Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
Potret Keluarga Bahagia,


__ADS_3

"Jangan keluar dari mobil, aku dan Fano segera kesana!" ucap Jessica sebelum mengakhiri panggilan telfon dari Ezar.


Seulas wajah bahagia terlukis indah di wajah kecil Fano, ia begitu bersemangat pagi ini setelah mendengar kabar dari Jessica jika hari ini mereka akan pergi ke puncak Bogor.


Jeje segera meraih tas 'kremes' nya sebelum keluar dari butik bersama Fano. Ia menitipkan urusan butik dan salon kepada pegawai kepercayaannya. Sebuah mobil berwarna hitam terparkir di sisi kanan butiknya, ia pun segera menghampiri mobil mewah itu.


Jeje membuka pintu belakang untuk Fano dan ternyata disana ada Alana yang sedang menatap lurus ke layar datar yang ada di genggamannya.


"Alana sayang ... say hallo ke tante Cherry dan kakak Fano dulu nak," ucap Ezar yang ada di kursi kemudi, membuat Alana meletakkan layar datarnya.


"Hallo Tante Cherry ... hallo kakak Fano ...." ucap Alana sembari menatap Jeje dan Fano bergantian, tak lupa ia menjabat tangan keduanya.


"Duh gadis kecil yang pintar!" ucap Jeje sembari mengusap rambut Alana penuh dengan kelembutan, "Kak Fano boleh duduk disini bersama Alana?" tanya Jeje, tentunya dengan diiringi senyumnya yang menawan.


"Boleh tante, sini ... sini ... kak Fano," Alana menggeser tempat duduknya, Fano pun duduk di samping Alana.


Setelah memastikan Fano dan Alana duduk dengan aman, Jeje segera naik ke kursi yang ada di depan, tak lupa ia memakai sabuk pengaman sebelum Ezar melajukan perjalanan menuju Puncak Bogor.


Keheningan terjadi di dalam mobil yang membelah jalanan ibu kota ini, Jeje tiba-tiba menjadi canggung ketika ada di dekat Ezar, apalagi ada dua makhluk kecil yang ada di belakangnya.


Ezar menatap Alana dan Fano lewat kaca spion dalam mobil, ia tersenyum simpul tatkala melihat kedua makhluk kecil yang ada di belakang masih sama-sama diam.


"Fano, Alana ... kenapa kalian diam? Fano gak mau jadi temannya dede Alana?" tanya Ezar sembari menatap Fano lewat kaca spion dalam.


"Memangnya boleh ya Om kalau Fano ngobrol dengan Dede?" Pertanyaan polos Fano berhasil membuat Jessica tergelak di tempatnya.


Jeje pun memiringkan tubuhnya untuk menatap Fano dan Alana, ia menjadi gemas setelah menatap wajah lucu Fano, "Tentu saja, Fano boleh ngobrol dengan dede Alana, kalian boleh bermain bersama. Fano coba ajari dede Alana bernyanyi seperti di sekolah," ucap Jeje dengan diiringi senyum manisnya.


Gelak tawa kedua bocah kecil itu pun akhirnya menggema di dalam mobil, menemani kedua orang dewasa yang sedang di mabuk asmara ini. Ini adalah pertama kalinya Jeje mengajak Fano keluar bersama patner bermainnya, entah mengapa kali ini ia benar-benar percaya kepada Ezar.

__ADS_1


Waktu terus berlalu begitu cepat, mobil hitam yang di kendarai Ezar telah sampai di kawasan Puncak. Ezar terus melajukan kuda besinya sampai di sebuah Villa yang sangat luas dengan pemandangan bukit hijau yang menyegarkan mata.


"Kita sudah sampai," ucap Ezar setelah mobil berhenti di halaman luas Villa bertuliskan Star's Villa.


Keduanya turun dari mobil, tak lupa mereka menurunkan dua bocah kecil yang sedang menatap takjub pemandangan yang ada di sekitar Villa.


"Papa ... Alana mau disini aja, Alana gak mu pulang ya Pa?" rengek Alana yang sedang berdiri di samping Ezar.


"Fano juga gak mau pulang, kita pindah rumah disini aja ya ma!" ucap Fano dengan pandangan mata yang melukiskan sebuah kekaguman atas ciptaan Sang Kuasa.


Ezar hanya tersenyum simpul, lalu ia membawa Jeje dan anak-anak untuk masuk ke dalam Villa miliknya ini. Kedua bocah kecil itu berlarian kesana kemari setelah melihat interior yang ada di dalam Villa, gelak tawa pun menggema disana.


Jeje duduk di sofa yang ada di ruang keluarga dengan kaca besar yang menampilkan sebuah pemandangan asri yang menenangkan jiwa. Sesaat kemudian, Ezar pun datang dengan membawa dua minuman, ia duduk di samping Jeje dengan pandangan mata yang terpaku kepada wanita cantik di hadapannya.


"Minumlah dulu, Je!" ucap Ezar sembari memberikan satu minuman untuk Jessica.


"Terima kasih," ucap Jeje diiringi dengan senyum khas yang terukir dari bibir sensualnya.


Jeje menggenggam tangan Ezar sebagai bentuk rasa pedulinya kepada pria yang berhasil membuatnya terbang bersama suara erangan manja yang keluar dari bibirnya satu hari yang lalu. Ia pun beberapa kali menenangkan pria yang sedang memendam rasa kecewa kepada istrinya itu.


"Papa ... disana ada kolam renang Pa!" Teriak Alana ketika menemukan sebuah keindahan di luar Villa.


"Om ... apa kita boleh berenang disana?" kini giliran Fano yang bertanya kepada Ezar.


"Tentu saja, nanti kita akan berenang bersama, tapi kita sekarang harus tidur dulu, kita istirahat dulu ya. Nanti sore kita akan bermain disana," ucap Ezar sembari menunjuk taman yang tak jauh dari kolam renang di luar Villa.


Sorak kebahagiaan terdengar dari kedua bocah yang saling bergandeng tangan ini, mereka masih berdiri di balik kaca besar yang ada di ruang keluarga.


*

__ADS_1


*


Matahari terus bergerak ke ufuk barat, menandakan sore hari telah tiba. Kabut terlihat menyelimuti gunung yang terlihat hijau itu, hawa dingin pun perlahan datang menghampiri keempat manusia yang sedang bermain di dalam kolam renang itu.


Sebuah potret keluarga harmonis tergambar disana, senyum bahagia terukir jelas di wajah masing-masing. Jeje segera naik pinggiran kolam renang tatkala tubuhnya terasa menggigil, ia memutuskan untuk mengakhiri permainan air ini.


"Anak-anak sekarang kita mandi yuk! kita sudah terlalu lama bermain air, Sayang ...." ucap Jeje yang duduk di tepi kolam.


Akhirnya Ezar pun mengangkat kedua bocah kecil itu ke tepi kolam. Tubuh mereka sudah kelihatan pucat karena sudah terlalu lama bermain-main di dalam air ini.


"Ayo Alana dan Fano ikut Mama, biar Mama yang membersihkan tubuh kalian, oke?" ucap Jeje sembari menatap kedua bocah kecil yang sedang mengigit bibir masing-masing.


Sebuah raut wajah bahagia terlukis di wajah tampan Ezar tatkala menyaksikan pemandangan indah di hadapannya. Bayangan membangun rumah tangga bersama Jessica berkeliaran dalam pikirannya, apalagi melihat kelembutan Jeje yang di berikan kepada Alana.


"Kenapa aku terlambat menemukanmu, Je?" gumam Ezar dalam hatinya, ia tersenyum keluh setelah sadar dengan apa yang baru saja di ucapkannya.


Ezar pun berjalan menuju kursi sun longer yang ada di tepi kolam. Ia menikmati sebatang rokok miliknya sembari melihat hasil jepretan kamera ponselnya. Lagi dan lagi ia tersenyum bahagia melihat fotonya bersama Jessica, Alana dan Fano. Sungguh, mereka seperti keluarga harmonis impian semua orang.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️


Maap ye upnya terlambat terus🙏othornya lagi teler kena obat flu 😰


_


_

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2