JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 84. Semakin Dekat.


__ADS_3

Fajar mulai memancarkan cahaya keemasan di sambut siulan burung yang sedang menikmati udara segar di pagi itu. Namun Shelina masih tetap terlelap di dalam selimut menghangatkan tubuh tanpa sehelai benangpun. Suasana hati yang begitu indah kala mendengar kata cinta dari laki-laki yang sangat dia cintai, sampai terbawa di dalam mimpi yang membuatnya berkata-kata dalam keadaan tertidur pulas.


"Mas,, aku juga sangat mencintaimu. Terimakasih karena kamu sudah mencintaiku yang hanya wanita biasa." Kata-kata yang terlontar dari bibir Shelina dengan mata yang masih tetap terpejam.


Kata-kata Shelina seketika menyentuh hati laki-laki kaku di sampingnya. Alfa yang baru saja terbangun karena mendengar suara alam di atas meja tepat di samping tempat tidur, hanya tersenyum sambil memandangi wajah polos, wanita cantik yang masih terlelap di sampingnya tanpa bersuara. Dia baru menyadari keadaan Shelina yang tidak memiliki keluarga seperti dirinya. Saat mendengar ungkapan hati Shelina dalam keadaan tertidur.


Tanpa berlama-lama, Alfa pun segera beranjak turun dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi. Dan tidak lama Alfa memasuki kamar mandi, Shelina tiba-tiba terbangun karena mendengar suara alam yang kembali berbunyi di samping tempat tidur. Karena tidak melihat keberadaan Alfa di sampingnya, Shelina langsung bangun tanpa menyadari keadaannya, yang tidak menggunakan sehelai benangpun.


"Di mana dia? Apa dia sudah ke kantor?" Shelina bertanya-tanya sambil melangkah menuju lemari untuk mengambil handuk.


Alfa yang baru saja selesai mandi, hanya mengenakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya. Dia melangkah keluar dari kamar mandi sambil mencakar-cakar rambutnya. Dan di saat menyadari keberadaan Shelina di depan lemari dengan hanya mengenakan handuk seperti dirinya, langkah kaki Alfa pun langsung tertahan tidak jauh di belakang Shelina.


"Apa yang sedang kamu lakukan di depan cermin? Bukannya kamu mau ikut bersama saya ke kantor?" Tanya Alfa yang membuat Shelina langsung kaget.


"Aku ngga jadi ke kantor kamu." Jawab Shelina tanpa berbalik menatap Alfa yang sudah berdiri tepat di belakangnya.


"Ya sudah kalau ngga mau ikut. Tapi hari ini aku mungkin akan pulang sedikit terlambat. Soalnya ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Ujar Alfa sambil meraih pakaian yang sudah di siapkan oleh Shelina, di atas meja samping tempat tidur.


"Tapi ingat,, kamu tidak boleh kemana-mana! Kalau kamu merasa jenuh di rumah, kamu bisa pergi ke rumah Mama atau rumah Oma." Ujar Alfa memperingatkan Shelina.

__ADS_1


"Aku ngga mungkin kemana-mana dengan keadaan seperti ini." Jawab Shelina sambil meraba-raba bagian leher dan dadanya, dengan tatapan lurus ke cermin besar yang ada di depannya.


"Memangnya kenapa? Keadaan kamu baik-baik saja." Tanya Alfa yang sedang repot memasang kancing kemeja yang sudah melekat di tubuhnya.


"Apa kamu ngga lihat gigitan drakula yang ada di badanku ini? Apa kata Mama kalau melihat semua ini? Apalagi Oma. Dia pasti heboh apabila melihatku yang seperti ini." Tutur Shelina panjang lebar yang membuat Alfa seketika menatap ke bagian-bagian yang terdapat tanda merah.


"Pakai saja baju yang tertutup. Ngga usah pakai baju yang terbuka." Alfa berujar dan segera melangkah menuju meja rias.


"Mas,, kamu ngga boleh ke bawah dulu ya! Tunggu aku biar kita sama-sama turun ke bawah." Ujar Shelina dan buru-buru menuju kamar mandi.


Selesai mandi Shelina pun segera keluar dan mengenakan pakaian dalam yang sudah dia pilih sebelum masuk ke dalam yang sudah dia letakan di atas meja bersama pakaian yang mau dia kenakan. Tapi di saat menyadari kedatangan Alfa dari arah balkon, Shelina langsung meraih handuk dan menutupi tubuhnya karena dia malu di lihat oleh Alfa.


"Kenapa kamu masuk ke sini Mas? Aku kan belum pakai pakaian?" Tanya Shelina yang membuat Alfa langsung menatapnya bingung.


"Maksud kamu bertanya seperti itu? Apa yang salah kalau aku melihat keadaanmu seperti itu? Aku ini suamimu. Apa kamu sudah lupa?" Pertanyaan Alfa yang membuat Shelina semakin terlihat bodoh.


"Tapi aku kan malu Mas. Selain itu aku juga takut berpenampilan seperti ini di depan kamu. Seluruh tubuh aku rasanya mau remuk." Shelina berkata-kata dengan tampang lugunya namun berhasil membuat Alfa salah tingkah.


"Ya sudah,, cepat kamu dandannya. Setelah ini aku antar kamu ke rumah Mama. Nanti aku akan jemput kamu kalau sudah pulang dari kantor." Ujar Alfa dan langsung melangkah kembali ke balkon.

__ADS_1


Selesai berdandan, Alfa dan Shelina langsung pergi tanpa sarapan. Karena mereka memang berencana untuk sarapan di rumah orang tua Alfa. Melihat keberadaan Nia di ruang keluarga bersama kedua Bibi, Shelina pun segera melingkarkan tangannya memeluk lengan Alfa dengan begitu mesra. Dia sengaja seperti itu agar Nia bisa melihat kalau hanya dia wanita yang bisa dekat dengan Alfa.


"Bi,, kita sarapannya di rumah Mama saja. Dan mungkin nanti malam baru kita pulang." Ujar Shelina dan langsung berlalu meninggalkan ketiga wanita yang sedang menatap mereka.


"Mba,, Non Sheli tu cantik banget ya? Itulah kelebihan wanita cantik. Walaupun hanya wanita biasa, mereka bisa miliki suami mapan seperti Den Alfa." Ujar Bi Rasti tanpa melepaskan pandangannya dari arah Shelina.


"Makanya,, kalau mau jadi ratu dari pangeran tampan, harus memiliki kesempurnaan fisik seperti Non Shelina. Jangan hanya berkhayal tapi ngga ada kelebihan." Jawab Bi Tuti sengaja menyindir Nia yang ada di sampingnya.


Dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya, Alfa yang sedang fokus mengemudi sesekali melirik Shelina yang sedang fokus membalas pesan dari seseorang. Alfa yang merasa di cuekin mulai kesal dengan sikap Shelina. Namun dia sama sekali tidak bersuara karena tidak ingin Shelina tahu apa yang dia rasakan.


Sampainya di depan rumah orang tuanya, Alfa segera memarkirkan mobilnya dan melangkah keluar menuju rumah pintu rumah bersama Shelina yang masih saja fokus dengan ponselnya. Ternyata Shelina sedang membalas pesan dari temannya yang masih bekerja di kafe tempat kerjanya waktu itu.


"Eeeh,, tumben kalian datang pagi-pagi ke sini?" Sambut Oma Alira dengan ekspresi kaget tepat di depan pintu rumah.


"Oma juga ngapain pagi-pagi di sini?" Tanya balik Alfa dengan tampang khasnya.


"Oma setiap pagi ada di sini ko. Kamu saja yang ngga tahu. Makanya sering-sering ke sini biar kamu tahu." Jawab Oma Alira sambil menggandeng lengan Shelina.


"Sayang,, kamu semakin cantik saja. Tapi wajah kamu masih sedikit pucat. Makanya kalau berdandan, kamu harus pakai lipstik yang merah. Biar ngga terlihat pucat." Ujar Oma Alira dan Shelina hanya tersenyum menanggapinya.

__ADS_1


__ADS_2