JERAT CINTA WANITA MALAM

JERAT CINTA WANITA MALAM
Niat Terselubung (Angel)


__ADS_3

Tak ingin kalah dengan Melia, Angel terus berusaha mencari perhatian Antara dengan terus mengajak bicara, walau setiap pertanyaan yang ditanyakan olehnya berakhir dengan jawaban singkat dan cenderung datar. Dibalik sikap ramah yang ditunjukkan Antara, terbesit perasaan malas meladeni wanita seperti Angel yang agresif. Namun karena mereka pernah bekerjasama, mau tidak mau membuat Antara harus tetap bersikap baik dan profesional, karena tak menutup kemungkinan jika nantinya mereka akan kembali bekerja sama.


Angel masih saja menunjukkan raut wajah tak suka dan bersahabatnya setelah tahu bahwa pria yang pernah ditaksirnya kini sudah memiliki calon istri. Terlebih saat melihat penampilan Melia. Wanita yang menurutnya jauh berbeda dengannya, Angel beranggapan jika Melia hanya menang di bentuk tubuhnya saja yang kalau kata orang jaman sekarang yakni body goals, yang mana adalah dambaan wanita.


Terlihat cantik dengan badan yang pas dan tubuh yang sangat ideal adalah tujuan hidup wanita, tak terkecuali Angel. Walau ia cantik, putih namun bentuk tubuhnya yang biasa-biasa saja membuatnya merasa iri dan dengki. Bukan Angel namanya jika tak memiliki segudang trik menggaet pria yang diinginkannya. Dengan


berencana akan berenang di lantai 8 tepatnya kolam khusus layanan VVIP, Angel mengajak serta Antara untuk ikut bersamanya untuk bergabung dengan teman gengnya. Sejak tadi ia terus memohon pada Antara agar mengiyakan permintaannya, namun entah mengapa sekuat apapun ia merayunya, Antara tak bergeming, jawabannya tetap tidak dan terima kasih. Hingga Angel tak patah arang, kini ia setengah mati membujuk Melia untuk mau datang.


"Ayolah Pak Antara, kita akan berpisah sore ini bukan! Anggaplah ini reunian setelah setahun lamanya kita tak bertemu," pinta Angel.


"Panggil Antara saja, kita tidak sedang dalam urusan bisnis bukan."


"Baiklah. Kalau begitu kamu mau 'kan! Hanya sebentar kok, sudah lama juga 'kan kamu tak bertemu dengan tim ku! Sapalah mereka sebelum kita berpisah. Aku yakin jika Melia pasti tak keberatan jika kamu kamu bergabung dengan kami," Bujuk Angel.


"Maaf, Angel. Tapi ada yang harus kami urus dulu. Maaf ya, mungkin lain kali!" Antara tetap kekeh menolak ajakan Angel.


"Sial! Kutu kupret, sok jual mahal lagi!" Angel membatin.


"Aku yakin kalau Melia juga pasti mau ikut membaur bersama kami di sana, benar 'kan Mel, kamu mau ikut 'kan!" ucap Angel mengulas senyum termanisnya. Jika ini cara terakhir yang bisa dilakukan untuk memiliki Antara dengan bersikap baik pada Melia, tentu akan ia lakukan.


Karena tak enak hati pada Angel yang sejak tadi terus membujuk Antara, akhirnya Melia mengiyakan permintaan Angel dan membujuk Antara agar mau ikut bersamanya. Awalnya Antara menolak, sebab ia sangat tahu Angel dan kawan-kawannya seperti apa.

__ADS_1


"Ayo, Mas. Kasihan Mbak Angel, sejak tadi ia terus memohon pada kita." Bisik Melia. Namun hanya gelengan kepala kecil yang diperlihatkannya sebagai tanda penolakan Antara. "Sebentar saja, Mas. Please!!" Melia menunjukkan puppy eyes-Nya hingga membuat Antara tak bisa berbuat apa-apa dan langsung mengiyakan permintaan Melia. Siapapun pasti tak 'kan menolak terlebih saat melihat wajah imutnya saat berkedip cepat seperti itu, ingin rasanya Antara mencium bibir wanitanya detik ini juga.


Antara menghela napasnya sebelum berkata iya pada Melia. "Baiklah, kami ikut tapi mungkin hanya sebentar."


Angel tersenyum puas mendengar bahwa Antara bersedia datang. "Tak masalah walau hanya sebentar, kalian datang pun aku sudah sangat senang." tuturnya, ia masih memasang senyum bersahabatnya pada Melia. "Baiklah, aku tunggu kalian di lantai 8, kolam VVIP, sebut saja namaku pada resepsionisnya, mereka akan mengantar kalian ke tempatku." Sambung Angel dan berlalu meninggalkan keduanya di belakang.


"Siap-siap saja kamu An, setelah ini aku yakin jika kau takkan lagi menolakku." Batin Angel dengan senyum seringai.


"Kamu yakin ingin pergi!" Melia mengangguk sebelum mengatakan yakin pada Antara. "Baiklah, kalau begitu. Kita kembali ke kamar dan mengganti baju dulu lalu kita naik ke atas." Tukas Antara.


*


Antara kembali menggenggam tangan Melia sembari berjalan menuju lantai 8 tempat Angel mengadakan pesta. Mereka sudah berganti pakaian yang lebih formal dari sebelumnya. "Kamu berdandan!" Selidik Antara. Ia melihat wajah Melia yang terlihat lebih fresh dari biasanya.


"Tanpa kamu makeup saja, aku sudah tergila padamu, coba bayangkan saat kamu memakai riasan seperti! Ingin rasanya segera menghalalkan mu," tutur Antara. Lagi dan lagi rasa haru menyelinap masuk ke hati Melia saat mendengar perkataan Antara.


"An! Melia! Ayo, sini!" Panggil Angel saat melihat orang yang sejak tadi ditunggunya akhirnya datang.


Kedua bola mata Melia membulat sempurna seiring dengan genggaman tangan Melia yang semakin menguat saat melihat sekitar 6 wanita dan 4 pria yang sedang duduk bersantai di pinggiran kolam dengan sebuah gelas minuman di tangannya sedang asyik bersenda gurau. Terlihat Angel dengan senyum mengembang menghampiri keduanya, dengan rasa tak malu, ia berjalan dengan pedenya walau hanya memakai sebuah bikini di tubuhnya.


Antara tergelak saat melihat reaksi Melia. "Kan sudah kubilang tadi untuk tidak pergi! Aku tahu pergaulan mereka makanya tadi aku menolak, mereka itu workaholic tapi disaat mereka tak bekerja, pasti mereka berpesta, seperti saat ini." Penjelasan Antara membuat Melia mendesah. "Mana aku tahu jika acaranya seperti ini!" Gumam Melia.

__ADS_1


"Akhirnya kalian datang juga! Yuk, kita samperin anak-anak disana." Ajak Angel merangkul lengan Melia menuju ke tempat temannya berkumpul. Setelah berkenalan, Melia membaur dengan para wanita, sedang Antara tentu saja sedang asyik berbincang dengan para pria. Entah apa yang mereka bicarakan hingga terlihat Antara yang tengah fokus berbicara.


"Oh iya, Mel. Kamu gak turun!" tanya Angel.


"Nggak seru deh, masa iya ke kolam renang dengan pakaian seperti itu!" Ucap salah satu wanita yang memakai baju renang model one piece.


"Iya, Mel. Gak cocok tau dengan tema acara kita!" Timpal teman Angel lainnya saat melirik pakaian yang dikenakan Melia saat ini.


Melia hanya bisa cengengesan mendengar perkataan para wanita di depannya saat ini. Ia melirik ke arah Antara, seakan ingin meminta pertolongan padanya. Tatapan Melia pun tak luput dari penglihatan Angel.


"Aku tinggal sebentar ya, Mel. Have fun, mereka baik kok, nggak gigit." Ucap Angel berlalu dan meninggal Melia bersama teman-temannya. Ia berjalan menuju ke tempat para pria dimana Antara berada. Angel bergelayut manja di lengan Antara, membuatnya risih. Ini yang membuat dirinya menolak Angel, Karin dan wanita lainnya, sikap mereka yang agresif membuat Antara ilfil.


'Kok nggak minum, An!" ucap Angel basa-basi, ia tahu betul jika Antara memang tak meminum minuman keras. Sejak pertama kali mereka bertemu saat pesta di sebuah klub malam saat itu, Antara hanya minum soda kala itu, berbanding terbalik dengan sahabatnya, Malik yang ikut minum saat saat tender kerjasama mereka berhasil.


"Maaf, aku tak minum." Tolak Antara saat Angel menawarinya segelas minuman di tangannya.


"Aku hanya bercanda, satu tahun bukan waktu yang singkat untuk tak mengenalmu, An. Aku tahu kamu tidak minum. kekeh Angel. "Ambillah! Ini hanya soda biasa tanpa adan


kandungan alkohol di dalamnya." Pungkasnya memberikan minuman soda yang berwarna biru pada Antara.


Karena tak ingin mempermalukan Angel di depan timnya, dengan terpaksa Antara pun menerimanya dan meminumnya dengan sekali teguk membuat mantan satu tim lainnya bertepuk tangan kegirangan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2