JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 100. Perhatian Alfa.


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan begitu cepat. Setelah kembali dari Bali, Alfa terlihat semakin hangat juga perhatian terhadap Shelina. Walaupun semua dia lakukan tidak sesering mungkin. Siang itu Alfa bekerja sangat tidak berkonsentrasi. Dia begitu cemas memikirkan Shelina di rumah, yang mengeluh kesakitan sejak semalam. Untuk memastikan keadaan wanita cantiknya itu, Alfa akhirnya memutuskan untuk menghubunginya. Namun panggilan Alfa sama sekali tidak di jawab.


'Mengapa dia tidak menjawab telpon saya? Apa terjadi sesuatu dengannya?' Batin Alfa dengan tampang penuh kekhawatiran.


Akhirnya Alfa pun memilih untuk menghubungi telpon rumahnya. Dia semakin khawatir karena panggilan telponnya tidak di jawab oleh Shelina.


("Halo Bi. Shelina sudah bangun?" Tanya Alfa tanpa menunggu lama. Setelah telpon tersambung.)


("Tidak tahu juga Den. Soalnya Non Sheli belum kelihatan sejak pagi." Jawab Bibi di rumah Alfa.)


("Coba Bibi lihat ke kamar!" Seru Alfa.)


("Baik Den." Jawab Bibi dan langsung melangkah buru-buru menaiki tangga menuju lantai atas, tanpa memutuskan sambungan telepon dengan Alfa.)


("Non,, Non Sheli,, Non Sheliii...." Terdengar suara teriakan Bibi dari balik telpon.


("Ada apa Bi..? Ada apa sama Shelina?" Tanya Alfa tergesa-gesa).


("Non Sheli pingsan Den." Jawab Bibi dengan nada terdengar panik.)


("Cepat bawa dia ke RS! Saya akan segera susul ke sana." Seru Alfa dan langsung memutuskan sambungan telepon.)


Wajah Shelina terlihat begitu pucat dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dia di larikan dengan mobil pribadi Alfa yang di kendarai supirnya. Dalam perjalanan menuju RS ternama milik keluarga Permana, Alfa tidak henti-hentinya menghubungi pembantunya yang ikut mengantarkan Shelina.


Sampainya di parkiran RS, terlihat beberapa perawat sudah berdiri menunggu kedatangan mobil yang membawa Shelina. Bahkan mereka sudah menunggu sejak beberapa menit yang lalu. Pada saat Alfa menghubungi pihak RS.


Saat Shelina di keluarkan dari dalam mobil, saat itu juga berhenti sebuah mobil mewah milik Alfa. Dengan tampang terlihat panik, Alfa keluar dari dalam mobil dan berlari menghampiri Shelina. Yang sudah di letakkan di atas Brankar dorong RS.

__ADS_1


"Cepat tangani istri saya Dok!" Ujar Alfa kepada seorang Dr yang akan menangani Shelina.


"Baik Pak. Ibu Shelina akan segera di tangani." Jawab Dr Arnol. Salah seorang Dr yang begitu terkenal di RS besar milik keluarga Permana.


Kedatangan Shelina dengan keadaan tidak sadarkan diri menggemparkan seisi RS. Karena tidak lama Shelina di masukan ke dalam ruangan, datang anggota keluarga Permana yang lainnya. Yang tidak ada hanyalah Fara juga Riyan. Karena mereka sudah kembali ke Malaysia beberapa hari yang lalu.


Di depan ruang UGD, Alfa hanya terdiam dengan kedua tangan menutupi wajahnya. Sesekali dia mengusap wajahnya kasar sambil menarik nafas dan membuangnya kasar. Sikap Alfa itu seketika memancing perhatian Oma Alira, yang sedang duduk bersama Aleta tidak jauh dari tempat duduknya Alfa.


"Sayang,, tenang saja. Istri kamu akan baik-baik saja." Ucap Oma Alira yang sudah berada tepat di samping Alfa.


Mendengar ucapan Oma Alira, Alfa hanya mengangguk tanpa bersuara. Namun dari raut wajahnya masih tetap terlihat tegang. Dari raut wajah Alfa bisa di pastikan dia benar-benar takut terjadi apa-apa dengan Shelina. Dan keadaannya itu sangat di pahami oleh anggota keluarganya yang lain. Terutama Oma Alira.


"Alfa,, sebenarnya apa yang membuat Shelina sampai jadi seperti ini?" Tanya Aleta yang juga sudah berada di samping Alfa.


"Saya juga tidak tahu Ma. Yang pastinya sejak semalam dia mengeluh sakit." Jawab Alfa dengan kepala tertunduk.


"Bukan karena makanan Oma. Dia selalu merasakan sakit saat mau datang bulan." Jawab Alfa yang membuat Oma Alira langsung tersenyum sambil berujar.


"Cucuku benar-benar pria sejati. Dia tahu semua tentang istrinya."


"Alfa,, Mama mau tanya sama kamu. Mama lihat Shelina itu sangat mencintai kamu. Dia begitu perhatian sama kamu. Sementara kamu selalu bersikap acuh tak acuh. Apa kamu belum bisa juga menerimanya?" Pertanyaan Aleta yang membuat Alfa langsung mengangkat muka menatapnya.


"Mau berapa kali Mama menanyakan itu? Seingat saya kemarin juga Mama tanyakan hal yang sama." Jawab Alfa dengan tampang terlihat datar.


"Kamu ko sepertinya tidak suka kalau Mama tanya akan hal itu. Apa salahnya kamu menjawab pertanyaan Mama? Shelina wanita yang luar biasa cantik. Dia tidak ada tandingan dengan wanita-wanita yang suka cari perhatian Mama ataupun Oma, agar bisa dekat dengan kamu." Ujar Aleta panjang lebar.


"Kalau saya beluk bisa menerima dia, untuk apa saya bertahan sampai saat ini Ma?" Jawab Alfa dan langsung berdiri melangkah menuju ruang rawat Shelina.

__ADS_1


"Aleta,, maksud Alfa apa berkata seperti itu? Mama tidak mengerti maksud pembicaraannya." Tanya Oma Alira dengan segera.


"Maksudnya,, kalau dia belum bisa menerima Shelina sebagai istrinya, tidak akan dia bertahan hidup bersama Shelina sampai saat ini Ma." Jawab Aleta yang membuat Oma Alira seketika tersenyum tanpa suara.


Alfa yang merasa terganggu dengan pertanyaan Mama juga Omanya, memilih untuk berdiri di pojok ruangan tempat Shelina di rawat. Tapi tiba-tiba dia di buat kaget dengan kedatangan seorang wanita.


"Alfa,, ngapain kamu di sini?" Terdengar suara seseorang yang tidak asing lagi di telinga Alfa.


"Istri saya sedang di rawat di dalam sana." Jawab Alfa singkat setelah berbalik menatap wanita yang ternyata adalah Melisa.


Melisa adalah wanita yang dulu pernah dekat dengan Alfa. Namun Alfa tidak pernah menganggap spesial dirinya. Hal itulah yang membuat dia akhirnya memutuskan untuk menikah dengan seorang pria tua demi ambisinya menjadi model ternama.


Melihat kehadiran Melisa, ekspresi wajah Aleta langsung berubah seketika. Dia sampai tidak mendengarkan apa yang sedang di bicarakan oleh Mama mertuanya.


"Aleta,, apa yang kamu lihat?" Tanya Oma Alira sambil berbalik menatap ke arah yang di tatap Aleta.


"Siapa wanita itu? Mengapa dia terlihat begitu dekat dengan Alfa?" Tanya Oma Alira yang belum mengetahui siapa wanita yang sedang bersama Alfa.


"Dia Melisa Ma. Model yang pernah dekat dengan Alfa dulu." Jawab Aleta tanpa melepaskan pandangan dari arah Melisa juga Alfa.


Sebagai sesama wanita, Aleta juga Oma Alira sangat tidak suka melihat wanita lain mendekati pria yang sudah beristri. Apalagi mereka berdua sudah mengenal betul sikap buruk model ternama, yang sangat tergila-gila pada Alfa sejak dulu.


"Aku harus ke sana Ma." Ujar Aleta dan langsung berdiri dan melangkah menuju Alfa. Namun langkahnya tiba-tiba tertahan karena melihat Dr Arnol keluar dari ruang rawat Shelina.


"Ibu Aleta,, Nyonya Besar." Sapa Dr Arnol tepat di depan pintu ruang rawat Shelina.


Menyadari keberadaan Dr Arnol, Alfa langsung buru-buru melangkah tanpa memperdulikan Melisa, yang masih tetap berdiri dengan asistennya tidak jauh dari pintu ruang rawat Shelina. Melihat tatapan tajam Oma Alira juga Aleta Mamanya Alfa, Melisa tetap bersikap santai. Dengan begitu tenang, Melisa melangkah mendekat ke arah Alfa sambil mengembangkan senyum sinis. Tanpa memperdulikan kedua wanita yang sedang menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2