
🔞 Masih daerah terlarang buat bocah ya..
Melia langsung membuka kain segitiga yang dikenakan Antara saat ia membuka pintu tadi. Perlahan tapi pasti, ia memegang milik suaminya dan mulai bergerak naik turun. Sesekali bibirnya mengecup puncak junior suaminya yang membuat Antara mendesis hebat.
"Sehhhht.. lakukan sekarang , Sayang!" Erang Antara dengan suara lantang.
Karena tak tega melihat hasrat sang suami sudah di ubun-ubun. Melia mulai memasukkan miliknya suaminya ke dalam mulutnya dan sesekali menjilati ujungnya, lalu mengulumnya seperti sedang mengemut lollipop. Antara sudah tak tahan dengan permainan istrinya yang begitu menyiksanya, dengan tidak sabaran Antara merubah posisi mereka dengan Melia kini berada dibawah kungkungan nya. Kini yang yang memimpin permainan mereka malam ini, ia mencium bibir Melia dengan satu tangannya memainkan ujung kepala bukit kembar Melia yang sukses membuatnya mendesah tidak karuan.
"Ahhh..." ******* Melia.
Setelah puas memagut dan menikmati bibir istrinya, kini bibir Antara turun menjelajahi dua bukit kembar milik Melia. Ia menghisap dengan kuat kedua bukit tersebut layaknya seorang bayi yang sedang menyusu karena kehausan yang membuat Melia sesekali meremas rambut milik Antara dengan kuat saat salah satu tangan satunya bergerak turun ke bawah dan menggerayangi daerah intim Melia. Antara memainkan jari-jarinya didalam sana dan sesekali memainkan ******** milik Melia yang membuatnya menggelinjang hebat. Milik Melia sudah benar-benar basah.
"Mas.. ah.. Mas.. aku gak kuat, lakukan sekarang!" ucap Melia mulai tak sabaran.
Tubuh Melia sudah bergerak dengan sangat tidak tenang, gelisah kesana kemari karena ulah suaminya. Ia menahan hasratnya yang kian membuncah.
"Kau mau aku melakukan apa, Sayang!" sahut Antara ditengah-tengah aktivitas, begitu sempatnya ia menggoda Melia yang tengah menahan hasratnya.
"Ahh, Maaaaasss.. aku gak kuat.. aku sudah mau keluar.. masukin sekarang, Sayyaaangg!" racau Melia memelas saat merasakan pelepasan yang akan keluar sebentar lagi untuk kesekian kalinya sembari mencondongkan dadanya ke atas.
__ADS_1
"Dengan senang hati, Sayangku!" ucap Antara yang langsung melesakkan miliknya masuk ke dalam milik Melia. Namun bukannya langsung memulai inti permainannya, Antara justru bermain-bermain dengan menggesek gesekkan junior miliknya hingga membuat Melia frustrasi dibuatnya. Wajah Melia sudah sangat merah menahan hasratnya di bawah sana, sedang Antara masih bisa tersenyum dan terkekeh melihat wajah istrinya yang begitu ingin mendapat pelampiasan sesegera mungkin.
"Baiklah, siapkan dirimu!" Kali ini Antara benar-benar memasukkan miliknya kedalam milik Melia saat Antara sudah memasukinya, Melia merasa dirinya benar-benar penuh. Antara benar-benar memenuhi inti miliknya.
Antara mulai menggerakkan miliknya maju mundur dan memompanya naik turun secara perlahan. Melia sudah tak tahu sudah berapa banyak goresan yang dia berikan pada punggung suaminya. Sedang Antara hanya pasrah mendapati kelakuan bar-bar istrinya.
"Lebih cepat, Mas, lebih cepat.. ah…" ucap Melia kembali memohon karena Antara benar-benar menyiksanya.
"Ssstt! Nikmatilah, Sayang. Sebentar lagi.. ah..!" balas Antara yang sudah mulai tak tahan dengan permainannya sendiri. Antara mempercepat ritme permainannya. Satu tangannya ia gunakan untuk menumpu badannya agar tidak menimpah Melia, sedangkan tangan lainnya sibuk meremas kedua bukit kembar milik Melia. Sedang bibirnya sedari tadi bermain disekitar leher Melia memberikan banyak tanda kepemilikannya disana.
Tak perlu waktu lama, Antara dan Melia sudah hampir mencapai ujung nikmat surga duniawi mereka. "Aku keluar, Mas…." racau Melia saat akan mendapatkan pelepasannya tuk kesekian kalinya.
"Terima kasih, Sayang, terima kasih untuk aksimu hari ini, kau begitu nakal tapi aku begitu menyukainya." Tutur Antara dengan sesekali masih menghisap salah satu gunung kembar milik istrinya. Melia tak berkutik lagi, ia benar-benar sudah lelah malam ini, ia benar-benar digempur habis-habisan oleh suaminya.
Antara mengecup kening Melia dengan dalam yang sudah terlelap karena kelelahan. "Aku mencintaimu, Sayang, sangat mencintaimu," ucap Antara yang menyusul istrinya tidur dengan posisi masih saling berpelukkan.
***
Seperti yang ia pikirkan jika besok pagi dirinya pasti akan kesusahan saat berjalan dan benar saja, ia begitu kesulitan berjalan padahal jarak dari ranjangnya menuju kamar mandi tidaklah jauh namun ia begitu kesulitan melangkah.
__ADS_1
"Sessh, auw… " desis Melia menahan sakit di bagian intinya.
Ia berjalan tertatih menuju kamar mandi dan tiba-tiba merasakan tubuhku terangkat ke atas. "Astaghfirullah, Mas Antara!" pekik Melia, yang kaget saat melihat sang suami sudah berada tepat di hadapannya, ralat, bukan dihadapannya namun di belakangnya karena kini ia sudah berada di dalam gendongan suaminya. "Kau mengagetkanku," imbuhnya.
"Aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku padamu semalam," kata Antara mengeringkan sebelah matanya pada Melia.
"Benarkah.. kita melakukannya hanya sampai semalam? Jadi aku melakukannya sampai pagi bersama siapa!" seru Melia menggoda suaminya.
Kini mereka sudah berada di dalam kamar mandi. Antara mendudukkannya di atas dudukan klosetnya.
"Apa yang kau katakan tadi, hem..!" kata Antara menatap wajah cantik istrinya dengan tajam. Ia tak suka dan tak bisa membayangkan bagaimana istrinya jika ia bersama dengan pria lain.
"Maafkan, aku. Aku hanya bercanda." Jawab Melia seraya mengalungkan tangannya dileher sang suami lalu mengecup bibir Antara dengan singkat. Ia menatap wajah suaminya yang sudah dalam mode merajuk, "Dengarkan dan aku hanya akan mengatakannya satu kali.. Hanya kau pria satu-satunya yang ada di hidupku, hatiku, jiwaku dan.. pikiranku, duniaku hanya ada kamu, Sayang jadi tak mungkin ada ruang untuk pria lain disini!" Imbuh Melia seraya meletakkan tangan Antara di sebelah kiri dadanya, menunjuk tepat di jantungnya, "Hanya ada namamu disana!" pungkasnya yang membuat Antara begitu terharu.
Yang tadinya Melia hanya akan mandi dan bergegas turun dan menyiapkan sarapan, sampai dengan jam 9 pagi mereka masih belum keluar kamar. Rencana tinggal rencana, Antara yang tadinya akan masuk kantor setelah lama cuti karena harus menemani Karin di rumah sakit harus masuk sedikit siang karena aktivitasnya di kamar mandi. Mandi yang awalnya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit berubah menjadi menjadi sangat lamaaaaaa bahkan sangat panjang sehingga membutuhkan waktu berjam-jam lamanya. Mereka saling memandang satu sama lain saat sudah mencapai puncaknya.
Setelah mandi panjangnya, Melia tengah mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan suaminya untuk ke kantor. Yang awalnya akan berangkat pagi, berubah haluan menjadi siang. Antara memang tak bisa menahan hasratnya jika sudah berada disamping istrinya, hasratnya terus membuncah dan terus meminta lebih dan lebih ketika berada didekat candunya. Ya, Melia sudah menjadi candunya, ia tak bisa membayangkan jika Melia tak berada disisinya.
...****************...
__ADS_1