JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 77. Akhir Dari Pertengkaran.


__ADS_3

Dengan sikap cuek dan tampang datarnya, Shelina kembali melangkah memasuki kamar mandi setelah mengambil pakaian ganti dari dalam kopernya. Dia sama sekali tidak melirik Alfa yang sedang duduk di tepi ranjang apalagi bersuara. Sedangkan es balok yang selalu membeku itu, juga tidak memperdulikan sikap Shelina. Tapi di saat Shelina keluar dari kamar mandi dan menarik bantal juga selimut, Alfa langsung meraih tangannya sambil bertanya.


"Mau kemana kamu?" Tanya Alfa dengan kening berkerut.


"Aku mau tidur di lantai." Jawab Shelina tanpa menatap Alfa.


"Mengapa harus tidur di lantai? Kamu bisa tidur di sini. Kita bisa menjadikan guling ini sebagai pembatas." Ujar Alfa yang membuat Shelina langsung menarik tangannya kasar.


"Kamu pikir aku wanita apaan? Aku ini bukan wanita bayaran yang akan selalu mengikuti semua yang kamu mau." Ketus Shelina dengan suara bergetar.


"Maksud kamu apa? Mengapa kamu bisa berpikir seperti itu?" Tanya Alfa bingung.


"Kamu ini manusia apa patung ngga punya hati? Dengan gampangnya kamu memperlakukan aku sesuka hati. Kamu anggap apa aku ini..?" Suara Shelina yang sudah mulai naik, membuat Alfa semakin bingung.


"Ada apa sama kamu? Mengapa kamu bersikap seperti ini?" Tanya Alfa.


"Aku sudah bosan dengan semua sikapmu. Kamu mendekatiku, bahkan menjamah tubuhku di saat kamu menginginkannya. Dan kamu akan mencampakkan aku di saat kamu tidak membutuhkan aku. Apa itu sikap seorang laki-laki terhormat..?" Ujar Shelina dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


"Saya benar-benar bingung dengan sikapmu Shelina. Sebenarnya apa yang kamu inginkan?" Alfa bertanya dengan tatapan tajam ke arah Shelina.

__ADS_1


"Aku yang bingung dengan semua sikapmu. Apa tujuanmu dengan semua ini..? Kalau kamu ingin bersama wanita lain, lepaskan aku secara baik-baik! Jangan kamu mempermainkan aku seperti ini..!" Shelina berkata-kata dengan nada yang semakin tinggi dan hendak melangkah pergi.


"Apa maksud kamu..? Siapa yang ingin bersama wanita lain..?" Alfa yang sudah mulai kesal dengan sikap Shelina mulai menaikan nada suaranya.


"Ada hubungan apa kamu sama wanita tadi? Mengapa dia sampai berani datang ke kamar ini..? Apa kamu mau tunjukkan bahwa kamu itu di gilai banyak wanita?" Tanya Shelina sambil menghapus air matanya.


"Wanita memang selalu seperti ini saat di bakar api cemburu." Ujar Alfa sambil menggelengkan kepala dan hendak berbalik membelakangi Shelina.


"Mengapa kamu tidak bisa menjawab..? Ada hubungan apa kamu dengan wanita itu...?" Teriak Shelina sambil menarik kasar lengan Alfa.


"Apa kamu sudah gila...? Bagaimana aku bisa menjalin hubungan dengan wanita lain di saat ada kamu di samping aku..?" Teriak Alfa tidak kalah keras.


"Brengsek kamu Mas... Dasar laki-laki bejat kamu... Aku ini istri kamu.. Dan aku ada di sini.. Mengapa kamu masih bisa melirik wanita lain..?" Shelina berkata-kata dengan nada tinggi sambil memukul-mukul dada bidang Alfa.


Karena tidak tahu bagaimana caranya menenangkan Shelina yang sudah seperti orang kerasukan setan, Alfa pun segera menariknya dan membungkam mulutnya dengan ciuman yang membuat mata Shelina langsung terbelalak saking kagetnya.


Shelina yang tadinya meronta dan tidak bisa untuk diam, dengan sekejap mematung tanpa reaksi. Dia hanya terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa karena belum sepenuhnya sadar dengan apa yang sedang terjadi. Dan di saat kendaraannya datang, dia hendak mendorong Alfa untuk menjauh. Namun Alfa yang sudah di kuasai hasrat dalam waktu sekejap, langsung mendekapnya erat dan semakin melancarkan ciuman, yang mampu melumpuhkan akal sehat Shelina dengan seketika.


Suara pertengkaran yang tadinya memenuhi seisi kamar itu, kini berganti dengan desahan nikmat yang keluar dari mulut Shelina karena gairah yang tidak bisa untuk di kendalikan. Alfa yang sudah berhasil menarik paksa dress yang di kenakan Shelina, sudah menggila dengan kedua bukit kembar di depan matanya.

__ADS_1


Sejenak rasa malu sempat menghampiri pikiran Shelina saat menyadari desahan yang dia keluarkan dengan begitu keras. Tapi keinginan batin yang tak kuasa untuk dia hindari, membuatnya pasrah dalam permainan gila laki-laki dingin yang sangat dia cintai itu.


Alfa yang di kenal begitu dingin, terlihat seperti predator kelaparan saat menyantap makanan lezat yang sudah tersedia di depan mata. Hembusan nafas yang semakin memburu, menandakan betapa besar hasrat yang memuncak di dalam dirinya. Desahan Shelina yang sudah memenuhi seisi ruangan, membuat Alfa tanpa sadar menggigit benda kenyal yang sejak tadi dia nikmati. Dan hal itu membuat Shelina langsung menjerit sambil menarik rambutnya dengan segera.


"Aaaaw... Aaaaa..." Suara jeritan Shelina karena merasa kesakitan.


Mendengar teriakkan Shelina, dengan buru-buru Alfa pun segera mengangkat kepalanya dan menatap Shelina dengan tatapan mata penuh hasrat. Sedangkan Shelina yang masih merasakan sakit di bagian dadanya, hanya bisa merintih dengan kedua mata berkaca-kaca menatap wajah tampan Alfa di atasnya. Melihat Alfa yang sudah terdiam dengan nafas memburu berlutut di depannya, Shelina pun segera memalingkan wajah dengan anggapan kalau Alfa akan menghentikan semuanya. Tapi tidak lama, matanya langsung terbelalak karena Alfa sudah mulai bereaksi di bawah sana.


"Mas... Mas apa yang mau kamu lakukan..?" Tanya Shelina panik sambil berusaha menahan sepenggal kain yang tersisa di bawah sana. Karena akan di tarik Alfa.


Tanpa menjawab pertanyaan Shelina, Alfa segera menariknya paksa dan membuangnya sembarangan. Kemudian dia langsung menenggelamkan wajahnya di bawah sana, yang membuat Shelina langsung terdiam tak berdaya menahan kenikmatan yang tiada tandingannya.


Permainan Alfa benar-benar melumpuhkan saraf Shelina dalam sekejap. Hanya beberapa detik dia menyusuri kenikmatan dunia yang beraroma khas itu, akhirnya membuat seluruh tubuh wanita cantiknya pun bergetar dan lemas tak berdaya seketika. Keadaan Shelina benar-benar pasrah setelah seluruh tenaganya terkuras oleh permainan Alfa barusan.


Melihat keadaan Shelina yang sudah tak berdaya di depannya, Alfa hanya tersenyum dan melanjutkan babak permainan selanjutnya.


Senjata yang mulai menerobos masuk menuju sasaran, terasa begitu sempit walau sudah di paksakan. Namun itu malah membuat Alfa semakin bersemangat untuk menerobos masuk. Shelina yang masih merasakan sakit walaupun itu bukan yang pertama, hanya bisa memejamkan mata sambil mencengkram kedua lengan Alfa di iringi suara jeritan yang malah membangkitkan semangat Alfa.


"Semuanya akan terasa nikmat seperti biasanya." Bisik Alfa di samping telinga Shelina.

__ADS_1


Dengan penuh hasrat, Alfa berpacu dengan begitu gagahnya tanpa mengenal lelah. Sedangkan Shelina yang sudah semakin tak berdaya, hanya bisa menikmati apa yang dia rasakan saat itu. Senyum bahagia sempat terukir di wajahnya, saat Alfa mengecup keningnya berulang-ulang saat pertempuran sedang berlangsung. Walaupun dia sendiri tidak tahu apa arti kecupan itu.


__ADS_2