
Tatapan mata Alfa bagaikan busur yang siap menancap ke arah Shelina, yang belum juga beranjak dari tempat duduknya. Shelina seketika mematung dengan raut wajah sendu tanpa berani menatap ke arah depan. Dia tidak sanggup menatap ke arah Alfa bukan karna tatapan mematikan dari Alfa. Melainkan keberadaan seorang wanita yang berada di samping Alfa saat itu. Wanita itu begitu perhatian terhadap Alfa. Sampai-sampai semua dia sediakan termasuk menuangkan minuman ke dalam gelas Alfa.
"Apa anda ingin berdansa sekarang?" Tanya Reno sambil menatap ke arah Alfa.
"Iya. Saya ingin berdansa." Jawab Alfa dengan tatapan sayu, pengaruh minuman yang sedang dia konsumsi.
Minuman yang di konsumsi Alfa bukan hanya sekedar jus. Melainkan alkohol yang sudah mereka persiapkan sebelum berangkat ke kafe. Mendengar Jawa Alfa, wanita yang ada tepat di samping Alfa langsung buru-buru merapikan pakaiannya. Dia sudah siap menjadi pasangan Alfa untuk berdansa.
"Ayo Pak! Saya temani Bapak untuk berdansa." Ajak Sera, wanita yang ada di samping Alfa dengan senyum manisnya.
"Tidak perlu. Sudah ada yang saya pilih untuk menjadi pasangan saya." Jawab Alfa yang membuat beberapa wanita yang mendengarnya langsung tersenyum. Salah satunya Alya.
"Dia pasti akan memilihmu. Kamu kan lebih cantik dari wanita itu." Bisik Aneth di samping telinga Alya yang hanya memasang senyum sinisnya.
"Sepertinya begitu. Soalnya tadi dia sempat melirik ke arahku." Jawab Alya begitu percaya diri.
Dengan begitu gagahnya, Alfa pun berdiri dari tempat duduknya dengan tatapan tidak menentu. Situasi itu benar-benar membuat beberapa wanita yang sedang menatapnya penuh harap kalau dia akan menuju ke arah mereka. Apalagi Alya yang merasa paling anggun dengan gaun yang dia gunakan.
"Pak,, apa sudah ada pasangan yang anda pilih untuk berdansa?" Tanya Aldo berpura-pura tidak tahu.
"Sudah." Jawab Alfa sambil melangkah ke depan tanpa menatap ke arah Shelina.
"Sebenarnya siapa sih yang akan dia pilih? Lihat tu! Dia menatap semua orang." Ujar salah seorang pelayan kafe yang berdiri tidak jauh dari Alya dan kedua temannya.
__ADS_1
"Dia pasti akan memilih yang lebih tepat. Lihat saja siapa yang akan dia pilih nanti. Kalau menurut aku sih,, pastinya Alya." Sambung Aneth sambil tersenyum menatap Alya yang terlihat sudah seperti cacing kepanasan.
Melihat Alfa yang terus melangkah maju, Shelina seketika jadi gugup. Sedangkan para wanita yang lainnya tiba-tiba jadi kebingungan, setelah Alfa sudah melewati semua orang. Tanpa berujar satu katapun, Alfa langsung menghampiri Shelina kemudian meraih tangannya dengan segera. Melihat apa yang terjadi, Alya juga para wanita yang sudah berharap akan di pilih Alfa, langsung memasang wajah cemberut tanpa bersuara.
"Ayo kita berdansa!" Ujar Alfa tepat di samping telinga Shelina.
"Tapi,, tapi aku tidak tahu berdansa." Jawab Shelina gugup.
"Itu bukan satu alasan. Ikuti saja apa yang saya mau!" Ujar Alfa sambil menatap Shelina tajam.
Karena tidak bisa menolak apalagi menghindar, akhirnya Shelina pun dengan terpaksa mengikuti Alfa yang sudah menarik tangannya. Menuju sebuah tempat yang sudah di siapkan untuk tempat berdansa. Dan tidak lama beberapa teman Alfa juga ikut menghampiri mereka dengan pasangan masing-masing.
Musik yang di pilih untuk mereka berdansa begitu indah di dengar. Suasana terasa semakin romantis saat lampu di dalam ruangan itu padam. Hanya sedikit kilatan cahaya beberapa lampu cadangan, yang tidak terlalu terang. Shelina yang sudah berhadapan dengan Alfa, terlihat begitu gugup saat Alfa meraih bagian pinggulnya. Dia hanya terdiam tanpa berani mengangkat mukanya menatap wajah Alfa yang sudah berada tepat di depan wajahnya.
"Kalung kan tanganmu di leher saya!" Ujar Alfa tanpa melepaskan pandangannya dari wajah jelita yang ada tepat di depan matanya.
"Ayo kalung kan tanganmu!" Tambah Alfa karena Shelina tidak melakukan apa yang dia perintahkan.
"Iiiii,, iya Mas." Jawab Shelina gugup sambil menatap Alfa sesaat.
"Mengapa kamu tidak mau menatap saya? Orang lain saja bisa kamu tatap." Ujar Alfa yang membuat Shelina langsung menatapnya bingung.
"Seorang istri itu harusnya di rumah saat suaminya pergi jauh. Bukan berada di tempat seperti ini." Ujar Alfa sambil bergerak ke sana kemari mengikuti alunan musik.
__ADS_1
"Aku bekerja Mas. Tujuanku hanya ingin mencari uang." Ujar Shelina sambil memalingkan wajahnya ke arah samping.
"Buat apa kamu harus bekerja? Apalagi di tempat seperti ini. Kamu itu istri saya. Bukan istri laki-laki biasa. Jadi apa yang mau kamu lakukan harus di pikir dulu!" Ujar Alfa dengan raut wajah yang sudah semakin memerah, karena pengaruh minuman yang dia konsumsi.
"Aku hanya tidak ingin membebaniku dengan semua kebutuhanku. Makanya aku memilih untuk bekerja." Shelina berkata-kata sambil melepaskan tangannya dari pundak Alfa. Setelah lampu kembali di nyalakan.
Selesai berdansa, tanpa memperdulikan Shelina, Alfa langsung melangkah kembali ke tempat duduknya. Sedangkan Shelina sudah di ajak ngobrol sama Reno di sebuah meja yang ada di bagian pojok. Melihat kedekatan Shelina dengan pemilik kafe itu, Alfa segera meminta Aldo untuk memberikannya sebotol minuman.
"Aldo.. Beri saya satu botol lagi!" Ujar Alfa dengan tatapan tajam ke arah Shelina.
"Tapi kamu kan sudah minum banyak." Jawab Aldo sambil menatap ke arah yang di tatap Alfa.
"Saya bilang beri satu botol lagi! Saya masih ingin minum." Ujar Alfa tanpa memalingkannya pandangannya dari arah Shelina yang sedang mengobrol dengan Reno.
"Alfa,, kamu cemburu ya?" Bisik Aldo tepat di samping telinga Alfa, sambil meletakan sebotol minuman yang di minta sama Alfa.
"Apa-apaan sih kamu..? Siapa yang Cemburu..?" Jawab Alfa sambil buru-buru membuang pandangannya dari arah Shelina.
"Aku pikir kamu lagi cemburu melihat kedekatan istri kamu dengan laki-laki itu." Ujar Aldo yang membuat Alfa seketika jadi salah tingkah.
"Kamu kenapa sih Do..? Mengapa kamu terlalu sibuk mencampuri urusan saya? Saya tu ngga ada rasa cemburu walau sedikitpun sama dia." Ujar Alfa dan segera meneguk minuman yang di berikan Aldo, tanpa di tuangkan ke dalam gelas.
Mendengar jawaban Alfa, Aldo yang sudah lebih berpengalaman dalam masalah asmara hanya bisa tersenyum tanpa bersuara. Aldo yang sudah sangat mengenali sosok Alfa, sahabat sekaligus atasannya itu begitu yakin, kalau Alfa memang cemburu melihat kedekatan Shelina dengan laki-laki lain. Namun dia tetap berusaha untuk menyembunyikannya.
__ADS_1