
Jerry mengerjapkan mata ketika tangannya tak menemukan sosok yang tidur disampingnya. Ia seketika terduduk sambil bersandar di headboard ranjang untuk mengumpulkan separuh nyawa yang masih tersangkut di alam mimpi.
"Jeje kemana ya?" gumam Jerry ketika tak mendengar apapun dari kamar mandi.
Jerry menaikkan satu alisnya ketika membuka pintu kamar mandi, tak ada siapapun disana. "Astaga! kemana dia?" Jerry segera kembali ke ranjang untuk mencari ponselnya disana.
"Pergi kemana dia?" tanya Jerry ketika menemukan sebuah pesan tertulis yang di letakkan di bawah ponselnya.
Sayang, aku keluar sebentar.
Jerry mendengus kesal karena Jessica pergi dari hotel tanpa dirinya. Ia semakin panik ketika Jessica tak kunjung kembali ke Hotel padahal hampir satu jam Jerry menunggu kedatangannya. Banyak pikiran negatif yang berkeliaran dalam kepalanya.
"Aku sudah gak sabar lagi, aku harus mencari Jessica," ucap Jerry seraya beranjak dari ranjang. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum keluar dari Hotel ini.
Sepuluh menit waktu yang cukup untuk Jerry membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Ia segera memakai T-shirt polos berwarna hitam yang baru saja ia keluarkan dari koper.
Jerry mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara pintu yang terbuka, hal itu membuat Jerry menghentikan kegiatannya saat ini, bagian bawah tubuhnya masih terbalut dengan handuk putih.
Wajah murung serta bibir yang mengerucut tampak jelas di wajah Jessica, semua itu membuat Jerry penasaran dengan apa yang terjadi.
"Sayang! kamu dari mana saja? aku sangat khawatir denganmu," tanya Jerry sambil berjalan menuju tempat Jessica berada saat ini. Ia pun duduk di samping sang istri yang sedang tertunduk dengan kedua telapak tangan yang menutupi wajahnya.
"Aku kesal! aku marah!"
Sungguh, ucapan Jessica berhasil membuat Jerry harus menahan tawanya. Bagaimana bisa Jessica mengucapkan semua itu tanpa mengatakan alasannya.
__ADS_1
"Katakan, apa yang membuatmu marah seperti ini?" tanya Jerry sambil mengarahkan tubuh Jessica agar menghadap ke arahnya.
Helaian nafas berat terdengar disana, Jessica terpaksa menceritakan semua kejadian yang baru saja di alaminya. Ia pun akhirnya mengatakan kepada Jerry tentang rencana kejutan yang seharusnya ia berikan saat ini.
"Sudahlah, jangan murung seperti ini hanya karena hal kecil, aku tidak masalah jika tidak ada kue ulang tahun untukku," ucap Jerry sambil merapikan rambut Jessica yang berantakan.
"Sekarang mandilah karena saat ini aku sedang ingin kerang abalon sebagai pengganti kue ulang tahun untukku, sajikan kerang abalon mu di atas sana," ucap Jerry dengan jari telunjuk yang terarah ke ranjang.
Sebuah senyum manis akhirnya terbit dari bibir Jessica ketika mendengar permintaan kecil dari sang suami. Ia segera bangkit dari sofa dan berlalu menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Jessica akhirnya keluar dari kamar mandi dan tubuhnya hanya terbalut bathrobe putih. Rambut hitamnya di biarkan tergerai begitu saja.
"Aku ingin kerang abalon mu di penuhi banyak mayonaise pagi ini. Aku akan menghukummu karena kamu telah berani pergi tanpa aku, Sayang!" ucap Jerry ketika menarik tubuh Jessica hingga terjerembab ke tubuhnya.
"Aw ... aku sangat takut dengan hukumanmu, Tuan Wongso," ucap Jessica dengan suara yang manja. Tangannya pun sudah bergerak lincah untuk mencari sesuatu yang sudah berdiri tegak di balik handuk putih yang menutupinya.
Jerry pun mengulas senyumnya ketika mendengar ucapan Jessica, ia semakin bersemangat kala tangan Jessica mulai bermain-main di senjata pamungkasnya.
"Happy birthday, Suamiku," ucap Jessica sebelum me-lu-ma-t bibir kenyal milik Jerry.
Pertempuran sengit telah terjadi di atas ranjang bersprei putih itu. Lenguhan manja lolos dari bibir keduanya karena rasa nikmat yang tidak bisa di ungkapkan dengan apapun. Jessica benar-benar menepati ucapannya, kali ini Jessica lah yang mengendalikan permainan hingga Jerry menyemburkan lahar panas di gua garba miliknya.
"Ouhh ... terima kasih, Sayang! kamu hebat," ucap Jerry dengan nafas yang terengah.
...🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
Waktu terus berjalan, detik demi detik telah berlalu. Penunjuk waktu sudah berada di angka empat sore waktu London. Pasangan suami istri yang seharian ini memadu kasih di kamar, kini bersiap untuk pergi jalan-jalan menghabiskan waktu berdua.
"Kita ke sungai Thames dulu ya," ucap Jessica ketika mereka berdua berada di halaman hotel.
"Baiklah, tunggu sebentar lagi, petugas hotel akan mengantar kemanapun kita pergi," ucap Jerry sambil mengusap rambut Jessica.
Jerry sengaja membooking hotel sekaligus kendaraan beserta sopirnya untuk mengantar kemanapun mereka pergi selama di London, entah berapa banyak uang yang harus ia keluarkan untuk biaya selama berada di London.
Pergi ke London tidak akan sempurna jika belum mengunjungi sungai Thames karena di sana terkenal dengan beberapa spot yang bisa memanjakan mata, salah satunya adalah jembatan Tower Bridge, jembatan itu mempunyai struktur bangunan yang indah untuk di pandang.
Jerry mengajak Jessica pergi ke Borough Market terlebih dahulu untuk mencicipi makanan berkualitas tinggi yang di jual di sana. Mereka berdua membeli beberapa makanan untuk di bawa bersantai di dekat sungai Thames setelah ini.
Setelah puas berada di Borough Market, akhirnya mereka berdua jalan kaki menuju salah satu spot yang enak untuk bersantai. Jessica duduk di samping Jerry dengan kepala yang di sandarkan di bahu kokoh milik Jerry. Namun, baru saja menikmati waktu berdua dengan Jerry, ia harus di kejutkan dengan suara yang tak asing di indera pendengarannya.
"Kalian!" Seru Jessica setelah melihat dua orang gadis yang sedang cekikikan di bangku yang tak jauh dari tempat Jessica berada saat ini.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️
Hari ini udah double up yeee😂
Wah ada yang bisa nebak gak? hal konyol apa lagi yang terjadi dengan Jessica dan dua gadis aneh tadi. Cari tahu Yuk di karya Crazy_Girl dengan genre komedi🤣
__ADS_1