JERAT CINTA WANITA MALAM

JERAT CINTA WANITA MALAM
Bab. 84


__ADS_3

Keduanya telah telat dipenuhi kabut nafsu yang membuatnya begitu bergairah.


Antara kembali menyusuri lekuk tubuh sang istri, ciumannya kembali dijatuhkan pada dua bongkahan dada Melia yang menurutnya semakin membesar.


"Dada mu semakin berisi, Sayang. Itu membuatku semakin puas melahapnya." ucap Antara disela hisapannya.


Melia tak menggubris perkataan suaminya, Melia menikmati setiap perlakukan lembut sang suami di tubuhnya, entah mengapa Antara selalu bisa membuatnya puas diatas ranjang.


Disaat bibirnya tengah sibuk saling membelit dan mengeksplor satu sama lain, tangan nakal Antara tak tinggal diam, Antara masih betah bermain di dua bulatan pucuk dada sang istri dan sesekali meremasnya hingga membuat Melia mengeluarkan desahannya. Dada Melia kini menjadi pusat perhatiannya karena bentuknya yang semakin membesar dari terakhir kali mereka bercinta.


Antara segera membuka baju dan celana bahan yang dipakainya, foreplay yang dilakukannya tadi sudah membuat juniornya berdiri tegak sejak tadi.


"Bersiaplah, Sayang, aku akan memasukkan milikku sekarang." Antara mulai memasukkan miliknya ke dalam inti sang istri, karena foreplay yang dilakukannya tadi, membuat proses masuknya begitu cepat.


Melia menarik napasnya saat milik suaminya masuk ke dalam intinya. Antara mulai menggerakkan pinggangnya naik turun dengan tempo lambat yang semakin lama semakin membuat Melia  mendesah kenikmatan.


"Ah.. ah.. ah.. lebih cepat, Maass!" Racau Melia saat akan merasakan pelepasan keduanya.


"Maaassss.. akuuu.. keluarrrrrrr…." racau Melia mendapatkan pelepasan keduanya.


Merasa sang istri cukup puas dengan aksinya, akhirnya Antara memulai permainan yang sebenarnya. Antara mulai menggerakkan pinggulnya dengan tempo yang semakin lama semakin cepat, Antara menggerakkan pinggulnya dengan cepat yang membuat Melia selain mendesah tak karuan.


Tak puas dengan satu gaya, Antara lalu membalikkan tubuh sang istri lalu dengan cepat kembali memasukkan miliknya dan kembali menghentakkan miliknya masuk kedalam inti sang istri. Antara menarik kedua bahunya agar miliknya semakin masuk kedalam inti sang istri, tak sampai disitu, Antara kembali membalikkan tubuh sang istri lalu mengangkat kakinya ke atas bahunya lalu kembali memasukkan miliknya dan menghentakkan miliknya keluar masuk dengan cepat hingga membuatnya mendapat pelepasannya, walau hanya mendapatkan pelepasan pertama, namun Antara merasa sudah sangat puas karena berhasil memporak porandakan inti sang istri dengan berbagai gaya.


Mereka sama-sama merasa puas dengan permainan mereka malam ini.


"Terima kasih dan I love you," ucap Antara lalu mengecup kening dan sedikit ******* bibir sang istri, "Semoga benihku kali ini bisa tumbuh subur di rahimmu dengan cepat," ucap Antara dengan pelan seraya mengelus dan mengecup perut sang istri dengan lembut lalu ikut tidur di samping sang istri. Melia yang belum sepenuhnya tertidur pun mendengar apa yang diucapkan suaminya itu.


Benih mu sudah tumbuh, Mas. Jauh sebelum kamu memintanya.

__ADS_1


Akhirnya mereka sama-sama tertidur karena lelah dengan pergulatan panas mereka, dengan posisi Antara memeluk tubuh sang istri dari belakang.


***


Keesokan paginya..


"Mas.. kamu nggak ke kantor?" tanya Melia saat dirinya baru keluar dari kamar mandi.


"Hemm.. aku berangkat siangan, Sayang," ucap Antara bergumam tanpa membuka matanya. "Kemari, Mas masih ingin memelukmu!" imbuh Antara.


Melia menghampiri sang suami lalu duduk di bibir ranjang.


"Ayo.. bangun! Ini sudah jam 9 pagi, aku sangat lapar karena semalam ada yang tak memberiku makan semalam." Kata Melia menarik seraya mengguncang tubuh sang suami.


"Hemm, Sayang.. kamu membangunkannya lagi, kamu harus bertanggung jawab." ucap Antara menarik tubuh sang istri lalu menindihnya.


"Mas.. aku benar-benar sangat lapar, kita makan makan dulu, lalu ada yang ingin aku bicarakan padamu!" kata Melia dengan sumringah.


"Makanya, Mas bangun cepat lalu kita sarapan ke bawah," kata Melia lagi.


Antara menyipitkan matanya, "Kau benar-benar membuatku penasaran, Sayang," ucap Antara menatap wajah cantik sang istri.


"Tentu saja, dan.. aku yakin kamu pasti menyukai kabar dariku!" kata Melia menggoda sang suami dengan menggerakkan kedua alisnya naik turun.


"Baiklah, beri aku kiss morning dulu, setelah itu aku akan bangun!" kata Antara menunjuk bibirnya.


"Mas bukan bukan putri tidur yang harus dibangunkan dengan sebuah ciuman." Melia memanyunkan bibirnya kedepan melihat kelakuan konyol sang suami.


 "Ini ceritaku dan ini kisah ku, jadi terserah, Mas membuat karakter atau alur ceritanya yang seperti apa," jawab Antara berdalih.

__ADS_1


Tak ingin berdebat ingin berdebat dengan sang suami, akhirnya Melia mengecup bibir milik Antara dengan singkat.


"Hei, istriku.. kau mencoba membodohi ku, hem! Itu hanya sebuah ciuman singkat dan bukan ciuman yang aku maksud. Itu curang namanya, Sayang!" Antara semakin mengeratkan pelukannya dan membalikkan tubuh sang istri dengan posisi Melia kini berada di atas Antara.


"Benarkah! Bukannya kamu hanya bilang ciuman? Makanya, kalau bicara itu harus jelas, Sayang," kata Melia dengan gemas.


Setelah drama panjang tentang ciuman dan kecupan, kini keduanya sudah berada di bawah tepatnya di restoran hotel tempat mereka menginap.


Melia memakan makanannya dengan begitu lahapnya hingga membuat Antara ternganga.


"Sayang.. hati-hati makannya. Kita bisa seharian disini jika kau membutuhkan waktu yang lama menghabiskan semua makanan ini!" seru Antara seraya menatap makanan yang diambil sang istri dengan takjub.


"Aku sangat lapar, karena amunisi ku habis karena berperang denganmu semalaman," kata Melia dengan sangat pelan agar tak ada yang mendengar pembicaraan ranjang mereka.


Antara tergelak mendengar perkataan Melia. "Cepatlah habiskan makananmu, setelah itu mari kita kembali berperang." Kata Antara mengedipkan sebelah matanya seraya tersenyum lebar. Membuat Melia seketika diam tak bersuara.


Setelah mereka makan, Antara dan Melia kembali ke dalam kamarnya namun, bukan untuk "berperang" melainkan ada yang ingin Antara katakan pada Melia dengan serius, sangat terlihat dengan gurat wajah Antara yang seketika berubah menjadi serius.


"Mas! Sayang!" ucap keduanya bersamaan saat mereka sudah berada diatas ranjang dengan posisi Antara yang berbaring di paha sang istri.


"Lady first, oke!" seru Antara mempersilahkan Melia berbicara duluan.


Melia menggeleng, "Mas duluan, aku yang terakhir sebagai penutup,"


"Kamu duluan, Sayang. Sejak pagi aku begitu penasaran dengan apa yang ingin kamu bicarakan."


Lagi lagi Melia menggeleng, "No.. kamu duluan T.I.T.I.K dan lagi.. sepertinya sangat penting, lihatlah matamu, bahkan sudah membuatku merasa terintimidasi," kata Melia mencebik kan bibirnya menunjuk tatapan mata sang suami.


Baiklah, ada yang ingin aku katakan. Dan ini tentang kita bertiga, Mas, kamu dan Karin!" seru Antara, membuat senyum yang sedari tadi mengembang pun seketika lenyap seiring dengan berubahnya ekspresi wajah Melia.

__ADS_1


"Tentang.. kita bertiga!" Beo Melia yang diangguki oleh Antara.


...****************...


__ADS_2