada Bella telah memudar sejak kehadiran Jessica dalam hidupnya. Ezar masih menyimpan kekecewaan yang besar kepada ibu yang melahirkan putrinya itu.
Bella tak bergeming, ia hanya diam dengan pikiran yang berkelana jauh entah kemana. Dengkuran halus terdengar dari pria yang sedang mendekap tubuhnya ini. Cukup lama Bella tenggelam dalam lamunannya sendiri, hingga matanya terpejam tatkala penunjuk waktu ada di angka dua dini hari.
...🌹🌹🌹...
__ADS_1
Satu minggu kemudian ....
Liburan telah usai, semua kembali ke aktifitas masing-masing. Setelah lima hari berada di Bali kini Jeje dan Jerry harus bekerja keras menyelesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk selama beberapa hari ini.
Setumpuk berkas telah menanti Jerry di meja kerjanya, meeting tertunda bersama rekan kerjanya pun harus segera di selesaikan, membuatnya benar-benar sibuk di kantor. Begitu pun dengan Jeje, ia harus memeriksa laporan harian yang menumpuk di meja kerjanya.
Suara dering ponsel dari dalam tas berhasil membuat Jessica meletakkan bulpoin yang ada di tangannya. Senyum manis terbit dari bibirnya tatkala melihat panggilan video masuk dari sang kekasih.
Wajah tampan Ezar nampak disana, Ia tak henti untuk mengucapkan kata rindu kepada Jessica. Terlihat jelas jika Ezar memilik kerinduan yang besar kepada Jessica.
"Je, jangan menampakkan wajahmu yang menggoda itu!" seru Ezar tatkala melihat tatapan mata Jessica yang menggoda.
"Kalau begitu segera lah pulang jika merindukanku," ucap Jeje dengan suara lembutnya.
Wajah frustasi terlihat jelas dari wajah tampan Ezar. Ia harus menahan rindu dengan Jessica sampai minggu depan karena saat ini ia sedang berada di Malaysia untuk mengurus bisnisnya.
"Cepat selesaikan pekerjaanmu jika ingin menikmati STMJ di Apartemen," Ucap Jessica dengan tatapan yang menggoda.
Ezar semakin kesal melihat ekspresi wajah Jessica, ia mendesis melihat kelakuan nakal wanita kedua nya ini.
_
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️
_
__ADS_1
_
🌷🌷🌷🌷🌷