Jerat Cinta Jessica

Jerat Cinta Jessica
Jangan Pergi dariku!


__ADS_3

Matahari tengah bersinar dengan penuh semangat, Kota Jakarta tengah di landa cuaca panas, angin bertiup kencang membuat daun-daun menari dengan indahnya. Cuaca panas yang sedang terjadi saat ini tak menghentikan langkah seorang wanita yang baru saja sampai di tempat parkir Apartemen.


Derap langkah kaki Jeje menggema di Lobby Apartemen, tak lupa ia menganggukkan kepalanya dengan diiringi senyum manisnya kepada dua Resepsionis yang bertugas di Lobby.


Beberapa menit kemudian, sampailah Jessica di depan pintu Apartemennya. Ia menekan satu persatu angka yang ada di samping pintu. Beberapa detik kemudian, pintu di hadapan Jessica terbuka lebar.


Jessica mengedarkan pandangannya untuk mencari pria yang sejak tadi menghubunginya untuk datang ke Apartemen. Setelah satu minggu mengurus pekerjaan di Malaysia, akhirnya Ezar pulang ke Jakarta. Sejak tadi pagi ia telah sampai di Apartemen ini.


Jessica memeriksa satu persatu kamar yang ada di disana, namun ia belum menemukan batang hidung kekasihnya itu. Ia pun berjalan menuju balkon apartemen sebagai tempat terakhirnya.


"Ternyata di sini!" gumam Jessica tatkala melihat Ezar duduk berselonjor dengan asap rokok yang mengepul di sana.


Jeje pun berjalan menuju tempat dimana Ezar berada, tanpa basa-basi ia pun duduk di atas pa-ha Ezar dengan kaki yang menjuntai ke bawah.


"Kenapa diluar?" tanya Jeje sembari melingkarkan kedua tangannya di leher Ezar.


"Aku bosan di dalam, aku sejak pagi sudah sampai disini," ucap Ezar sembari menatap manik hitam Jessica. Ia pun melempar putung rokoknya ke tempat sampah.


Aroma mint yang terasa dari bibir Ezar berhasil menyeruak ke dalam indera pengecap Jessica, kedua bibir itu saling bertautan satu sama lain. Suara decapan yang e-ro-ti-s mengisyaratkan sebuah kerinduan yang teramat besar.


"Lebih baik kita masuk, Sayang! disini terlalu panas," ucap Jeje setelah bibir merahnya terlepas dari tautan itu.


Keduanya berjalan menuju ruang keluarga, dimana layar datar yang ada disana menampilkan film 'Fifty Shades Darker', dimana ada adegan sepasang kekasih yang sedang memadu kasih di sebuah kamar merah.


"Ternyata kamu suka menonton film ini," Ucap Jessica tatkala mendaratkan tubuhnya di atas sofa putih bersamaan dengan Ezar.


"Aku sering nonton film seperti ini bersama Bella," Ucap Ezar sembari menepuk pa-ha kanannya, sebuah kode untuk Jessica agar membaringkan kepalanya di sana.


Sebuah senyum manis terbit dari bibir Jessica, ia segera mengikuti permintaan Ezar dengan merebahkan kepalanya disana. Kedua pasang manik hitam itu beradu pandang, sebuah rasa yang besar terungkap disana.

__ADS_1


"Bagaimana kabar istrimu?" tanya Jeje dengan tangan yang menjalar naik ke dada bidang yang masih tertutup kemeja navy ini.


Ezar menghela nafasnya, beberapa detik kemudian ia mengalihkan pandangan dari wajah cantik yang ada di pangkuannya. Tatapannya menerawang jauh entah kemana.


"Dia mulai curiga denganku," ucap Ezar dengan nada penuh sesal.


Jeje terperanjat dari posisi nyamannya, ia pun duduk di samping Ezar dengan tatapan penuh makna. Resah, ya hatinya sedang resah saat ini.


"Katakan apa yang terjadi!" ucap Jessica sembari menggenggam tangan kanan Ezar.


Semua yang terjadi malam itu di ceritakan oleh Ezar kepada Jessica, mulai dari pertanyaan Bella sampai dengan keresahan yang hinggap di hatinya. Semua yang di sampaikan oleh Ezar membuat Jessica tersenyum simpul, tangannya mulai menjelajahi rahang kokoh yang ada di hadapannya.


"Kenapa kamu sangat polos, Mr. Ban?" tanya Jeje kepada pria yang sedang menaikkan satu alisnya setelah mendengar pertanyaan Jessica.


Jeje semakin tergelak melihat tatapan Ezar yang terlihat bingung, ia semakin gemas melihat suami Bella ini.


"Setelah pulang dari sini, beli lah ponsel khusus untuk menghubungiku. Kamu paham maksudku, Sayang?" Jeje menatap manik hitam yang terlihat sendu itu.


"Jujur saja aku sangat takut, Je. Ini pertama kalinya aku berpaling dari Bella." ucap Ezar dengan tatapan nanarnya, entah mengapa pernyataan yang terucap dari bibir Ezar kali ini berhasil membuat jantung Jessica berpacu lebih cepat.


"Lalu, haruskah hubungan kita berakhir sampai disini, Zar?" Tanya Jessica sembari menatap lekat manik hitam yang sedang menatapnya itu.


Jeje beranjak dari tempatnya, kali ini sebuah rasa aneh menyerang hati dan pikirannya. Jeje tak mengerti apa yang saat ini ada dalam pikirannya, yang pasti ia tidak rela jika Ezar pergi meninggalkannya.


Keduanya sama-sama terdiam dalam angan yang menari-nari dalam pikirannya. Ezar terus menatap Jeje yang sedang bersandar di meja panjang tempat berdirinya layar datar berwarna hitam itu.


"Sebelum kita melangkah lebih jauh, putuskan lah sekarang, Zar!" Ucap Jeje dengan kedua tangan yang di lipat di bawah dua bukitnya.


Ezar termenung sembari menatap wajah menawan yang terlihat resah itu. Ia bingung harus bagaimana, karena pada dasarnya ia pun menginginkan Jessica seutuhnya, rasa cintanya kepada Bella perlahan pudar karena kehadiran Jessica dalam hidupnya.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskanmu, Je!" ucap Ezar dengan wajah seriusnya. " Ada rasa yang telah hadir dalam hatiku, tapi aku tidak tau apakah itu cinta atau hanya sekedar sayang, yang pasti itu bukan sebuah obsesi." lanjut Ezar dengan nada serius.


Mendengar ucapan panjang yang keluar dari bibir Ezar, membuat hati Jessica menghangat. Sebuah rasa yang berbeda menyeruak masuk ke dalam hatinya, mungkin kali ini hatinya terseret arus yang di buatnya sendiri. Sungguh, hati dan pikiran Jessica tidak sejalan sejak awal bertemu dengan Ezar.


Jeje membalikkan tubuh sexy nya, ia sengaja membelakangi Ezar untuk menghindari tatapan mata yang bisa memporak-porandakan pertahanannya.


Jeje terkesiap, tatkala dua tangan Ezar melingkar di pinggulnya, hembusan nafas Ezar menggelitik di ceruk leher jenjang miliknya, membuat desiran aneh muncul dalam tubuh Jessica, ia menyandarkan tubuhnya dalam dekapan hangat pria yang ada di belakangnya.


"Jangan pernah pergi dariku, Je! Aku bisa gila bila harus kehilanganmu. Ku mohon temani aku berlayar dalam lautan cinta terlarang ini. Jadilah wanita yang menempati hatiku, Je." lirih Ezar di telinga Jessica.


Sungguh, baru kali ini hati Jessica berdesir tatkala mendengar ungkapan cinta dari mangsa-mangsa nya. Ia terbuai dalam alunan cinta yang di ciptakan oleh Ezar.


Perlahan jari jemari Ezar merayap di tubuh Jessica, menimbulkan sebuah desiran yang sudah lama tidak pernah di rasakan oleh Jessica, satu persatu kancing kemeja yang di pakai Jessica terlepas dari lubangnya.


Aroma tubuh Jessica yang memabukkan berhasil membuat Ezar semakin berani untuk melancarkan aksinya, tangan halusnya terus menari-nari di atas tubuh Jessica, hal itu berhasil membuat Jessica menggelinjang tak karuan karena rasa geli yang menyerang di perut putihnya.


"Oh Ezar ...." lenguh Jessica dengan mata yang terpejam.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍


aw aw aw ... ada yang bisa menebak, bagaimana eps selanjutnya?😂


_


_

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2