
"Oh Ezar ...." lenguh Jessica dengan mata yang terpejam.
Suara lenguhan Jessica manambah gairah yang berkobar dalam diri Ezar. Perlahan ia melepas kemeja yang melekat di tubuh Jessica, menyisakan penutup bukit berwarna hitam dengan tali yang menggantung di leher Jessica.
Tangan kanan Ezar menelusuri tulang belakang Jessica, membuat tubuh mulus itu menggelinjang tak karuan karena merasakan sensasi yang membakar gairahnya.
"Emmmh ...." Jessica mendesis pelan. Ia meletakkan kedua tangannya di atas meja untuk menopang tubuhnya.
Lidah Ezar menyusuri bagian belakang tubuh Jessica, di mulai dari leher jenjang itu dan berakhir di pinggangnya. Tangannya tak henti merayap di bagian depan tubuh Jessica, dua bukit yang masih terbungkus kain hitam pun menjadi sasarannya.
Sapuan lidah Ezar kembali ke tengkuk mulus milik Jessica, ia bermain-main disana untuk memberikan sensasi lain kepada wanita yang tengah melenguh karena menahan sebuah rasa yang menggelora di dalam jiwa.
"Ahh ...." Lenguh Jeje tatkala merasakan Gigitan kecil di tengkuknya. Beberapa tanda kepemilikan pun tercetak rapi disana.
"Aku tidak tahan Je, kali ini biarkan aku membawa mu terbang bersama menuju sorga dunia." Lirih Ezar di telinga Jessica, ia menggigit kecil daun telinga milik Jessica.
Tak ada jawaban yang terucap dari bibir Jessica, namun tubuhnya telah memberikan sebuah jawaban kepada Ezar. Perlahan Ezar mulai menarik dua tali yang bersatu di tengkuk Jessica, ia melepas penutup bukit yang sejak tadi menyembunyikan dua gundukan besar yang menantang itu.
Ezar membalikkan tubuh Jessica agar menghadapnya, ia menatap wajah cantik yang sedang memerah itu karena menahan gairah yang sudah berkumpul di ubun-ubun.
Kedua bibir itu kembali bertautan, menyesap satu sama lain dengan hasrat yang menggebu. Tanpa di komando kedua tangan Jessica membuka satu persatu kancing kemeja navy yang melekat di tubuh kekar Ezar.
Bagian atas tubuh keduanya sama-sama polos, Ezar tak henti menatap kagum keindahan yang terpampang di hadapannya, dua benda kenyal dengan puncak yang tidak terlalu besar serta areola yang berwarna merah muda semakin membuat Ezar ingin segera menikmati puncak yang sudah menegang itu.
Ezar membungkuk kan tubuhnya untuk menikmati puncak bukit yang menantang itu, lidahnya bermain-main di atas puncak itu dengan lincahnya. Lenguhan panjang berhasil lolos dari bibir merah Jessica.
"Em Ezar ...." Jessica mendesis tatkala merasakan tangan Ezar meremas dua bongkahan padat miliknya yang masih terbalut rok selutut bermotif bunga mawar itu.
Tangan Jessica bergreliya di tubuh kekar Ezar, setelah puas menyusuri bagian atas tubuh Ezar, kini tangannya mulai membuka ikat pinggang yang melingkar di pinggang Ezar.
__ADS_1
Celana hitam itu pun akhirnya terlepas dari tubuh Ezar, menyisakan segitiga berwarna biru dongker sebagai penutup pisang yang sudah menegang sejak tadi.
Adegan demi adegan telah mereka lalui, tangan Jeje masih bermain-main dengan pisang yang siap untuk merasakan himpitan lorong gua garba milik janda suci ini.
Ezar mengangkat tubuh Jessica ke dalam gendongannya, ia membawa tubuh Jessica ke dalam kamar yang tertata rapi itu dengan kedua bibir yang saling bertautan.
Perlahan tapi pasti Ezar menurunkan tubuh Jessica ke atas ranjang empuk yang ada disana. Ezar pun menarik rok yang masih menutupi bagian bawah tubuh Jessica.
Tatapan kagum terpancar dari sorot mata Ezar tatkala melihat tubuh Jessica hanya terbalut
G-string hitam untuk menutupi tempat bulu pubis tumbuh disana.
Ezar merangkak naik ke atas ranjang untuk mengungkung tubuh yang hampir polos itu. memfokuskan tujuan pertamanya di dua puncak bukit yang siap menerima gigitan manja darinya.
Erangan demi erangan keluar dari bibir Jessica, suara yang sedang menahan nikmat itu menggema dalam kamar yang luas ini, apalagi ketika Ezar mendaratkan jarinya di area V milik Jessica.
Kedua pa-ha Jessica terbuka lebar, tatkala jari tengah Ezar menelusup ke dalam lembah yang telah basah itu untuk mencari biji kacang yang telah lama tersembunyi disana.
Tubuh Jessica semakin menggelinjang tatkala sebuah rasa nikmat telah bersatu di satu titik, rasa itu siap untuk di ledakkan bersamaan dengan erangan panjang Jessica.
Ezar tersenyum penuh kemenangan tatkala melihat tubuh Jessica menegang. Ia semakin mempercepat gerakan tangannya agar Jessica merasakan puncak ke-ni-k-ma-ta-n yang sudah lama tidak di rasakannya.
"Ah .... Ezar!" pekik Jessica tatkala rasa nikmat itu menyerang dirinya.
Kedua sudut bibir Ezar tertarik ke dalam ketika menatap Jessica dengan nafas yang memburu. Ia turun dari ranjang untuk mencari sesuatu yang tersimpan di dalam laci meja rias.
"Kamu sudah siap, Je?" tanya Ezar yang sedang berdiri di sisi ranjang.
"Zar, ini pertama kalinya aku melakukan hubungan intim setelah kejadian tujuh tahun yang lalu." ucap Jeje dengan tatapan mata sayu nya.
__ADS_1
"Terima kasih sudah menjaga milikmu dari pria-pria hidung belang yang sudah kamu kencani," ucap Ezar sebelum menggigit bungkus kecil yang ada di genggamannya.
Jeje menyatukan kedua alisnya tatkala mendengar ucapan Ezar, ia tidak menyangka jika Ezar mengetahui sepak terjangnya bersama pria sebelum Ezar, "Kamu tahu masa lalu ku, Zar?" tanya Jessica.
"Itu tidak penting saat ini, lebih baik kamu memasangkan ini demi menjaga keamanan dirimu." ucap Ezar sembari menyerahkan bungkus balon kecil yang sudah terbuka.
Ezar menarik tangan Jessica agar tubuhnya duduk di sisi ranjang. Tangannya mulai bergerak di atas pisang panjang yang menegang itu, dan beberapa detik kemudian balon itu terpasang sempurna di pisang milik Ezar.
Ezar kembali membaringkan tubuh Jessica di atas ranjang, ia memposisikan diri di antara kedua kaki Jessica yang terbuka lebar.
"Oh ****! sempit sekali!" ucap Ezar tatkala merasa kesulitan untuk menerobos masuk ke dalam gua basah milik Jessica.
"Pelan-pelan saja, Mr. Ban," lirih Jessica dengan mata yang sudah sayu.
Setelah beberapa menit berusaha masuk, akhirnya kedua tubuh polos itu menyatu dengan di iringi erangan-erangan yang lolos dari bibir Jessica. Pertahanan yang selama ini di bangun oleh Jessica kini hancur sudah di bawah kungkungan Ezar.
Berkali-kali ia harus mengerang di bawah kungkungan tubuh suami orang, sesekali rasa bersalah menelusup ke dalam hatinya, namun semua itu telah di runtuhkan oleh kenikmatan yang di rasakannya saat ini.
Hubungan yang berawal dengan niat bermain-main saja, kini harus menyeret hati dan tubuh yang di miliki oleh Jessica. Pertahanannya kalah, ia sudah melibatkan hatinya dalam permainan terlarang ini.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍
Uh panas sekali pagi ini!!😜
_
__ADS_1
_
🌷🌷🌷🌷🌷