JERAT CINTA WANITA MALAM

JERAT CINTA WANITA MALAM
Bab. 95 (END)


__ADS_3

Tangisnya pecah dengan tangan yang bergetar dengan hebat saat membaca kalimat terakhir dari surat yang ditulis istrinya.


Dia tak menyangka jika istrinya sedang hamil saat ini. Bagaimana bisa ia sampai tak tahu hal sebesar ini.


Antara berlari dan turun ke lantai 1 dengan cepat menuju mobil yang diparkir di halaman rumahnya.


Antara melajukan mobilnya seperti orang gila saat menyadari kesalahannya selama ini. Benar kata sang bunda, jika dirinya terlalu keras pada sang istri dengan menuntutnya untuk terus memahami dirinya tanpa dia sadari jika dirinya sendiri tak mencoba memahami posisi sang istri.


Karena keegoisannya, pada akhirnya dia harus merasakan kehilangan yang luar biasa di dalam hidupnya.


Kehilangan sang istri sudah sangat menamparnya, apalagi saat ini.. disaat dirinya tahu jika sang istri tengah berbadan dua.


Anak yang selama 2 tahun mereka tunggu tunggu sejak awal pernikahannya.


Setelah sampai dirumah mertuanya. Antara mengetuk dengan cepat dengan terus memanggil Melia. Antara masih berharap jika Melia hanya pergi ke rumah ibunya.


"BUUU.. MELIAAAA..," pekik Antara sembari mengetuk dengan keras pintu rumah mertuanya.


Zahra yang mendengar dari dalam rumah pun dengan cepat berjalan menuju pintu depan. Sedang Clara yang tengah tertidur pun seketika terbangun saat mendengar teriakan seseorang di luar rumah.


"Siapa, Bu?" tanya Clara panik karena suara gedorannya semakin kencang.


"Entahlah, Nak. Tapi sepertinya itu, Antara," jawab Zahra lalu membuka pintu.


Saat membuka pintu, Antara langsung masuk tanpa memberi salam dan langsung masuk ke dalam kamar milik Melia yang kini ditempati oleh Clara tanpa permisi terlebih dahulu.


"An.. Antara.. ada apa, Nak!! Kamu kenapa??" kata Zahra panik saat melihat Antara seperti orang gila.


Antara tak menghiraukan pertanyaan sang ibu mertua. Ia terus mencari di seluruh ruangan yang ada di dalam rumah tersebut.


"Mana, Melia, Bu?! Dimana Ibu menyembunyikannya?!" teriak Antara dengan memegang kuat bahu Zahra dan mengguncangnya dengan keras.

__ADS_1


"Melia? Melia tidak ada disini, Nak. Melia sudah lama tak datang kesini!" sahut Zahra cepat.


Clara yang terpancing emosi pun tak tinggal diam dan mencoba melepaskan cengkraman tangan Antara pada bahu Zahra.


"Ibu jangan bohong, suruh Melia keluar, Bu!" kata Antara tak percaya.


Clara yang sudah tak bisa menahan emosinya pun seketika menampar pipi Antara dengan keras hingga membuatnya tersadar.


PLAAAAKKK!!


Antara terdiam seraya memegang pipi yang terkena tamparan eh Clara.


"Apa-apaan kamu, hah! Lepaskan tanganmu dari, Ibu. KAMU MENYAKITINYA!!" Teriak Clara menepis tangan Antara dengan kasar.


Antara tersentak dan tersadar dengan teriakan Clara padanya.


"Ma-maaf, Bu. Maafkan Antara," sesal Antara.


"Ayo duduk, Nak. Ibu enggak apa-apa, Cla. Ayo duduk!" seru Zahra menyuruh Antara dan Clara duduk.


"Sebenarnya ada apa? Ibu jujur masih bingung dengan kedatanganmu yang tiba-tiba dan berteriak mencari Melia seperti ini," ujar Zahra dengan tenang.


"Maafin, Antara, Bu. Antara tak bermaksud menyakiti, Ibu. Antara panik, Antara takut karena Melia pergi dari rumah. Dan aku kira Melia ada disini dan bersembunyi—"


"Melia pergi dari rumah! Sejak kapan??" kata Clara memotong ucapan Antara.


"Aku tak tak tahu dia pergi sejak kapan karena.. karena—" Antara tak dapat melanjutkan perkataannya. Tenggorokannya seakan tercekat.


"Bagaimana mungkin, Nak? Kenapa Melia pergi? Dia sedang mengandung, akan sangat berbahaya jika dia pergi seorang diri," kata Zahra dengan lirih.


Air matanya tak berhenti mengalir dari sudut matanya.

__ADS_1


"Anakku.. kamu kemana, Nak!" ucap Zahra sendu.


Bagaimana tidak, terakhir kali mereka masih bertemu dan masih berpelukan dan bersenda gurau bersama tanpa tahu itu adalah pertemuan terakhir kalinya.


"Kamu memang pantas ditinggalkan, Antara! Kamu pantas karena kamu sudah sangat melukai hatinya," kata Clara dengan tatapan tajam sembari memeluk Zahra yang menangisi kepergian sang anak.


Di tempat berbeda, dengan suasana yang berbeda pula, tampak seorang wanita dengan perut membuncit sedang menatap langit senja di depan kamarnya dengan senyum merekahnya. Angin kencang menerpa wajah cantiknya dan menerbangkan anak rambut miliknya. Menatap pemandangan indah yang memanjakan matanya begitu membuat hatinya tenang dan damai. Ia mengelus perutnya yang semakin hari semakin besar hingga tak terasa hanya dalam hitungan hari lagi dirinya bisa bertemu langsung dengan malaikat kecilnya.


Ya, wanita itu adalah Melia, wanita dengan senyum indah.


...***TAMAT***...


Info Novel terbaru..



Cassandra Atmaja wanita cantik dengan sejuta pesonanya, berusia 23 tahun.


Memiliki seorang mantan yang bernama Satrio yang merupakan seniornya di Kampus. Ia harus putus lantaran sang mantan sangat tidak menyukai kepribadiannya yang katanya berisik.


Setelah putus, Satrio kembali menjalin kasih dengan seorang wanita cantik yang memiliki kepribadian yang anggun hingga membuat Satrio tertarik namun kedua orang tuanya, khususnya sang mama yang tidak menyetujui hubungan keduanya.


Hingga saat Satrio memutuskan untuk menikahi kekasihnya, Luna. Insiden kecil terjadi sesaat sebelum acara ijab qobul, karena tak ingin membuat orang tuanya malu di depan para kolega bisnisnya. Akhirnya Satrio menarik seorang wanita dengan asal yang baru dia sadari jika wanita tersebut adalah Cassandra, mantan kekasihnya yang dulu.


Bagaimanakah akhir dari pernikahan mereka?


Ikuti kisah selengkapnya..


Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua selama ini, semoga Karya keduaku JERAT CINTA WANITA MALAM ini bisa menjadi hiburan untuk kalian semua.


Terus dukung Othor ya agar terus bisa berkarya dan membuat karya yang lebih baik setiap harinya🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2