JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 46. Rasa Yang Tiba-tiba Hadir.


__ADS_3

Dengan bercucuran air mata, Shelina membaringkan tubuhnya yang semakin lemah memikul beban dalam dirinya. Tak pernah sedikitpun kebahagiaan datang menghampiri wanita malang itu. Yang ada hanyalah penderitaan tanpa akhir. Kata-kata Alfa yang begitu tajam telah membuat luka hati Shelina semakin bertambah parah. Sambil memejamkan mata menahan kesedihannya, Shelina mulai bergumam di dalam hatinya.


"Ya Tuhan,, sampai kapan penderitaan dalam hidupku akan berakhir? Aku tak sanggup lagi menanggung semua derita ini.


Shelina berkata-kata di dalam hatinya dengan berderai air mata. Hatinya terasa begitu sesak mengingat perkataan Alfa, kalau kehadirannya hanya membawa musibah. Dia menangis bukan karena tersakiti dengan sikap juga perkataan Alfa. Namun ketidakberdayaannya yang membuat dia begitu terpuruk dalam kesedihan.


Rasa perih pada luka sayatan di perut Alfa yang masih terus mengeluarkan darah, membuatnya terlihat semakin pucat. Dengan keadaan semakin lemah, Alfa berusaha untuk melangkah keluar dari kamarnya menuju lantai bawah. Tapi baru beberapa langkah, dia pun langsung tersungkur ke lantai, tepat di depan kamar yang di tempati Shelina.


"Aaaaw..." Suara Alfa yang terdengar begitu keras menahan rasa sakit pada lukanya. Juga suara benturan tubuhnya di atas lantai.


Mendengar suara teriakan Alfa, Shelina yang tidak bisa untuk tertidur langsung buru-buru berlari keluar dengan raut wajah yang terlihat panik. Melihat keadaan Alfa yang sudah terlentang di atas lantai dengan beda darah yang semakin banyak, mata Shelina langsung terbelalak saking kagetnya. Dan dia langsung menghampiri Alfa sambil berujar.


"Mas... Kamu kenapa...?" Tanya Shelina dengan tampang penuh kecemasan.


"Saya ngga apa-apa." Jawab Alfa sambil berusaha untuk bangun.


"Ngga apa-apa bagaimana Mas..? Ini darahnya banyak banget.." Ujar Shelina sambil meraih lengan Alfa.


"Lepaskan saya! Saya bisa sendiri." Ujar Alfa tanpa mau menatap Shelina yang berada tepat di sampingnya.

__ADS_1


"Mas.. Aku tahu kamu sangat membenciku. Kamu sangat tidak menginginkan keberadaan ku. Tapi aku mohon, izinkan aku untuk membantumu. Kamu sudah sangat pucat Mas." Ujar Shelina dengan tampang memohon.


"Tidak usah..! Saya bisa sendiri.." Teriak Alfa dengan nada yang terdengar sedikit keras.


Shelina yang sudah sangat trauma dengan suara keras, akhirnya melepaskan tangannya dari lengan Alfa, dan berdiri hendak melangkah memasuki kamarnya. Namun belum sempat dia berbalik, Alfa kembali menjerit yang membuat Shelina semakin tidak tega.


"Sini Mas aku bantu." Ujar Shelina sambil mendekati laki-laki batu itu.


Melihat sikap Shelina yang begitu ngotot ingin membantunya, Alfa jadi terdiam seketika dengan pemikiran bercampur aduk. Di sisi lain dia begitu bingung dengan kesabaran Shelina. Namun di sisi lain, dia kembali berpikir kalau itu semua hanyalah sandiwara yang di buat Shelina untuk mengambil hatinya.


"Berhenti untuk berharap banyak! Apapun yang kamu lakukan, tidak akan pernah bisa merubah sikap saya terhadapmu." Alfa berkata-kata dengan tatapan tajam kepada Shelina.


Shelina berkata-kata sambil berusaha menguatkan hatinya yang begitu rapuh. Dan karena tidak mendengar penolakan Alfa seperti biasanya, Shelina pun langsung melangkah tanpa menyadari keadaan Alfa saat itu. Dan dengan seketika Shelina langsung terkejut, karena Alfa tiba-tiba terjatuh ke atas lantai dengan keadaan tidak sadarkan diri.


"Mas... Mas Alfa... Bangun Mas..." Suara teriakan Shelina yang terdengar memenuhi rumah besar itu.


Kepanikan Shelina benar-benar tak bisa di kendali di saat melihat mata Alfa sudah tertutup, dengan wajah yang sangat pucat. Dengan segera Shelina langsung buru-buru memangku kepala Alfa, sambil menangis di iringi suara teriakan histeris.


"Mas Alfa bangun...! Tolong jangan seperti ini..! Aku tidak tahu harus berbuat apa..? Tidak ada orang yang bisa menolong aku Mas. Hiks...hiks...hiks..." Shelina berujar dengan bercucuran air mata. Tapi tiba-tiba dia pun kaget dan langsung terdiam, di saat mendengar suara Alfa.

__ADS_1


"Buat apa kamu harus menangis? Semustinya kamu harus bersyukur kalau saya celaka. Biar kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau dari saya." Alfa berkata dengan suara terbata-bata.


"Aku tidak menginginkan apapun darimu. Yang aku mau hanyalah keselamatanmu. Ayo bangun! Aku akan membawamu ke RS." Jawab Shelina sambil berusaha membantu Alfa untuk bangun dari atas lantai.


"Tidak.. Saya tidak bisa bangun. Dan saya juga tidak mau ke RS." Ujar Alfa sambil memejamkan mata menahan sakit.


"Tapi luka kamu sangat parah. Tidak mungkin aku membiarkan kamu seperti ini." Ujar Shelina sambil menatap Alfa penuh kekhawatiran.


"Kalau kamu ingin membantu saya, pergi tinggalkan saya sendiri! Karena saya begitu tersiksa dengan kehadiranmu." Ujar Alfa dengan tatapan mata yang begitu lemah.


"Aku akan pergi tapi setelah menolong mu Mas. Mana mungkin aku bisa meninggalkan kamu di sini dengan keadaan seperti ini." Jawab Shelina sambil mendorong tubuh Alfa untuk bangun.


"Saya mau ke kamar. Biar saya yang mengobati luka saya sendiri." Alfa berkata-kata sambil berusaha untuk bangun.


Tanpa berujar satu katapun, Shelina pun segera membawa Alfa masuk ke dalam kamar. Dia membaringkan Alfa di atas tempat tidur dengan sangat berhati-hati. Dan apa yang di lakukan Shelina, seketika membuat Alfa langsung menatapnya dengan perasaan yang tidak bisa di artikan.


Rasa yang tiba-tiba muncul di dalam hati laki-laki beku itu, membuatnya sampai lupa akan kebenciannya, terhadap wanita jelmaan bidadari di dekatnya itu. Tapi tidak lama, dia kembali tersadar dengan perasaan aneh yang mulai menggoyahkan pendiriannya. Dengan tampang bingung bercampur kaget, Alfa mulai berkata-kata di dalam hatinya.


"Apa-apaan ini? Mengapa jantungku berdetak kencang hanya karena berada dekat dengannya? Aku tidak boleh seperti ini. Kalau tidak, aku bisa masuk ke dalam perangkapnya."

__ADS_1


Perasaan Alfa saat itu seketika membuatnya tersiksa, karena tidak sejalan dengan apa yang ada di dalam pikirannya. Namun dia lebih memilih untuk mengikuti jalan pikirannya. Karena menurut dia, rasa itu hanya akan membuatnya semakin terpenjara dalam kemunafikan Shelina.


__ADS_2