Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
Kenapa sulit sekali?


__ADS_3

Indonesia.


Semilir angin tengah menerpa seorang wanita yang sedang berdiri di balkon kamarnya, menatap langit biru dengan gradasi jingga di cakrawala barat, pertanda senja akan segera tiba.


"Kenapa berdiri disini?" tanya sang suami dengan diiringi sebuah tepukan di bahu wanita itu.


Sepasang suami istri itu tak lain adalah Bella dan Ezar. Sejauh ini hubungan mereka berjalan normal seperti dulu atau lebih tepatnya sebelum Ezar mengenal Jessica. Terkadang Bella harus merasakan kekecewaan ketika mendengar Ezar menyebut nama Jessica dalam tidurnya, pria itu belum sepenuhnya melupakan Jessica.


Bella tak lagi mempermasalahkan hal itu, ia sadar jika dirinya ikut andil dalam perselingkuhan sang suami. Ia mencoba menguatkan hati meski terkadang semua itu terasa menyakitkan. Bella tidak mau rumah tangganya hancur begitu saja, apalagi setelah mengetahui perbuatan ibu dan kakaknya di masa lalu.


Cinta yang baru bersemi kini telah di bawa lari. Mungkin itulah yang sedang terjadi kepada Ezar. Terlalu sulit untuknya melupakan sosok Jessica yang sempat hadir mewarnai hidupnya yang sepi, ia harus menerima jika Jessica telah bahagia bersama pria lain. Ezar mencoba untuk memperbaiki rumah tangganya bersama Bella, ia tidak mau putrinya menjadi korban keegoisannya.


"Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Ezar yang kini berdiri di samping Bella, pandangannya pun menyapu taman yang ada di bagian depan rumahnya.


"Mama ingin bertemu Jessica, setiap hari Mama meminta kepadaku untuk mengantarnya ke rumah Jessica," ucap Bella dengan nada penuh sesal.


"Kalau begitu turuti saja permintaan Mama, minta Kak Fery dan kak Siva mengantarmu kesana," ucap Ezar tanpa menatap sang istri.


"Kamu tidak ingin mengantarku, Baby?" Bella menatap wajah Ezar dari samping.


"Tidak!" jawab Ezar dengan singkat. Ia memutuskan untuk kembali ke kamar, meninggalkan Bella sendiri di balkon kamar.


Bella menghela nafasnya ketika menyadari sikap sang suami jika ada hal yang menyangkut tentang Jessica. Ia paham betul apa yang ada dalam pikiran suaminya saat ini.


"Semoga Tuhan memberikanmu hidayah, Baby. Aku selalu berdoa agar kamu segera move on dari Jessica," gumam Bella dalam hatinya. Jujur saja, setiap mengingat apa saja yang dilakukan sang suami, hatinya menjadi sakit. Wanita mana yang rela melihat suaminya bersama wanita lain, apalagi mereka terang-terangan bermesraan di hadapannya.


Bella sudah meninggalkan geng sosialitanya, ia benar-benar fokus mengurus Alana dan Ezar dirumah, apalagi saat ini Bu Lidya ada di rumahnya, tentu saja setiap hari ia menemani Bu Lidya agar tidak melamun di kamar.

__ADS_1


Bu Lidya menghabiskan hari-harinya dengan dipenuhi rasa bersalah, meski mengetahui Jessica telah menikah dan hidup bahagia bersama seorang pria, Bu Lidya tetap saja di hantui rasa bersalah. Mimpi buruk hampir setiap malam datang menghantuinya.


"Ampun ... ampun ... ampun!" Begitulah teriakan Bu Lidya ketika mimpi buruk mendatanginya.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Langit biru telah menjadi gelap, gemerlap bintang mulai bermunculan untuk menghiasi langit gelap gulita itu. Penunjuk waktu sudah berada di angka tujuh malam, tapi sebuah mobil Alphard berwarna putih sudah terparkir di halaman rumah Jessica.


Tadi sore seusai berbicara dengan suaminya, Bella menelfon Siva. Ia meminta bantuan sang kakak untuk mengantar Bu Lidya menemui Jessica di rumahnya. Wanita paruh baya itu benar-benar ingin memperbaiki semua kesalahannya di masa lalu, mendapat maaf dari Jessica adalah kunci utamanya.


"Mama di dalam mobil saja, ya. Nanti kalau Jessica sudah keluar, Mama kami bawa keluar dari mobil," ucap Siva ketika membuka pintu yang ada di samping Bu Lidya.


Bu Lidya menganggukkan kepalanya pelan sebelum anak dan menantunya keluar dari mobil. Beliau menatap kedua putrinya yang sedang berdiri di depan pintu rumah yang tertutup rapat.


Tok ... tok ... tok ....


"Selamat malam Pak, Bu ... mau cari siapa ya?" tanya ART Jessica.


"Kami ingin bertemu dengan Nona Jessica, apa dia ada di Rumah?" tanya Bella dengan suara yang lembut.


"Maaf Bu, Nyonya Je tidak ada dirumah ini, beliau pergi bulan madu Ke London," ucap ART Jessica sambil menatap Bella.


"Apakah Fano ikut bersama Jessica ke London?" tiba-tiba Fery mengeluarkan suaranya, hal itu membuat Siva menatap dirinya dengan sorot mata yang tak bersahabat.


"Maaf pak untuk hal itu saya kurang tau, karena sejak menikah Nyonya dan Den Fano tidak pulang ke rumah ini." ART Jessica sempat takut melihat ketiga orang asing yang berdiri di hadapannya, karena selama ini tak ada yang bertamu ke rumah ini selain Jerry dan orang terdekat Jessica.


"Setelah ini aku harus laporan ke Nyonya Je jika ada orang yang mencari Nyonya Je dan Den Fano." batin sang ART.

__ADS_1


Mereka bertiga berlalu dari hadapan Asisten rumah tangga Jessica, tentu saja mereka pamit terlebih dahulu sebelum pergi.


"Ma, Jessica masih Ke London. Kita pulang ya, Ma." Bella berucap dengan suara yang lembut kepada Bu Lidya.


"Kalian tidak membohongi Mama 'kan?" Bu Lidya belum percaya dengan apa yang di ucapkan Bella.


"Kami tidak bohong Ma, setelah Jessica pulang kami akan mengantar Mama lagi." kali ini Siva ikut membujuk sang Mama agar tidak terlalu kecewa.


Wajah yang tadinya berseri kini menjadi redup bagai lampu yang kehilangan energi. Bu Lidya kecewa karena sampai saat ini belum juga bertemu dengan Jessica. Bu Lidya hanya bisa bergumam dalam hatinya, merasakan keresahan yang tengah melanda hatinya yang rapuh.


"Tuhan ... kenapa sulit sekali untuk menemui Jessica, aku benar-benar menyesal atas semua perbuatan yang aku lakukan dulu."


"Ya Rabb ... jika memang penyakit hamba saat ini adalah sebuah balasan atas kejahatan di masa lalu, maka hamba menerima dengan lapang dada."


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka โ™ฅ๏ธ๐Ÿ˜


Maap yaa hari ini keluarga Aruna othor munculin sebentar๐Ÿ˜‚


_.


_.


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท

__ADS_1


__ADS_2