
Pagi itu suasana begitu indah dengan pancaran kilau keemasan mentari. Di iringi siulan burung menyambut pagi. Namun di balik selimut Shelina masih saja terlelap. Tidak seperti hari-hari biasanya bangun sebelum datangnya fajar. Melihat kejadian yang tidak biasa, Alfa yang baru saja memasuki kamar selesai berolahraga. Segera mendekati tempat tidur.
"Shel... Shelina... Ini sudah siang. Apa kamu tidak ingin ikut bersama saya ke Bali?" Suara Alfa yang seketika mengagetkan Shelina.
"Apa... Sudah siang...? Ayo Mas kita pergi..!" Dengan keadaan setengah sadar Shelina langsung menarik lengan Alfa. Tanpa beranjak turun dari tempat tidur.
"Mau pergi ke mana? Kamu saja masih di tempat tidur." Jawab Alfa sambil menatap wajah bantal istrinya.
"Mas.. Semalam kamu tidur di mana dan sama siapa..?" Shelina tiba-tiba bertanya dengan tatapan mengintimidasi ke arah Alfa.
"Maksud kamu apa? Mau tidur di mana lagi kalau bukan di sini?"
Dengan tatapan bingung Shelina yang seperti belum sadar sepenuhnya kembali bersuara.
"Tapi semalam kalau aku tidak salah lihat, kamu itu lagi di peluk sama seorang wanita." Ucap Shelina yang terlihat seperti sedang mengingat sesuatu.
"Emang iya. Semalam itu saya di peluk sama wanita gila. Bahkan saya di gigit olehnya."
"Apa... Mengapa semua itu bisa terjadi..? Memangnya semalam kamu di mana..?" Tanya Shelina kaget.
"Di sini. Dan wanita itu adalah kamu." Jawab Alfa yang membuat Shelina seketika mengerutkan kening tanpa bisa bersuara.
"Apa yang terjadi sama kamu semalam? Bisa-bisanya kamu menggigit dada saya sampai seperti ini. Kamu sudah seperti drakula." Ucap Alfa yang berhasil membuat wanita cantik di hadapannya jadi malu.
__ADS_1
"Saya mau mandi dulu. Kamu juga cepat bersiap-siap!" Alfa segera melangkah memasuki kamar mandi setelah melihat waktu sudah menunjukan pukul 6:45 pagi.
'Astaga... malu banget aku. Ko bisa ya aku seperti itu? Sampai-sampai aku di sebut drakula sama si beruang kutub itu.' Batin Shelina sambil mencakar-cakar rambutnya.
"Hmmmm... Semua ini gara-gara cerita horor Fara semalam." Shelina berkata-kata sendirian dan segera beranjak turun dari tempat tidur.
Dengan buru-buru Shelina merapikan kamar tidurnya, dan segera berlari menuju kamar mandi yang ada di kamar sebelahnya. Dia dan Alfa sudah tidur sekamar layaknya sepasang suami-istri. Dan semua itu berkat usaha Oma Alira dalam mempersatukan mereka.
Selesai mandi Shelina kembali ke kamar tidurnya dengan hanya memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya. Melihat kamar yang masih kosong, Shelina langsung menuju kamar mandi untuk mengecek keberadaan suaminya. Tapi karena tidak ada bunyi air yang terdengar dari dalam kamar mandi. Shelina mulai cemas takut terjadi apa-apa dengan Alfa.
"Mas... Mas Alfa... Apa kamu masih ada di dalam..? Kamu tidak apa-apa kan..?" Tanya Shelina sedikit panik.
"Apa-apaan sih kamu?" Suara Alfa yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar mandi.
Sikap Alfa juga ekspresi wajahnya memang seperti tembok datarnya. Tapi penampilannya selalu bisa menghipnotis semua yang melihatnya. Dengan bertelanjang dada. Alfa melangkah menuju lemari tanpa melirik Shelina sama sekali. Dia semakin gagah juga menarik dengan rambut yang masih terlihat basah.
Kesempurnaan Alfa sebagai seorang laki-laki. Menjadi satu kecemasan di dalam batin Shelina yang tidak pernah dia ungkapkan. Apalagi mengetahui suaminya menjadi salah satu idola para wanita-wanita di luar sana.
"Ngapain kamu di situ? Mau sarapan jam berapa kita?" Suara Alfa yang seketika membuyarkan lamunan Shelina.
"Mas,, semalam itu aku bermimpi buruk. Di dalam mimpi aku melihat penjahat yang ingin mencelakai ku. Makannya itu aku langsung menggigit dada kamu. Semua itu karena cerita Fara semalam sebelum kita meninggalkan rumah Mama." Ucap Shelina menceritakan keanehannya semalam.
"Fara tu bangga banget memiliki suami seperti Riyan. Sebab Riyan sangat menyayanginya juga selalu berusaha melindunginya." Ujar Shelina yang sudah berada di depan lemari mengambilkan pakaian ganti untuk Alfa.
__ADS_1
"Semua laki-laki akan melindungi wanita yang dia cintai." Sambung Alfa dan bergegas mengenakan pakaian yang di berikan Shelina.
Tanpa bersuara, senyum bahagia pun terpancar dari wajah wanita cantik itu. saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Alfa. Ingatan Shelina tiba-tiba tertuju pada kejadian waktu itu. Waktu Alfa menyelamatkan dia dari dua orang suruhan Ayah angkatnya.
'Dia juga pernah melindungi ku dari bahaya. Walaupun dia tidak mengatakan secara langsung. tapi aku yakin dia ingin aku tahu, kalau dia akan melakukan hal yang sama dengan Riyan untuk wanita yang dia cintai. Dan wanita itu sudah pastinya aku.' Batin Shelina sambil tersenyum di depan cermin besar.
"Shelina.. Kamu ini kenapa sih? Kita tu sebentar lagi mau berangkat. kamu malah senyum-senyum di depan cermin seperti orang yang tidak waras." Alfa yang tidak sengaja melihat ekspresi Shelina langsung bersuara.
"Aku memang sudah gila Mas. Gila karena kamu. Soalnya kamu itu makin hari makin ganteng saja." Jawab Shelina dengan kedipan mata yang membuat Alfa semakin kesal.
"Kalau kamu mau berlama-lama. Saya akan pergi sendirian tanpa membawamu." Ketus Alfa.
"Aku tidak masalah ko sayang. Lagian kalau aku tidak ikut denganmu. Aku sudah janjian sama Fara dan teman-temannya untuk jalan nanti malam." Jawab Shelina dengan gaya yang sangat cuek.
Sikap Shelina yang tiba-tiba cuek ternyata bukan tanpa sebab. Dia bersikap seperti itu karena mengikuti apa yang di sarankan oleh Oma Alira. Dalam menghadapi laki-laki batu seperti Alfa. Dan sikapnya itu berhasil membuat Alfa jadi khawatir untuk pergi tanpa ada dirinya.
"Ayo cepat bersiap-siap! Saya tunggu kamu di lantai bawah. Awas jangan lama-lama!" Ucap Alfa dan langsung berbalik hendak melangkah menuju pintu.
"Jadi kamu tidak pergi sendirian kan?" Tanya Shelina dengan tatapan mencari tahu.
"Kalau kamu lama berarti saya pergi sendirian. Saya tidak punya waktu untuk menunggu." Jawab Alfa dan langsung melangkah pergi.
"Astaga... Aku harus cepat-cepat. Bahaya besar ni kalau dia pergi sendirian. Bisa-bisa dia tidak kembali lagi karena di jebak oleh predator-predator betina yang lagi kelaparan."
__ADS_1
Hidup di negara luar dan maju sejak kecil. Membuat Shelina tumbuh menjadi wanita yang sangat modis. Juga pintar dalam memilih fesyen dan merias wajahnya. Semua itu dia lakukan tanpa membutuhkan waktu lama seperti wanita pada umumnya. Yang akan menghabiskan waktu berjam-jam di depan kaca hanya untuk berhias.
Kecantikan yang di miliki Shelina tidak bisa di tanding. Bahkan oleh model ternama yang di kabarkan pernah ada dalam masa lalu Alfa. Kulit putih bersih, rambut terurai panjang juga tubuh tinggi nan indah, membuat Shelina selalu menjadi sorotan para lelaki di luar sana.