
Acara kembali dilanjutkan setelah salah satu protokol acara memberikan isyarat pada MC untuk kembali melanjutkan susunan acara. Dengan cue card atau teks pembawa acara yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Antara mulai memberikan pidato singkatnya yang sudah dipersiapkan oleh protokol acara yang biasa disingkat dengan sebutan P.A.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.
Pertama-tama saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Bapak Sudarma selaku Owner dari PT. Arcoma Internasional. Dan tak lupa juga untuk keluarga saya atas dukungan dan kerjasama mereka dan keihklasan mereka karena setelah hari ini, mereka tahu saya akan menjadi lebih sibuk dari sebelumnya, serta tak lupa saya berterima kasih untuk semua dewan direksi pusat ataupun cabang untuk kepercayaan kalian semua.
Serta salam sejahtera bagi kita semua.
Selaras dengan perkembangan teknologi terkini yang mendukung perkembangan berbagai sektor pembangunan, PT Arcoma Internasional hadir dengan terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menjalankan lini bisnis yang mengedepankan kepercayaan (trush), profesional (professional), dan betanggung jawab (responsibility).
Dengan mengusung tema “Sinergi Membangun Negeri”, PT Arcoma Internasional senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik untuk memajukan pembangunan dengan terus melakukan kerjasama antar sektor untuk mewujudkan infrastruktur yang berguna dan bermanfaat untuk Bangsa dan Negara.
Kami terus berupaya dalam mengembangkan potensi dan kompetensi Sumber Daya Manusia secara beriringan bersama dengan perkembangan kemajuan teknologi untuk memberikan hasil yang terbaik dan memberikan kepuasan kepada stakeholder.
Efisiensi anggaran, kerampingan usaha, dan laba usaha adalah fondasi untuk membangun sebuah perusahaan yang kuat. Meskipun fondasi yang kuat tidak menjamin sebuah bangunan akan kokoh, tetapi fondasi yang kuat adalah cara terbaik untuk mendirikan bangunan. Karena itu, kami akan terus bekerja keras untuk menciptakan efisiensi anggaran dan mengekspansi perusahaan. Ini adalah pesan yang dihayati oleh setiap karyawan PT Arcoma Internasional dan saya berbesar hati untuk menyampaikan bahwa ini adalah kultur kami.
Percayalah saat saya mengatakan bahwa semangat kami untuk menjadi yang terbaik tidak akan pernah padam.
Sekian dari saya." Tutup Antara dengan mengucapkan terima kasih dengan memberi hormat pada seluruh tamu undangan.
Dengan disambut dengan tepuk tangan dari semua pihak. Telah resmi sudah Antara memangku jabatan sebagai CEO PT Arcoma Internasional.
Weni sangat terharu hingga mengeluarkan air matanya saat melihat anak yang dulu dia besarkan dengan susah payah, membanting tulang demi membiayai pendidikan sang anak hingga ditingkat perguruan tinggi. Rasa bangga dan haru bercampur menjadi satu membuat rasa haru itu menjadi sebuah air mata kebahagiaan.
__ADS_1
Antara menatap semua tamu undangan dengan bangga saat melihat mereka memberikan apresiasi dan kepercayaan untuknya. Dalam hati Antara terus mengatakan jika dirinya akan bekerja sungguh-sungguh dan akan memberikan kontribusi terhadap perusahaan yang kini di bawah kendalinya.
"Aku akan membuat Arcoma Internasional menjadi perusahaan yang akan besar dan semakin dikenal oleh seluruh dunia." Ucapnya dalam hati.
Antara melihat sang bunda yang terlihat menyeka sudut matanya Karena terharu. lalu melihat ke arah sang mertua, Zahra yang juga melihatnya dengan senyum bangga. Tak luput penglihatannya saat sang istri, Melia yang juga melihatnya dengan bangga.
"Tunggu, aku." Ucap Antara tanpa mengeluarkan suara, hanya dengan menggerakkan bibirnya. Namun entah mengapa Melia seakan memiliki kontak batin hingga ia tahu apa yang diucapkan oleh suaminya itu. Melia mengangguk pelan mengiyakan apa yang dikatakan suaminya itu.
Interaksi keduanya pun tak luput dari penglihatan Karin.
"Tunggu dan lihat saja setelah ini, Melia. Apakah kau masih bisa mengulas senyummu itu!" gumam Karin sembari menatap tajam ke arah Melia.
Dengan isyarat tangan dari Karin, tiba-tiba salah seorang MC tersebut melanjutkan acara.
Riuh sorak sorai terdengar dari ruangan ballroom hotel tersebut setelah para karyawan teriak bersamaan saat meneriaki slogan perusahaan mereka.
"Jayalah, jayalah Arcoma Internasional."
"Baiklah acara selanjutnya adalah pemberian plakat simbolis kepada CEO baru kita, Bapak Antara yang akan diberikan langsung oleh anak dari Bapak Sudarma yakni Ibu Karin yang juga ternyata ingin memberitahukan kita semua kabar bahagianya," ucap salah seorang MC.
Sudarma dan Antara yang tak tahu menahu pun saling menatap lalu kembali menatap MC dan protokol acara secara bergantian.
"Ada apa ini! Bukankah di gladi resik tadi tak ada hal-hal seperti ini!" Batin Antara dan Sudarma bersamaan.
Antara menatap Karin dengan tajam.
__ADS_1
"Apa lagi yang kamu rencanakan, Karin!" Bisik Antara saat Karin sudah berada tepat di sampingnya.
"Tidak ada, aku hanya ingin memberitahukan kabar bahagia pada kolega bisnis serta karyawan kita, hanya itu." Balas Karin dengan mengulas senyum. Lalu kembali melanjutkan perkataannya dengan senyum lebarnya.
"Terima kasih atas perhatiannya semua, saya ingin menyampaikan kabar gembira kami hari ini. Saya sangat bersyukur dan senang karena kalian semua masih setia bersama kami di PT Arcoma Internasional dan menjadikan perusahaan kita menjadi perusahaan yang aku yakin dengan dibawah tangkup kepimpinan dari bapak Antara, akan membuat Arcoma Internasional menjadi perusahaan yang akan tidak hanya terkenal seantero negeri, namun bisa juga dikenal di dunia.
Dan dengan acara ini, saya pun sangat, sangat berbahagia dan bangga karena tak salah memilih seorang pendamping yang begitu berbakat dan sangat dihormati orang-orang.
Selamat dan sukses dengan jabatan barunya sebagai CEO PT Arcoma Internasional, suamiku.
Karin mengucapkannya dengan lantang dan jelas saat mengucapkan kata 'suami'. Seketika riuh terdengar dan seketika para tamu undangan saking berpandangan lalu berubah menjadi sebuah tepuk tangan yang lebih kencang saat mengetahui jika anak dari pemilik perusahaan tempat mereka menanamkan saham sudah menikah dengan pemimpin mereka yang baru.
Karin memberikan plakat penghargaan kepada Antara. Mau tidak mau Antara pun menerimanya walau dengan datar tanpa ekspresi apapun.
"Tersenyumlah, An. Kau tidak mau bukan memberikan kesan yang buruk pada para investor dan karyawan mu," ucap Karin pelan seperti sedang berbisik tanpa memutus senyum lebarnya.
Seketika bibirnya tertarik menciptakan sebuah senyuman, walau sesaat namun bisa menghancurkan hati istri yang tengah berdiri di hadapannya saat ini.
Melia semakin mengeratkan genggaman di lengan sang ibu, tatkala melihat Karin mencium bibir suaminya begitu mesra setelah sorak Sorai tamu meminta mereka berciuman.
Seakan tubuhnya akan luruh seketika jika Zahra tak kuat berdiri dengan kokoh menahan tubuh sang putri. "Kita pulang sekarang?!" Zahra bertanya pada sang anak ketika melihat situasi yang akan semakin membuat hati anaknya sakit semakin dalam.
Melia tak lagi bisa mengontrol hatinya saat ini. Dia memilih mengikuti langkah sang ibu yang menuntun nya mundur secara perlahan dari kerumunan orang yang semakin beranjak maju ke depan saat mereka beramai-ramai ingin mengucapkan selamat atas pernikahannya setelah mereka berdua turun dari panggung bersama-sama.
...****************...
__ADS_1