JERAT CINTA WANITA MALAM

JERAT CINTA WANITA MALAM
Menjadi CEO PT. Arcoma Internasional


__ADS_3

Antara menghembuskan napas lega setelah bos besarnya, atau sekarang dia panggil dengan sebutan papa mertua.


Antara memijat pangkal hidungnya berulang. Hatinya sudah lega karena sudah jujur tentang perasaannya pada Karin, namun disisi lain, Antara semakin mendapat amanah yang berat menjadi CEO dari perusahaan mertuanya. Sekuat tenaga Antara menolak namun, tetap saja Sudarma bersikukuh hingga membuat Antara pada akhirnya menerima tangkup jabatan dari mertuanya. Apalagi saat Sudarma sudah berlutut di hadapannya saat Antara lagi-lagi membahas tentang perpisahan, membuat Antara lagi-lagi tak bisa menolak permintaan dari mertuanya itu jika dirinya takkan pernah meninggalkan Karin. Karena Sudarma takut jika Karin akan nekat bunuh diri jika Antara meninggalkannya.


Setelah satu minggu, akhirnya hari yang dinanti Karin datang juga. Malam ini tepat jam 7 malam, Antara akan secara resmi dilantik menjadi CEO dari perusahaan Arcoma. Namun tanpa sepengetahuan Sudarma dan Antara, ternyata Karin sudah mempersiapkan pengumuman penting nantinya.


"Sayang, kamu nanti datang sama Ibu ya, kamu kasih tahu 'kan tentang acara malam ini!"


Melia mengangguk mengiyakan pertanyaan sang suami.


"Setelah kamu berangkat kerja aku pamit ya ke rumah, Ibu. Sudah lama sejak terakhir kali aku berkunjung kesana."


Melia ingat betul saat itulah kejadian dimana mimpi buruk yang tak pernah sekalipun terbesit di hatinya jika dirinya akan di madu. Namun Melia sungguh bersyukur karena cinta, kasih sayang serta perhatian nya tak berubah sedikitpun bahkan hingga detik ini, malahan Antara entah mengapa semakin posesif setiap harinya.


Kejadian lucu saat tak sengaja Antara yang pulang cepat dari kantor. Namun ditengah perjalanan pulang ke rumahnya, dia melihat Melia dibonceng oleh lelaki lain, padahal dia tahu betul jika pria itu ada ojek yang memang seperti itu pekerjaannya, mengantar pulang pergi penumpangnya baik wanita maupun pria.

__ADS_1


Dan karena itulah Antara memaksa sang istri belajar menyetir mobil. Serta jangan tanyakan siapa tutor nya, karena jawabannya adalah dirinya sendiri. Jadi setiap sabtu-minggu Antara mengajari Melia hingga sampai saat ini Melia sudah pintar dan lancar mengendarai mobil.


"Baiklah, hati-hati dijalan dan salam ku untuk Ibu." Ucap Antara, dan setelahnya Antara pamit bekerja.


Melia sudah berangkat ke rumahnya dan menjemput sang ibu, Zahra. Rencananya hari ini Melia akan membawa sang ibu ke butik langganan sang mertua untuk membeli gaun yang akan mereka kenakan saat acara pengangkatan suaminya. Sejak Melia bersedia dimadu, Weni benar-benar berusaha menjadi ibu mertua yang baik serta menjadi besan yang menyenangkan walaupun Weni sangat jarang bertemu langsung dengan Zahra. Seperti tadi pagi setelah mereka sarapan, Weni menghampirinya Melia yang tengah menyiram bunga di halaman depan.


Mel, kamu pergilah ke butik langganan Bunda di jalan S untuk membeli gaun yang akan kamu gunakan sebentar malam, dan juga pilihkan 1 untuk Zahra, ibumu. Bunda tak mau acara yang sepenting itu, kalian memakai baju yang biasa-biasa saja. Karena kita adalah tokoh utamanya jadi kita harus tampil wow melebihi tamu undangan lainnya.


Sementara di tempat lain, Karin terlihat tengah memanjakan dirinya dengan perawatan di sebuah salon langganannya, ia tengah berbaring di sebuah bed disalah satu ruangan dengan beberapa alat untuk menunjang kecantikannya, beberapa cream serta alat laser yang ditempelkan pada kulit wajahnya. Tidak hanya pada wajah hingga ujung kukunya pun tak luput dari perawatan. Seperti spa seluruh tubuh, facial, perawatan rambut, waxing, manicure dan pedicure hingga perawatan untuk bagian daerah intimnya pun tak luput dirawatnya. Karin melakukan rangkaian perawatan kecantikan serta tubuhnya bak seorang calon pengantin. Entah apa yang telah direncanakan olehnya.


Tidak hanya para istri yang tengah sibuk menyiapkan penampilan mereka malam ini, Weni pun sebagai ibu tak ingin kalah dengan 2 menantunya itu. Jauh-jauh hari dia sudah memesan sebuah gaun pesta yang glamor berbalut kristal swarovski yang pastinya akan membuat penampilannya malam ini menjadi pusat perhatian. Beberapa teman arisannya adalah para kolega bisnis Antara, jadi tak heran jika dirinya pun ingin tampil wow di hadapan mereka. Dia ingin memperlihatkan pada teman arisannya jika dirinya sekarang jauh lebih terhormat dan lebih kaya dari sebelumnya, terlebih saat ini sang anak sudah diangkat menjadi CEO dari perusahaan terbesar di negaranya.


Jika para wanitanya tengah menyibukkan dirinya pada penampilannya, berbanding terbalik dengan Antara yang kini terlihat sangat gugup. Dia akan menghadapi para kolega bisnis mertuanya yang tidak hanya dari dalam negeri namun juga dari luar negeri. Jika dulunya Antara terlihat biasa-biasa saja menghadapi kolega atau investor dan klien dari perusahaan besar di kotanya, namun tidak saat ini. Dia begitu gugup akan tampil di podium untuk berpidato, walau singkat namun ini adalah pengalaman pertamanya akan berdiri didepan semua orang.


Mulai hari ini juga Antara sudah memiliki ruangan tersendiri, dimana lagi selain di ruangan mertuanya dulu. Kini Antara yang memiliki akses ruangan tersebut. Terlebih dengan segala pekerjaan yang akan menyibukkan dirinya dan menyita waktunya nanti hingga membuat Antara memilih Malik sebagai asisten pribadinya. Ya, dia diberi 1 karyawan yang akan membantunya dalam pekerjaannya sebagai CEO selain dari seorang sekretaris. Dan tentu saja Antara sengaja memilih karyawan yang bekerja di ruangannya termasuk sekretarisnya adalah seorang pria. Antara cukup trauma dengan perbuatan Karin yang terdahulu yang memfitnahnya sehingga jalan hidupnya bisa sampai sekarang.

__ADS_1


Antara bukannya tak bersyukur dengan apa yang dia dapatkan sampai dengan hari ini, dia pun tak memungkiri kehidupannya berubah hingga pekerjaannya lebih bersinar setelah menikah dengan Karin, namun bukan kemajuan atau kehidupan yang naik seperti ini yang dia inginkan.


Tujuannya yang sama namun jalan yang ingin ditempuh tidak seperti saat ini, dia ingin bekerja keras dibidangnya dengan kemampuannya, dia ingin hidup bahagia bersama istri dan anak-anaknya kelak namun tak disangka jika dirinya lebih cepat mendapatkan semua yang ingin diraihnya namun dengan jalan pintas. Jalan yang akan membuat hidupnya bagai sebuah roller coaster.


"Wah, Tar selamat ya, akhirnya keinginanmu sejak dulu bisa tercapai. Gue bangga sama elu bro!" Tambah Malik menepuk punggung Antara saat melihat penampilan sahabatnya itu sekarang.


Dengan jas serta dasi yang menempel di tubuhnya membuat penampilan Antara semakin menjadi elegan serta membuat auranya terpancarkan lebih berwibawa.


Antara tersenyum miris mendengar ucapan sahabat baiknya itu. Walau Malik mengetahui semua kejadian di balik pengangkatannya sebagai seorang CEO namun tak ada yang tahu pasti bagaimana hati Antara yang sebenarnya saat ini.


Antara menatap pantulan dirinya, menatap lekat wajahnya sendiri. Dia melihat seorang pria tampan dan gagah dengan setelan jasnya lengkap dengan dasi yang jika ditaksir penampilannya hari ini memakan biaya puluhan juta rupiah. Namun Antara tak melihat itu, dia hanya bisa melihat seorang pria yang sedang menggadaikan kehormatannya, hatinya, cintanya, rumah tangganya serta kebahagiaannya sendiri demi hidup seorang yang dinamakan orang tua.


Ya, hidup Weni dan Sudarma. Antara rela menggadaikan kebahagiaannya demi permintaan kedua orang tua itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2