JERAT CINTA WANITA MALAM

JERAT CINTA WANITA MALAM
Akhirnya setelah 6 bulan lamanya


__ADS_3

"Huh!" Karin mengambil napas dalam-dalam setelah berhasil membawa Antara masuk ke dalam kamarnya dengan bersusah payah. Karin menatap suaminya itu dengan tatapan sendu, sebegitu kah cintamu pada, Melia, hingga saat tak sadar pun kamu terus menerus mengigau dan menyebut nama, Melia saja!"


Karin begitu kesal saat memapah Antara masuk ke dalam kamarnya, berulang kali antara menyebut nama istri pertamanya itu. Bahkan saat di depan pintu, saat ia membantu Antara yang terlihat berjalan sempoyongan. Karin memang sudah sejak tadi menunggu Antara didepan pintu, bahkan jauh sebelum Melia menyadari kepulangan suaminya. Ia tak ingin, Antara bertemu, Melia terlebih dahulu. Bisa bisa gagal rencananya nanti.


Ia ingin membalas semua rasa sakit yang dia rasakan selama 6 bulan belakangan ini. Sikap dingin Antara begitu membekas di hatinya, namun entah mengapa rasa cintanya pada pria itu tak berkurang sedikitpun sedangkan rasa bencinya pada, Melia semakin besar seiring dengan penolakan Antara yang terus menolaknya setiap harinya.


Karin mencari ide bagaimana cara agar, Melia bisa melihat kemesraannya dengan Antara tanpa kehadirannya secara langsung. Ia melirik ponsel yang tergeletak di samping Antara yang sedang terbaring. Senyum seringai tampak menghias wajahnya.


Karin segera membuka pakaian yang dikenakan Antara hingga tak ada kain yang melekat di tubuh sixpack nya. Karin menghirup dalam tubuh Antara, tubuh yang yang selama 6 bulan yang ingin disentuhnya. Ia memeluk erat tubuh Antara, pelukan yang selama ini dia rindukan sejak pertama kali menjadi istrinya. Karin begitu haus belaian dan kasih sayang dari suami yang tak pernah menganggapnya ada.


Karin harus berpuas hati pada kesempatan yang Tuhan berikan padanya, walau dengan cara licik, namun Karin tak peduli. Yang ia pedulikan hanyalah malam ini Antara harus menjadi miliknya, walau tak sepenuhnya sadar, paling tidak dia bisa merasakan sentuhan suaminya, walau ia sadari jika Antara melakukannya karena ia mengira jika Karin yang ada di hadapannya saat ini adalah Melia, istrinya.


Karin memulai permainan malam ini. Seperti wanita yang sudah berpengalaman, Karin begitu lincah memainkan lidahnya di bagian intim suaminya hingga si empunya membuka mata. Saat membuka matanya, Antara seketika tersenyum dan memanggil nama Melia berulang kali dengan kalimat cinta hingga membuat, Karin seketika menghentikan aksinya.

__ADS_1


"Mel, Melia … Sayang! Aku merindukanmu, sangat merindukanmu." racau Antara yang memang saat ini kesadarannya dibawah 50 persen.


"Aku bukan MELIA!! aku Karin, KARIN, An!!" Karin naik ke atas tubuh Antara dan mengguncang tubuhnya. Ia ingin Antara sadar jika saat ini yang ada di hadapannya adalah dirinya dan bukan wanita lain.


Sekuat apapun ia menyadarkan Antara, namun pengaruh obat yang diminum Antara tadi benar-benar membuatnya berhalusinasi dan tak sadar dengan apa yang akan dilakukannya nanti akan membuatnya menyesal.


......................


Karin yang tak tahan dan ingin beranjak dari tubuh Antara seketika ditahan olehnya dengan kasar. "Jangan pergi, jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu, sangat mencintaimu!" Karin seolah membodohi dirinya sendiri saat mengamini pernyataan cinta Antara, ya dia ingin menganggap jika kata cinta itu untuknya, karena diujung kalimat pernyataan cinta Antara tak ada nama Melia disana. "Ya, itu pasti untukku," Karin terus merapalkan berulang apa yang diucapkan.


Antara membuka satu persatu pakaian yang dipakai Karin malam itu. Menyusuri setiap inci leher jenjangnya dengan rakus, memberikannya tanda kepemilikan yang siapa saja yang melihatnya pun pasti tahu jika mereka melakukannya dengan penuh nafsu.


Kedua bukit yang tertutupi kain berkacamata itu pun sudah terlepas dari sangkarnya sejak tadi hingga membuat Antara dengan bebas mengeksplorasi isi dalamnya. Hisapan lembut yang diberikan Antara membuat tubuh Karin seketika meremang. Walau Karin termasuk penikmat dunia malam namun ia masih menjaga keperawanannya. Satu ******* keluar saat merasakan sesuatu yang panas keluar dari intinya, membuatnya lemas seketika.

__ADS_1


Antara menarik senyumnya saat melihat wanitanya terkulai lemas, ia segera membaringkan tubuhnya Karin hingga posisinya saat ini sudah dibawah kungkungan nya. Intinya sudah meronta sejak saat Karin mengulum juniornya. Antara sedikit terhenti saat akan memasukkan miliknya di inti tubuh Karin, "Mengapa sangat sulit memasukkannya," Ingatannya mundur ke belakang seperti saat pertama kali melakukannya saat di kapal pesiar waktu itu.


"Kamu sangat sempit, Sayang. Sama seperti saat kamu perawan dulu." racau Antara yang merasakan kembali sensasi kenikmatan seperti saat pertama kali melakukannya dengan Melia.


Karin menangis di sela racauan Antara yang merasakan kenikmatan saat intinya terjepit oleh inti miliknya. Rasa sakit karena keperawanannya diterobos masuk tak berbanding dengan rasa sakit saat mendengar racauan suaminya yang menyebut nama wanita lain di depan matanya. Tubuhnya yang berulang kali tersentak oleh Antara saat mendapatkan pelepasan pun tak dirasakannya, hatinya begitu hancur saat melihat mata suaminya yang dipenuhi kabut nafsu tersenyum padanya, berulang kali ia mengucapkan kata terima kasih padanya karena sudah memberikannya kenikmatan malam ini.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih untuk malam ini, kamu begitu memuaskan ku! Aku mencintaimu, jangan memintaku lagi membagi cintaku untuk wanita lain, Melia, kumohon jangan tinggalkan aku!"


Akhirnya Antara memejamkan matanya setelah mengucapkan terima kasih pada ,Karin. Terdengar suara dengkuran halus seiring dengan tangannya yang semakin erat memeluk tubuh istrinya.


Dalam sekejap, Karin ikut terlelap menikmati pelukan hangat dari tubuh kekar suaminya, ada kedamaian penuh cinta yang dirasakannya walau ia tahu itu semua diperuntukkan bukan untuknya, namun untuk Melia, istri pertamanya.


Pagi menyapa mentari tidak pernah bosan menampakan sinar cantiknya. Silau oleh bias cahaya keemasannya saat berusaha membuka kedua matanya. Butuh beberapa detik matanya untuk menyesuaikan diri dengan sorotan cahaya matahari, ia memindai kamar yang ditempatinya tidur saat ini, tampak asing pikirnya. Ekor matanya langsung tertuju pada lengan putih yang memeluknya dengan erat. Seketika matanya membulat saat menyadari jika lengan wanita yang saat ini sedang memeluknya adalah bukan lengan istrinya. Ini bukan kamarnya dan wanita yang memeluknya juga bukan istrinya, namun bagaimana caranya dia bisa sampai berada dikamar ini! Itulah yang ada dipikiran, Antara saat ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2