
Sampainya di rumah Alfa langsung buru-buru mandi dan berganti pakaian. Setelah itu dia melangkah menuju lemari pakaian Shelina dengan menenteng sebuah tas. Alfa yang bertujuan mengambil pakaian Shelina, jadi terdiam di depan lemari saat matanya tertuju pada pakaian dalam wanita yang tertata rapi.
'Hmmm.. Seumur hidup ini kali pertama saya melakukan hal konyol seperti ini.' Batin Alfa dan mulai meraih satu persatu pakaian Shelina yang mau dia bawa ke RS.
Dalam perjalanan menuju RS, Alfa mengemudikan mobilnya sambil memikirkan Shelina, yang tiba-tiba bisa seperti itu hanya karena datang bulan. Shelina memang selalu seperti itu saat datang bulan. Namun tidak sampai separah itu.
******
"Oma,, Mas Alfa ko belum datang juga? Ini kan sudah sore." Tanya Shelina sambil berbalik menghadap ke arah dinding.
"Sebentar lagi dia pasti datang sayang. Kamu kan tahu suami kamu kalau sampai rumah. Pasti dia mandi dulu, mempersiapkan semuanya baru dia bisa pergi." Ucap Oma Alira mencoba menenangkan Shelina yang terlihat gelisah.
'Dia pasti takut Alfa pergi dengan Melisa. Apa yang di inginkan wanita itu? Apa dia ingin menghancurkan rumah tangga cucuku? Aku harus waspada. Dia wanita yang sangat berbahaya.' Batin Oma Alira sambil mengusap-usap punggung tangan Shelina.
"Sore Nyonya Besar." Suara seorang perawat yang sudah berdiri di depan pintu bersama dua orang rekannya.
"Sore Sus." Jawab Oma Alira singkat dengan senyum ramah.
"Nyonya,, apa kita bisa mengganti pakaian Ibu Shelina?" Tanya seorang perawat.
"Sebentar ya Sus. Suaminya sebentar lagi datang membawa pakaian gantinya." Jawab Oma Alira.
Siapa yang tidak mengenal seorang Alira Anastasya istri dari Fahri Permana. Dalam kalangan pebisnis, namanya lebih di kenal dari pada artis ataupun model-model ternama. Namun sikapnya selalu sopan kepada semua orang yang menghargainya.
"Lis,, tangan kamu ko dingin sih?" Bisik Riri seorang perawat kepada salah seorang rekannya, yang berdiri tepat di sampingnya.
"Aku tu gugup bangat berhadapan langsung sama keluarga Permana. Kamu tahu kan siapa mereka? Apalagi ini kali pertama buat aku bisa melihat langsung Nyonya Alira." Jawab suster yang bernama Lisa.
"Kalau aku malah gugup melihat kecantikan cucu menantunya. Dia terlihat sudah seperti jelmaan bidadari." Sambung suster yang satunya.
__ADS_1
"Memangnya kamu sudah melihatnya? Dia kan lagi membelakangi kita. Dari mana kamu bisa lihat wajahnya?" Tanya kedua suster itu dengan segera.
"Tadi aku ikut membawanya dari parkiran. Aku juga melihat suaminya secara dekat." Jelas suster itu sambil tersenyum bangga.
"Aku juga ingin melihat Alfa Permana secara langsung. Sebentar lagi kan dia akan datang." Sambung Suster Lisa.
Alfa juga anggota keluarga Permana yang lainnya ternyata tidak mudah untuk di temui. Hal itulah yang membuat orang-orang merasa sangat bangga, apabila menemui mereka walaupun dalam keadaan tidak sengaja.
********
Setelah memarkirkan mobil di parkiran, Alfa langsung buru-buru melangkah memasuki gedung RS. Dia sengaja memakai jaket kulit juga topi untuk menutupi wajahnya. Sebab dia tidak ingin langkahnya tertahan oleh para wartawan yang sedang berkeliaran di RS milk keluarganya itu.
"Tok...Tok...Tok..." Suara ketukan pintu yang membuat Oma Alira, dan ketiga Suster langsung menatap ke arah pintu.
"Alfa... Kamu ko lama banget sih?" Ucap Oma Alira yang membuat ke tiga Suster itu langsung terpana melihat sosok yang sudah berada tepat di depan mereka.
"Oma langsung pulang saja. Di luar sudah ada jemputan Oma." Ujar Alfa sambil melangkah mendekati tempat tidur Shelina.
"Iya Oma. Oma hati-hati di jalan ya." Jawab Shelina sambil berbalik menatap Oma Alira.
"Ya Tuhan... Itu manusia apa Bidadari surga?" Tanpa sadar Suster Lisa berkata-kata dengan nada suara yang terdengar jelas.
"Lis.. Kamu apa-apaan sih..?" Serentak Suster Riri langsung menegur rekan kerjanya itu.
"Tidak apa-apa Sus. Dia hanya mengeluarkan kekagumannya." Ujar Oma Alira sambil tersenyum melangkah keluar dari ruang rawat Shelina.
Setelah Oma Alira meninggalkan ruang rawatnya, Shelina segera meraih ponselnya yang ada tepat di samping bantal. Entah apa yang terjadi? Namun tiba-tiba Shelina merasakan ada sesuatu yang harus dia lihat di dalam ponselnya.
"Apa yang kamu rasakan?" Tanya Alfa memulai percakapan. Namun Shelina sama sekali tidak menghiraukannya.
__ADS_1
"Ini sudah sore, mending kamu ganti pakaian dulu. Ponsel itu bisa di lihat kapan saja." Tambah Alfa yang membuat Shelina langsung menatapnya tajam dengan mata berkaca-kaca.
Tatapan mata Shelina ke arah Alfa benar-benar membuatnya serba salah. Apalagi di dalam ruangan itu bukan hanya ada mereka berdua. Alfa yang tidak mengerti apa yang terjadi dengan istrinya, hanya berpura-pura cuek.
Melihat ekspresi Shelina, Alfa sudah bisa pastikan kalau istrinya tidak dalam keadaan baik-baik saja. Namun dia tidak ingin bertanya banyak di saat ada orang lain selain mereka berdua.
"Ini pakaian ganti kamu. Saya keluar sebentar. Biar mereka menggantikan pakaian kamu." Ucap Alfa dan hendak beranjak dari tempat duduknya.
"Aku tidak mau. Aku ingin tidur saja." Jawab Shelina dan segera berbalik menghadap dinding.
"Sus,, apa kalian bisa menunggu sebentar di luar? Saya perlu berbicara dengan istri saya." Ujar Alfa dengan begitu sopan.
"Bisa Pak bisa." Jawab ketiga Suster itu secata bersamaan dan langsung buru-buru keluar dari ruang rawat Shelina.
"Apa yang terjadi denganmu? Ayo bicara!" Ucap Alfa sambil meraih pundak Shelina.
"Apa yang kamu lakukan di luar sana sampai selama itu baru masuk ke sini?" Tanya Shelina dengan suara bergetar menahan tangis.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Alfa.
"Ini Apa? Ngapain kamu di luar tadi bersama wanita tidak tahu malu ini? Apa lebihnya dia dari aku? Aku lebih cantik dan lebih sempurna dari dia." Shelina berkata-kata dengan suara terdengar jelas, sambil menunjukan gambar Alfa bersama Melisa yang ada di layar ponselnya.
"Tadi saya di panggil sama Dr Arnol. Dia ingin membicarakan tentang keadaanmu saat ini. Saya bertemu wanita itu hanya kebetulan. Saya tidak ada niat sedikitpun untuk menemuinya. Buat apa saya harus menemui wanita lain, saat bidadari sedang menantikan kedatangan saya?" Ucap Alfa yang membuat Shelina seketika mematung dengan tampang terlihat kaget.
"Ayo ganti pakaian kamu. Saya tunggu di luar."
"Tapi Mas..."
"Tidak usah banyak berpikir! Saya mencintaimu." Satu kata yang tidak pernah terucap dari mulut Alfa, di keluarkan secara langsung dengan begitu jelas.
__ADS_1
"Mas,, aku juga sangat mencintaimu."
Air mata yang sejak tadi sudah memenuhi kelopak mata Shelina lantaran sakit hati terhadap Alfa, langsung meluncur membasahi wajah cantiknya dengan perasaan haru dan bahagia. Kata cinta yang di ucapkan Alfa bagaikan anugrah untuk wanita cantik itu. Dia tidak menyangka suaminya yang kaku, akan mengatakan sesuatu yang dia dambakan selama hidup bersama.