JERAT CINTA WANITA MALAM

JERAT CINTA WANITA MALAM
Reka Ulang (MALAM PANAS)


__ADS_3

"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA MELIA PUTRI DENGAN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN SATU STELL BERLIAN DIBAYAR TUNAI!"


Antara mengucapkannya dengan lantang dan dengan kesadaran yang masih tersisa, Antara mengucap ijab qobul dengan lancar, walau napasnya kian memburu.


Ya, saat Antara mengatakan yang sejujurnya soal ada yang memasukkan obat perangsang ke dalam minuman yang diminumnya tadi hingga membuatnya harus mengeluarkan apa yang harus dikeluarkan dari dalam tubuhnya. Melia bukan wanita bodoh yang tak mengerti akan hal itu, bekerja di sebuah klub malam membuatnya sedikit banyak tahu tentang obat yang seperti itu. Terkadang banyak pasangan muda yang melakukan hal itu demi mendapatkan keuntungan dari salah satu pasangannya. Dan Melia tahu obat yang dibutuhkan Antara saat ini, adalah dirinya. Dengan keputusan yang berat, Antara dan Melia akhirnya memutuskan untuk menikah siang itu juga.


Beruntung setelah memberitahukan kepada pihak kapal, mereka membantu mencarikan seorang penghulu atau tokoh masyarakat yang memang biasa menikahkan orang. Dan untuk maharnya, tentunya tak sesulit mencari penghulu di dalam kapal karena di dalam kapal pesiar tersebut sudah dilengkapi pusat perbelanjaan seperti halnya di dalam mall.


Setelah mengucapkan ijab qobul, Antara dan Melia kini resmi sebagai pasangan suami-istri. Mereka lalu berterima kasih pada pihak kapal pesiar yang sudah membantu mereka hingga akad nikah mereka tadi berjalan dengan lancar. Dengan penghulu yang berlaku sebagai wali hakim, serta beberapa orang yang bertindak sebagai saksi baik di pihak Antara maupun di pihak Melia. Walau proses pernikahannya terbilang singkat, namun dengan bantuan dari beberapa karyawan kapal yang bergotong royong membantu mereka sehingga acara akad mereka tadi berjalan dengan lancar dan hikmat.


Kini tinggallah mereka berdua di tempat peraduan terakhir mereka setelah penghulu dan para saksi meninggalkan kamar Antara tepat setelah acara ijab qobul selesai. Posisi mereka saat ini sudah berada di atas tempat tidur. Tanpa ba bi bu be lagi, Antara dengan cepat merengkuh tubuh Melia.


Malam pertama merupakan sebuah momen romantis yang pantas untuk dikenang, dimana suami dan istri bersatu dalam ikatan yang disebut cinta, dengan suasana yang romantis. Diterangi pendaran lilin aromaterapi, taburan bunga mawar di atas tempat tidur yang menghiasi kasur mereka. Itulah gambaran malam pertama Melia yang ada dibayangkannya selama ini. Namun Melia harus berpuas hati saat dirinya harus merelakan keperawanannya diobrak abrik oleh Antara yang kini sudah menjadi suaminya, karena di bawah obat perangsang. Melia harus harus tersenyum kecut saat melepaskan hal yang paling berharga di dalam dirinya dengan cara yang kasar.


Malam pertama di mana terasa manis dan membuat wanita gugup plus deg-degan. Antara pilates dan rasa sakit, namun tidak dirasakan oleh Melia. Malam panas berganti menjadi siang yang panas dan penuh gairah. Siang itu terdengar suara lenguhan panjang dari bibir Antara. Akhirnya apa yang sejak tadi ditahannya bisa juga ia keluarkan. Walau harus melukai perasaan sang istri. Karena setelah beradu di kasur mereka, Antara seketika terkulai lemas dan tertidur dengan sangat lelap. Meninggal Melia yang terisak pilu di samping sang suami. Ia merasa seperti wanita malam yang sesungguhnya.


Melia menegang saat merasakan sesuatu yang kenyal menempel di lehernya. Gelenyar aneh yang dirasakan Melia, perasaan geli sekaligus nikmat tiba -tiba ia rasakan bersamaan. Perasaan yang sama saat Antara pertama kali menyentuhnya di dek. Perlakuan yang lembut namun menuntut membuat Melia terbang melayang. Tak seperti siang tadi, rasa sakit yang Melia merasakan berkali-kali lipat. Bukan hanya rasa sakit di bagian intimnya, namun hatinya pun terasa sakit saat tak merasakan kenikmatan yang orang-orang katakan.


Melia mengerjap matanya perlahan, menatap wajah pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya. Melia tak menyadari jika dirinya tertidur setelah mengeluarkan sesak di hatinya.

__ADS_1


Antara memandangi wajah sang istri, sedikit banyak ia mengingat kejadian 3 jam lalu saat dirinya memporak-porandakan daerah intim sang istri dengan kasar. Antara mengelus wajah Melia yang terlihat sembab. "Maafkan aku, Sayang, jika tadi aku menyakitimu." Lirih Antara.


Melia mengulas senyum dan beringsut masuk ke dalam dekapan sang suami. Rasa sakit yang dirasakannya tadi seakan sirna ketika kata maaf terucap dari bibir sang suami. Dan pergulatan panas pun kembali terulang, namun kali ini terasa berbeda karena kini Antara melakukannya dengan sadar dan lembut. Entah berapa kali mereka mengerang nikmat saat Antara berhasil menyemburkan benih kehidupan ke dalam rahim sang istri. Dan Melia yang dibuat lemas tak berdaya oleh Antara saat berulang kali orgasme.


...……...


Antara membantu sang istri yang berjalan sedikit tertatih akibat perbuatannya yang menggempur Melia tanpa henti hingga sore tadi. Setelah check-out dari kapal pesiar Symphony Of The Seas sore tadi Kini mereka sudah berada di dalam mobil menuju hotel yang tak terlalu jauh dari kantor Antara. Ia sengaja tak langsung memulangkan Melia ke rumah Zahra. Ia tak ingin membuatnya khawatir melihat keadaan sang anak yang susah berjalan. Terlebih membawa Melia ke rumahnya, Antara belum menyiapkan kata-kata yang pas yang akan dia katakan pada sang Bunda.


"Untuk beberapa hari ke depan kita tinggal disini dulu ya, Sayang. Setelah kamu bisa berjalan dengan baik, aku akan mengantarmu ke rumah Ibu dan akan memberitahukan soal pernikahan kita kemarin," ucap Antara disela-sela dirinya check-in. Seketika membuat Melia terdiam hingga membuat Antara khawatir, "Kenapa? Apakah masih sangat sakit! Apa kita perlu ke dokter!" imbuhnya.


"Tidak! Bukan itu!" Jawabnya.


"Aku takut, Mas. Aku takut jika nanti Ibu marah pada kita." Lanjut Melia.


"Biarkan Ibu marah, itu wajar karena keputusan kita yang terburu-buru tanpa meminta izin terlebih dahulu. Jadi saat disana nanti, kita diam saja, biarkan Ibu mengeluarkan perasaan marah dan kecewanya."


"Lalu bagaimana dengan Bunda mu!" ucap Melia pelan.


"Bunda kita, Sayang. Kita sudah menjadi satu, jadi Bundaku kini juga menjadi Bunda mu, oke!" Melia mengangguk mengerti.

__ADS_1


Kini mereka sudah berada tepat di depan pintu kamar. "Ayo, buka pintunya!" Seru Antara.


Krek'


Saat pintu sudah terbuka sempurna, dari arah dalam kamar, hidung Melia bisa mencium aroma bunga yang menyeruak keluar begitu pintu kamar itu di buka. Mata Melia melebar saat melihat kamar mereka dihias sedemikian indah. Taburan kelopak bunga mawar merah beserta lilin yang membentuk sebuah jalan, membawa Melia masuk ke dalam kamar. Terlihat taburan bunga berbentuk hati di atas tempat tidur.


"Mas!" Melia tersentak saat sebuah pelukan hangat memerlukan dari belakang. Pandangan Melia tertuju pada sebuah handuk berbentuk kepala angsa yang saling berhadapan, hingga tak menyadari jika sang suami sudah berada tepat di belakangnya. Melia meneteskan air matanya saat Antara membisikkan sesuatu di telinganya.


"Maaf karena terlambat mempersiapkan semuanya. Semoga kamu suka, Sayang." Tutur Antara menghadiahi sebuah ciuman di pipi sang istri, "Dan maaf kalau penyatuan pertama kita siang tadi tak seindah dengan apa yang kamu harapkan. Semoga ini bisa mengobati kekecewaan mu."


Melia berbalik lalu membalas pelukan sang suami, "Terima kasih, Mas." Antara mengusap punggung belakang Melia dengan lembut.


"Jadi mari kita reka ulang malam pertama kita malam ini!" Antara membuka kancing kemejanya satu persatu dengan tersenyum nakal membuat Melia tergelak.


Malam pertama mereka yang tertunda akhirnya berjalan mulus malam ini. Diterangi dengan lilin dan suasana yang romantis. Wajah Melia malam ini terlihat begitu cantik di bawah cahaya temaram. Bak bayi, Antara menghujani Melia dengan ciuman dan pelukan penuh kasih sayang. "Aku mencintai Melia Putri, sangat mencintaimu."


...****************...


Jika berkenan mohon dukungannya untuk othor, dengan like sebanyak-banyaknya, Vote serta beri hadiah jika berkenan🙏

__ADS_1


Terima kasih ❤️


__ADS_2