Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
Yang kalian tunggu!!


__ADS_3

Waktu terus berjalan hingga mengantar sepasang pengantin baru itu sampai di acara resepsi sesi dua yang di gelar mulai pukul tujuh malam. Kali ini acaranya lebih santai daripada acara yang di gelar tadi siang.


Tamu undangan yang hadir di sesi dua adalah rekan-rekan bisnis Jerry dan beberapa teman yang datang dari di luar kota. Beberapa penyanyi terkenal di indonesia pun di datangkan Jerry untuk menghibur para tamu yang hadir di pesta pernikahannya.


Dari pintu masuk, terlihat Fela dan Bayu masuk bersama keluarga masing-masing. Meski tadi siang mereka sudah hadir disini, tapi Jerry meminta mereka untuk datang lagi.


"Kalian makan dulu ya, aku mau menemui temanku disana sebentar," ucap Jerry setelah menyambut kedatangan dua sahabatnya. Lalu ia menggandeng tangan Jessica agar ikut bersamanya.


Acara sesi dua lebih melelahkan daripada acara resepsi sesi satu, karena Jerry dan Jessica harus menemui satu persatu tamu-tamu penting yang telah hadir. Jerry tidak mau berdiam diri di atas pelaminan karena ia harus menghormati kedatangan kolega yang dari luar kota.


Lima belas menit telah berlalu, kini sepasang pengantin baru itu duduk bersama kedua sahabatnya. Mereka sedang menghabiskan waktu walau hanya sebentar, karena momen ini susah terjadi karena kesibukan masing-masing.


"Jer, aku penasaran, siapakah yang nanti kalah dalam pertempuran?" celetuk Bayu setelah selesai menikmati makan malam.


"Haruskah aku melakukan siaran langsung, agar kalian tahu siapa yang kalah nanti?" tanya Jerry tanpa berpikir panjang.


"Ih norak!" decak Fela sambil menatap sinis Bayu dan Jerry.


Semakin malam tamu yang hadir semakin banyak, Bayu dan Fela memutuskan untuk segera pulang karena mereka ingin Jerry fokus dengan tamu-tamu pentingnya.


Malam semakin merangkak naik, penunjuk waktu sudah berada di angka sepuluh malam. Karena melihat wajah Jessica yang terlihat lelah, akhirnya Jerry memutuskan untuk mengantar Jessica ke kamar.


"Apa tidak masalah kalau kamu menemui para tamu tanpa aku?" tanya Jessica ketika mereka berlalu meninggalkan tempat resepsi.


"Tidak masalah, lagian waktu resepsi sudah selesai 'kan. Aku bisa menemui mereka seorang diri," ucap Jerry dengan wajah yang berseri, ia seakan tak merasakan lelah hari ini.


Jessica mengernyitkan keningnya ketika melihat Jerry menekan angka delapan di deretan angka yang ada di samping pintu lift. Ia menerka kemana Jerry akan membawanya.


"Kamar kita bukan di lantai delapan kan? perasaan kamar kita tadi ada di lantai tiga," tanya Jessica sambil menatap Jerry.


"Kamu akan tahu nanti, Sayang," ucap Jerry dengan diiringi senyum yang bisa menambah ketampanannya.


Sesampainya di lantai delapan, Jessica mengikuti langkah Jerry menuju presidential suite room nomor 001. Setelah pintu terbuka lebar dengan menggunakan kartu yang ada di tangan Jerry, mereka pun akhirnya masuk ke dalam kamar yang sangat luas itu.


Jessica tertegun ketika


melihat ranjang yang di penuhi kelopak bunga mawar berbentuk icon love, ia mengedarkan pandangan untuk mengagumi dekorasi indah yang menghiasi kamar itu.


"Istirahatlah, barang-barang kita sudah tertata rapi di Almari. Aku akan kembali satu jam lagi," bisik Jerry dengan sorot mata penuh makna, tak lupa ia mengecup bahu Jessica yang sedikit terbuka sebelum berlalu.


Jessica menghempaskan diri di atas sofa panjang yang ada di dekat ranjang. Matanya masih menyapu isi ruangan yang memiliki fasilitas lengkap.


"Aku harus bersiap sebelum Jerry datang ke kamar ini," ucap Jessica seraya beranjak dari sofa.


Ini adalah bukan malam pertama Jessica, meski begitu, tetap saja ia di landa rasa gugup seperti dulu, saat pernikahan pertamanya bersama Fery. Setelah menghabiskan waktu lima belas menit untuk melepas semua gaun dan aksesoris yang melekat di tubuhnya, akhirnya Jessica memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi. Ia mengisi bath up dengan air hangat untuk merendam diri sebelum bertempur nanti.


Jessica memejamkan mata ketika indera penciumannya di manjakan dengan aromaterapi yang ada di dekat bath up. Ia merasakan betapa nikmatnya berendam dalam air hangat yang di penuhi gelembung sabun setelah seharian melakukan aktivitas melelahkan.


Tak terasa lebih dari dua puluh menit Jessica berendam di dalam bath up, ia membuka kelopak matanya ketika mendengar suara ketukan pintu kamar mandi, samar-samar ia mendengar suara Jerry dari luar.


"Aku baik-baik saja, sebentar lagi aku akan keluar," teriak Jessica setelah Jerry menanyakan keadaannya.

__ADS_1


Tak berselang lama, akhirnya Jessica membuka pintu kamar mandi. Ia terkesiap ketika melihat Jerry yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Sudah ku siapkan air hangat, berendam lah Jer, agar tubuhmu rileks," ucap Jessica sebelum berlalu meninggalkan Jerry.


Jessica segera membuka almari yang ada di dekat kamar mandi, ia tersenyum geli ketika melihat lingeri yang berjajar rapi di dalam sana. Jessica akhirnya menjatuhkan pilihannya pada lingeri warna merah nyala.


Tubuh se-xy milik Jessica semakin terlihat menggoda ketika lingeri itu melekat di tubuhnya. Ukuran da°da yang besar semakin menambah kemolekan tubuh Jessica. Rasanya dua bongkahan kenyal itu ingin melompat dari penutupnya.


Polesan make-up tipis serta lipstik berwarna merah pun siap menemani pertempuran Jessica malam ini, tak lupa Jessica memakai lotion agar tubuhnya lebih harum dan menggoda.


Lima belas menit kemudian, Aroma parfum sensual menyeruak masuk ke dalam indera penciuman Jerry ketika dirinya keluar dari kamar mandi. Wajahnya semakin berseri ketika melihat pemandangan indah yang ada di meja rias. Jerry pun semakin menyeringai tatkala menangkap tatapan penuh makna dari Jessica.


"Kenapa penampilanmu begitu menggoda malam ini?" ucap Jerry dengan suara yang lirih ketika berada di hadapan Jessica.


"Karena suamiku sangat suka melihatku seperti ini," bisik Jessica di telinga Jerry, ia menggigit kecil daun telinga itu hingga membuat sang empu menggerakkan bahunya.


"Kamu tidak takut aku hukum, Sayang? kamu sudah berani menggodaku malam ini." Jerry menyeringai, kedua tangannya pun berada di pinggang ramping Jessica.


"Hukumlah aku sepuas hatimu," ucap Jessica dengan suara yang manja.


Tanpa banyak bicara lagi, Jerry segera meraup bibir yang begitu menggoda malam ini. Ia menggigit dan menyesa-p bibir merah seperti buah cherry itu dengan lembut. Tangannya pun mulai menyusuri setiap jengkal tubuh Jessica.


Lenguhan manja lolos dari mulut Jessica ketika jari telunjuk Jerry memainkan puncak bukit yang menyembul di balik lingeri merahnya. Setelah puas bermain tarian lidah, Jerry mulai menyusuri leher mulus Jessica, meninggalkan satu jejak warna merah di sana.


Handuk putih yang melingkar di pinggang Jerry pun akhirnya lolos dari sana ketika Jessica menariknya. Ia tak mau hanya diam saja dalam pemanasan ini. Tangannya bermain maju-mundur sambil menggenggam benda pusaka dengan ukuran sempurna itu, membuat Jerry melenguh karena pijatan Jessica.


Jessica mengangkat kedua tangannya ketika Jerry mulai meloloskan lingeri merahnya. Jerry pun membalikkan tubuh Jessica untuk melepas tali yang menopang dua bukitnya. Hanya dengan satu kali tarikan, penutup bukit itu jatuh di atas lantai.


Jerry berlutut di belakang Jessica. Ia kembali membalikkan tubuh Jessica agar menghadap kearahnya. Kini wajah tampan itu tepat menghadap kue apem yang masih terbungkus G-string merah.


Sambil membenamkan wajahnya disana, Jerry menarik kedua tali yang ada di sisi kanan dan kiri pinggul Jessica. Jerry sangat gemas ketika melihat pemandangan indah yang tepat di wajahnya. Bulu tipis yang berbentuk rapi semakin membakar gairah Jerry malam ini.


Jessica terkesiap ketika Jerry mengangkat tubuh polosnya. Jessica tersenyum nakal ketika Jerry menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


"Apa yang ka--kamu lakukan, Sayang?" tanya Jessica dengan nafas yang tersengal ketika merasakan sensasi lain dari servis yang di berikan Jerry.


Jessica semakin menggelinjang tatkala Jerry mulai menyusuri bagian bawah tubuhnya. Mulai dari ujung kaki hingga berakhir di pangkal paha. Lenguhan manja lolos dari bibir Jessica ketika Jerry melebarkan kedua kakinya.


"Ohh, Sayang ...." Jessica mengerang ketika merasakan lidah Jerry bermain-main di biji kacang yang terselip di lembah yang mulai basah.


Jessica terus mengerang ketika Jerry semakin mempercepat gerakan lidahnya.


"Sayang!!" teriak Jessica tatkala Jerry menghentikan kegiatannya. Ia seperti di permainkan oleh Jerry saat ini, rasanya ada sesuatu yang ingin meledak dari dalam tubuhnya.


Jerry tak memperdulikan ocehan Jessica, ia sibuk bermain di puncak bukit yang sudah mengeras itu, ia sedikit menggigit puncak yang sedang menantangnya.


"Apa yang kamu inginkan, Sayang?" tanya Jerry dengan jari tengah yang asyik bermain di lembah yang di penuhi lendir.


"Kepuasan!" ucap Jessica dengan mata yang terpejam.


"Baiklah, akan aku berikan!" ucap Jerry seraya kembali ke posisi sebelumnya, berada di antara kedua paha mulus Jessica.

__ADS_1


Jerry kembali memainkan Lidahnya di biji kacang Jessica. Kali ini gerakannya semakin cepat ketika panggul Jessica terangkat, tanda ia akan mencapai *******.


"Jerry!!!!" teriak Jessica seiring dengan pelepasan pertamanya.


Jerry tersenyum bahagia ketika menatap mata sayu Jessica, ia tahu bahwa istrinya ini sudah tidak tahan lagi untuk merasakan benda pusaka miliknya.


"Bersiaplah, Sayang! aku akan menghukum mu sampai pagi," ucap Jerry sambil memposisikan diri di antara kedua paha Jessica.


"Dengan senang hati," ucap Jessica dengan diiringi senyum manisnya.


Dua kali Jerry mencoba menerobos masuk ke dalam gua yang sudah basah itu, tapi karena ukuran benda pusakanya yang besar dan panjang, membuat ia harus sedikit memaksa untuk masuk.


"Ahhh ...." Jessica terpekik ketika merasakan benda pusaka itu bersarang dalam goa miliknya.


Lenguhan manja terus menggema dalam kamar itu ketika Jerry melakukan gerakan cepat dan sedikit kasar. Jessica terus mengerang ketika beberapa kali mencapai puncak ke-nikmatan.


Jerry menghentikan gerakannya, ia melepas penyatuannya. Jessica segera bangkit dari tempatnya ketika melihat Jerry merebahkan diri disampingnya.


"Jadilah joki yang bisa menguasai kudamu, Sayang ...." ucap Jerry tatkala Jessica mulai memposisikan diri diatas tubuhnya.


Rasa nikmat yang tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata kini telah dirasakan Jessica. Ia semakin terpekik nikmat ketika merasakan benda pusaka itu memenuhi lorong gua garba miliknya.


Jessica semakin mempercepat gerakannya ketika ia merasakan gelombang besar kembali menyerangnya.


"Tahan Sayang, tunggu aku sebentar lagi," ucap Jerry seraya kembali ke posisi awal tanpa melepas penyatuannya. Kini tubuh Jessica kembali di bawah kungkungannya.


Jerry semakin mempercepat gerakannya ketika merasakan denyutan lorong gua garba semakin kencang, membuat Jerry harus terpejam karena merasakan gelombang besar yang sebentar lagi akan melanda dirinya.


"Jessica!!"


"Jerry Ohhh!!" keduanya saling menyebut nama satu sama lain ketika gelombang tsunami menghantam keduanya, lahar hangat pun berhasil lolos dari benda pusaka milik Jerry, membuat keduanya mengatur nafas yang tersengal setelah melepas semua hasrat yang sudah lama hadir dalam diri.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍


Uh lelahnya nulis part ini😌


Jangan lupa Vote mumpung hari senin yak😂 yang gk punya vote boleh dong kasih bunga ataupun kopi biar othor makin semangat😉


Maap ye kalau pagi-pagi dah dapat notif dari mbak Jes😝


Jangan minta double up ya zheyenk ... karena part ini hampir 2k kata, othor gak tega nih kalau bikin part nanggung, jadi othor terusin dah🤣


_


_


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2