
Setelah Alfa pergi meninggalkan villa, Shelina pun segera melanjutkan pekerjaannya di dapur. Dia bekerja tanpa bisa melupakan kejadian di kamar tadi. Shelina merasa seperti maling tertangkap basah saat Alfa menyadari tatapannya. Untung saja Alfa langsung pergi tanpa bertanya banyak tentang apa yang terjadi di kamar tadi. Jadi dia bisa sedikit tenang walau masih sangat malu dengan semua itu.
"Pagi Non.." Suara seorang wanita dari depan pintu dapur yang seketika mengagetkan Shelina.
"Astagfirullah..." Ucap Shelina dan buru-buru berbalik sambil mengusap dadanya.
"Maaf Non,, saya sudah buat Non kaget." Permintaan maaf dari wanita yang kira-kira berusia 45 tahun di hadapan Shelina.
"Iya Bu,, ngga apa-apa. Ada perlu apa ya Bu?" Tanya Shelina yang masih terlihat tegang.
"Saya di suruh Den Alfa untuk menyiapkan makanan buat beberapa tamunya, yang akan datang ke sini sebentar lagi Non. Nama saya Ibu Lilis. Saya dan suami saya yang menjaga villa Den Alfa ini." Jawab Ibu Lilis dengan nada suara yang begitu lembut.
"Ooo,, Ibu dan Suami Ibu yang jaga villa ini? Maaf ya Bu,, aku kira Ibu ada perlu apa?" Ujar Shelina sambil tersenyum ramah.
"Sini biar aku bantu Bu!" Shelina menawarkan bantuan kepada Ibu Lilis.
"Ngga usah Non! Non cantik bersiap-siap saja! Sebentar lagi kan tamunya sudah ada." Jawab Ibu Lilis sambil meletakkan beberapa kantong plastik bawaannya di atas meja makan.
"Ngga apa-apa Bu. Itu kan tamunya Mas Alfa, bukan aku. Jadi aku biar bantuin Ibu saja." Ujar Shelina.
"Non cantik kan istrinya Den Alfa, jadi sudah sepantasnya Non cantik menemani Den Alfa menyambut para tamu pentingnya. Dan itu pesan Den Alfa yang harus saya sampaikan buat Non cantik." Ujar Bu Lilis yang membuat Shelina langsung terdiam dengan raut wajah kebingungan.
"Mending Non cantik langsung bersiap-siap saja! Semua pekerjaan dapur biar Ibu yang kerjakan." Tambah Ibu Lilis.
"Tapi aku ngga ada persiapan baju Bu." Jawab Shelina.
"Kalau soal itu ngga usah bingung Non! Tadi suami saya sudah taruh baju yang di berikan Den Alfa di ruang depan." Ucapan Ibu Lilis yang membuat Shelina semakin kebingungan.
"Buat siapa baju itu Bu?" Tanya Shelina bingung.
"Buat Non cantik. Kata Den Alfa, salah satu dari baju yang di antar suami saya harus di pakai Non siang ini." Jelas Bu Lilis.
__ADS_1
"Ya sudah,, kalau gitu aku ke kamar dulu ya Bu." Ujar Shelina dan langsung melangkah pergi meninggalkan Bu Lilis.
Melihat beberapa kantong yang ada di atas sofa ruang depan, Shelina langsung buru-buru membukanya satu-persatu.
"Astaga.. Buat apa pakaian sebanyak ini? Acara apa yang akan di adakan nanti? Apa benar aku akan menemaninya nanti menyambut para tamunya yang akan datang?" Shelina yang begitu ragu, hanya bertanya-tanya sambil menatap beberapa pakaian di depannya.
"Buat apa kamu hanya menatap pakaian itu? Saya membelikannya untuk di pakai. Bukan untuk di tatap seperti itu." Suara Alfa yang membuat Shelina langsung kaget.
"Sana bersiap-siap! Sebentar lagi para tamu akan datang ke sini." Seru Alfa sambil menatap Shelina dengan tampang yang terlihat sangat aneh.
"Mas,, kamu sakit..?" Tanya Shelina sambil menatap Alfa yang sedang melangkah mendekatinya.
"Saya ngga apa-apa. Saya baik-baik saja." Jawab Alfa dan langsung melangkah menuju dapur.
"Mengapa wajahnya memerah seperti itu? Apa benar dia baik-baik saja?" Shelina bertanya-tanya sambil menatap punggung Alfa yang sudah berlalu menuju dapur.
"Permisi Non." Suara Pak Amin suami Ibu Lilis yang baru saja datang.
"Ada apa Non? Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Pak Amin begitu sopan.
"Mas Alfa sakit ya Pak?" Tanya Shelina dengan tampang penuh kecemasan.
"Den Alfa baik-baik saja ko Non. Memangnya ada apa Non?" Tanya Pak Amin.
"Wajahnya sangat merah. Aku khawatir dia sakit." Jawab Shelina.
"Mungkin itu pengaruh minuman yang tadi di minum Den Alfa sama beberapa tamunya. Soalnya beberapa tamu Den Alfa itu hobi mengkonsumsi alkohol. Jadi karena ngga enak hati, Den Alfa juga ikut minum saat di tawarin." Jelas Pak Amin yang membuat Shelina langsung terdiam.
"Apa masih ada yang ingin di tanyakan Non?" Tanya Pak Amin.
"Ngga ada Pak. Makasih ya Pak." Ujar Shelina dan langsung melangkah menuju kamar.
__ADS_1
Sampainya di kamar Shelina langsung memilih untuk mandi. Sambil menikmati kesejukan air yang membasahi tubuhnya, Shelina pun teringat dengan barang pesanannya yang belum juga dia terima dari Fara. Selesai mandi, Shelina pun segera keluar dari dalam kamar mandi sambil mengetik pesan, yang mau dia kirim kepada Fara. Tapi tiba-tiba dia langsung kaget karena menabrak seseorang.
"Aaaaaaa...." Teriak Shelina sambil buru-buru menahan handuknya yang hampir saja terlepas dari tubuhnya.
"Mas... Kamu ngapain sih di sini..?" Tanya Shelina dengan suara keras saking kesalnya.
"Memangnya kenapa? Apa salah saya masuk kamar ini?" Tanya balik Alfa dengan tampang datarnya.
"Aku kan mau ganti baju. Semustinya kamu tu di luar dulu!" Ujar Shelina sambil memeluk bagian dadanya yang terbuka.
"He... Apa kamu lupa siapa saya?" Tanya Alfa yang membuat Shelina langsung menatapnya dengan perasaan bercampur aduk.
Mendengar pertanyaan Alfa, Shelina seketika berpikir kalau Alfa merasa berhak memasuki kamar itu, karena itu hal yang wajar untuk sepasang suami istri seperti mereka berdua. Tapi tiba-tiba Alfa kembali berkata-kata yang membuat Shelina langsung memasang wajah cemberutnya.
"Ini villa punya saya. Jadi terserah saya mau masuk ke ruangan manapun. Mengapa kamu ngga pakai bajunya di dalam kamar mandi saja?" Ucapan Alfa yang membuat Shelina benar-benar kesal.
Tanpa menunggu lama, Shelina pun segera meraih pakaian yang sudah dia siapkan di atas tempat tidur, dan melangkah menuju kamar mandi. Sikap Alfa yang tidak pasti sering membuat Shelina melayang, dengan pemikiran yang sudah mulai jauh.
"Dasar laki-laki sombong.. Semua orang juga tahu ini villa punya dia. Tapi ngga perlu juga di pamerkan seperti itu." Shelina berkata-kata sendirian di dalam kamar mandi sambil mengenakan pakaiannya.
Shelina yang masih merasa kesal dengan sikap Alfa, tidak ingin keluar dari dalam kamar mandi. Dia sengaja ingin berlama-lama biar Alfa juga merasa kesal menunggu lama. Tapi tiba-tiba ada suara ketukan pintu, yang di iringi suara teriakan Bu Lilis memanggil-manggil namanya.
"Tok...Tok...Tok..."
"Non.. Non Sheli.." Suara Bu Lilis.
"Ada apa Bi?" Tanya Shelina setelah membukakan pintu kamar mandi.
"Non,, kalau sudah selesai bersiap-siap, Non di minta untuk menyusul Den Alfa di bawah." Jawab Bu Lilis yang membuat Shelina semakin kesal dengan sikap cuek suaminya.
"Baik Bu. Aku akan segera turun." Jawab Shelina tanpa ekspresi.
__ADS_1
Shelina benar-benar tidak tahan dengan sikap Alfa yang tidak pernah ada perhatiannya terhadap wanita. Harapan Shelina untuk membuat Alfa kesal malah membuatnya yang semakin kesal. Alfa memang tidak ada pengertiannya sama sekali. Dan sikapnya itu akan membuat wanita manapun pasti akan merasakan hal yang sama dengan Shelina.