
"MAASS!!" pekik Melia saat melihat Antara pergi meninggalkan nya.
"Kau selalu seperti ini, Mas," kata Melia lirih, dan hal itu sukses membuat Antara memberhentikan langkahnya lalu menatap istrinya dengan dingin.
"Aku butuh waktu meredam emosiku, aku tak ingin melukaimu dengan perkataan ku nantinya." Ucapnya dengan jujur, Antara lalu kembali melangkahkan kakinya menuju pintu dan Melia langsung terduduk dengan lesu setelah Antara menghilang dari pandangannya.
Setelah menata hatinya, Melia beranjak dari rumah yang dikatakan Antara akan menjadi rumah mereka sekarang. Namun Melia merasa jika rumah ini merupakan tempat pembuangan baginya.
Melia beranjak dari sofa tempat dimana Antara meninggalkannya tadi siang. Perutnya sudah sangat keroncongan karena tak sempat makan siang bersama suaminya karena pertengkaran mereka tadi siang.
Melia menaiki taksi dan menuju restoran yang tak jauh rumah mertuanya, ya.. rencananya Melia akan mampir ke rumah mertuanya untuk mengambil beberapa pakaian dan perlengkapannya untuk dibawa ke rumah barunya.
Setelah makan, Melia kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah Weni.
Melia masuk tanpa harus mengetuk pintu rumah karena masih memegang kunci rumah tersebut. Saat sudah berada di depan pintu, Melia tak sengaja mendengar pembicaraan antara Karin dan suaminya.
"An.. apakah kau akan bertemu, Melia lagi?" tanya Karin saat Antara berjalan menuju pintu depan. Antara menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Karin.
"Karin.. aku mohon jangan mempersulit segalanya, kau tahu aku mencintai Melia, dia hidupku dan aku tak bisa meninggalkannya. Dan kau pun tahu soal itu, jadi kumohon agar kau bisa mengerti posisiku, aku akan selalu datang setiap kali kau membutuhkanku.. dan itu aku lakukan hanya karena kau mengandung anakku, tidak ada rasa lain." Tandas Antara yang siap meninggalkan Karin yang masih tak kenal lelah menahannya dengan berbagai alasan.
"Apa kau masih tak memiliki perasaan padaku? Bahkan saat kita bercinta tadi!" kata Karin yang sudah berurai air mata.
"Kau yang memintanya duluan, Karin. Dan aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang suami yang akan bertanggung jawab atas dirimu, lahir dan batin." Imbuh Antara.
Ucapan Antara membuat Karin semakin semakin sakit, dan tanpa mereka sadari, ada wanita lain yang ikut terluka mengetahui bahwa Antara selalu melakukan hubungannya suami istri dengan Karin setiap kali Karin memintanya. Kecewa dan marah menjadi satu di hati dan pikiran Melia saat ini.
__ADS_1
"Aku sudah membawa Melia pergi dari rumah ini sesuai dengan keinginanmu dan aku jamin kalian tak akan bertemu, kamu bisa lebih fokus menjaga kandungan mu lagi," kata Antara lagi lalu benar-benar meninggalkan Karin sendirian di pintu depan.
Melia pergi dengan cepat dari rumah mertuanya sebelum Antara keluar. Melia bahkan mengurungkan niatnya untuk masuk dan mengambil barang-barangnya. Dia tak ingin mereka melihatnya terutama, Karin. Ia tak ingin memperlihatkan kondisinya yang tengah hancur seperti ini.
***
Antara sampai terlebih dahulu di rumah mewahnya dan emosi yang tadinya mulai bisa dikontrol pun kembali mencuat saat tak mendapati sang istri disana.
Melia sebenarnya sudah sampai sejak tadi namun kepalanya tiba-tiba pusing jadi dia memutuskan untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumahnya. Melia tahu jika suaminya sudah ada di dalam sana karena melihat melihatnya masuk ke dalam gerbang rumahnya.
"Akhirnya kamu pulang juga!" seru Antara dengan marah saat melihat Melia di depan pintu.
"Aku pikir kau tak akan pulang. Kukira kau masih merindukan istri dan anakmu itu!" kata Melia yang mulai membuat Antara kembali kesal.
"Aku lelah, Mas. Aku ingin istirahat," kata Melia yang akan melangkah masuk ke dalam rumah. Namun langkahnya terhenti saat mendapat cekalan dari suaminya.
"Apa kau akan terus bersikap kekanak-kanakan seperti ini, huh? Kenapa setiap kita bertengkar harus selalu seperti ini! Kau tak bisa belajar menyelesaikan masalah kita dari pada harus membuat alasan tak masuk akal seperti ini!" geram Antara saat Melia akan masuk begitu saja tanpa menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu.
"Kau sudah selesai, huh? Aku tak beralasan, aku benar-benar tak mempunyai banyak kekuatan untuk berdebat dan meladeni mu, kepalaku benar-benar sakit saat ini.
Antara tampak diam dan menatap wajah sang istri yang memang terlihat gurat kelelahan di wajahnya. Namun tak serta Merta membuat Antara mentolerir kelakuan istrinya yang suka pergi tanpa memberitahunya. Dia cukup takut jika Melia pergi meninggalkannya.
Akhirnya, karena tak ingin semakin memperpanjang permasalahannya dengan sang istri yang akan semakin membuatnya rumit, akhirnya Antara masuk ke dalam rumah setelah mengunci pintu rumahnya. Namun langkahnya seketika berhenti saat merasa Melia tak mengikutinya dan tak beranjak dari tempatnya berdiri saat ini bak seperti patung . Justru yang dilihat Antara adalah jika Melia kini sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Ada apa? Apa kau akan menolak dan berdalih lagi!" seru Antara lagi lagi.
__ADS_1
"Aku ingin tidur sendirian malam ini, aku tak bisa bersama seseorang yang baru saja bercinta dengan wanita lain," kata Melia yang terlihat jijik menatap Antara. Hormon kehamilannya benar-benar membuat emosinya naik turun bak roller coaster
Antara tak suka dengan tatapan Melia yang terlihat jijik saat menatapnya. Dan jangan lupakan tentang sindiran tajam Melia, dalam hati Antara bertanya tanya bagaimana bisa melia tahu jika dia baru saja sudah bercinta dengan Karin.
"Kenapa? Apa kau tak ingin disentuh olehku, begitu!" kata Antara yang mulai menaikkan intonasi suaranya karena kesal.
"Iya, aku benar-benar tak ingin disentuh olehmu!" Balas Melia.
Melia yang akan masuk kedalam salah satu kamar di lantai satu itupun kembali dicekal oleh Antara. Antara menarik tangan Melia menuju lantai atas karena memang kamar utamanya berada di lantai 2 rumah ini.
"Lepaskan, lepaskan aku, Mas. Aku benar-benar tak ingin kau menyentuhku!" Melia menyentak tangan Antara cukup keras karena Antara memegangnya dengan kuat. Dan hal itu membuat Antara semakin berang dengan istrinya.
"Baiklah, jika itu yang kau inginkan, aku tak akan menyentuhmu!" kata Antara lalu melepas cekalan tangannya dari tangan istrinya.
"Dan jangan salahkan aku jika aku menyentuh orang lain karena istriku sendiri tak ingin disentuh oleh suaminya," kata Antara tak kalah tajam.
"Ya, pergilah menyentuh istrimu itu, kau juga pasti senang bukan karena jika salah satu istrimu tak bisa melayani, kau akan pergi ke istri keduamu untuk mendapatkan sentuhan darinya bukan! Kau pasti sangat menikmati setiap sentuhannya." kata Melia yang langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu tanpa mendengar jawaban dari sang suami.
"Ya.. kau dengar! Aku akan pergi ke Karin detik ini juga dan langsung menyentuh tubuh sintalnya. Kau tahu, dia tak pernah mengecewakanku selama ini bahkan dengan sikapku yang buruk padanya, tak seperti dirimu yang selalu tak pernah mendengarkanku!!" kata Antara meluapkan kekesalannya.
"OH SHITTT!!!" umpat Antara saat menyadari perkataannya yang kelewatan batas dan pasti sangat melukai hati Melia.
Antara lalu naik ke atas kamarnya di lantai 2 dan menenangkan dirinya sebelum ia meminta maaf pada sang istri besok pagi.
...****************...
__ADS_1