JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 48. Perubahan Sikap Alfa.


__ADS_3

Kecantikan Shelina sekejap menghipnotis para tamu yang ada di kafe itu. Tanpa ada rasa ragu, dia melangkah menuju tempat yang sudah tersedia di depan sana. Rasa malu sempat terlintas di dalam hatinya, namun dia berusaha untuk bisa melakukan yang terbaik demi mendapatkan apa yang dia butuhkan saat itu. Setelah memilih lagu yang ingin dia nyanyikan, Shelina pun langsung berdiri menghadap mic yang sudah ada di depannya.


"Selamat siang semuanya." Sapaan Shelina untuk para tamu setelah musik mulai terdengar.


Shelina membawakan lagu yang berjudul Hati Tak Bertuan dengan penuh penghayatan. Dari raut wajahnya, terlihat seperti dia sedang menggambarkan keadaan dirinya lewat lagu yang dia nyanyikan. Walaupun tak ada kata cinta di dalam pernikahannya dengan Alfa, namun Shelina ternyata sudah terbawa perasaan hidup seatap dengan laki-laki kaku yang telah menikahinya itu. Namun dia berusaha untuk menepis rasa yang mulai menenggelamkan dirinya, dalam situasi yang sangat sulit baginya.


Setelah dia selesai membawakan lagu itu, semua orang yang sudah sejak tadi terhipnotis langsung bertepuk tangan dengan tatapan penuh haru bercampur kagum. Bukan hanya para tamu, menejer kafe juga kariyawan yang bekerja di tempat itu, ikut terbawa perasaan mendengar alunan suara Shelina yang terdengar begitu merdu. Dan tanpa menunggu lama, laki-laki yang tadi menyuruhnya untuk menunjukan kemampuannya di depan para pengunjung yang ada, langsung menerimanya untuk bekerja di kafe miliknya mulai hari itu.


"Kamu boleh bekerja di sini. Karena kamu sudah berhasil menghibur para pengunjung yang ada dengan suaramu yang begitu merdu." Ujar laki-laki yang ternyata menejer di kafe itu.


"Terima kasih Pak. Terima kasih atas kebaikannya." Ujar Shelina sambil menyalami tangan laki-laki itu, dengan senyum bahagia yang terukir di wajah cantiknya.


"Tapi sebelumnya aku mau tahu siapa nama kamu? Kayanya kamu ini bukan asli Indonesia." Ujar laki-laki itu.


"Aku asli Indonesia Pak. Tapi aku di besarkan di London. Nama aku Shelina." Jawab Shelina.


"Ooo begitu ya? Kalau aku ini menejer di kafe ini. Panggil saja aku Mas Alfin." Ujar Alfin yang memang terkenal ramah dengan semua kariyawan yang ada di situ.


"Iya Pak. Eh,,, Mas. Sekali lagi aku mau ucapkan terima kasih. Karena Mas Alfin sudah menerimaku untuk bekerja di sini." Ujar Shelina sambil menundukkan kepalanya penuh hormat.

__ADS_1


"Ngga usah seperti itu! Aku di sini juga hanya orang luar yang terpilih sebagai menejer. Ini bukan kafe milikku. Aku hanya bekerja sama seperti kamu dan lainnya." Ujar Alfin.


Shelina yang terlihat begitu bersemangat, bekerja tanpa mengenal waktu dan tanpa memikirkan masalah yang setiap hari menjadi beban di dalam dirinya. Hari itu terasa begitu berbeda. Apalagi semua orang yang ada di tempat kerjanya itu begitu ramah. Mereka semua langsung dekat dengannya. Dan hal itu membuat dia merasa sangat bahagia karena mendapat banyak teman baru.


Alfa yang tidak pernah mau meninggalkan pekerjaannya, sedang berada di kantor dengan keadaan yang masih terlihat pucat. Dia sedang menandatangani berkas-berkas yang tertumpuk di ruang kerjanya. Tapi hari itu dia merasakan suasana hati yang menurutnya sangat aneh. Tiba-tiba dia jadi resah memikirkan Shelina yang pergi dari rumah sebelum dia bangun pagi tadi. Namun dia tidak ingin menanyakan keberadaan Shelina. Walaupun nomor Shelina sudah dia simpan di dalam daftar kontaknya.


Tepat pukul 4:30 sore, Alfa yang sudah menyelesaikan pekerjaannya langsung memilih untuk pulang. Entah apa yang ingin dia lakukan dengan pulang secepat itu. Karena biasanya Alfa selalu pulang malam. Kadang dia tidak ingin pulang karena keberadaan Shelina di rumahnya. Dia sendiri bingung dengan apa yang dia lakukan saat itu. Namun dia juga tidak ingin berlama-lama di kantor dengan keadaannya yang masih terluka seperti itu.


"Pak,, Bapak mau kemana?" Tanya sekretaris Alfa di saat Alfa melewati meja kerjanya.


"Saya mau pulang." Jawab Alfa singkat tanpa menatap sekretarisnya yang terlihat sedikit kebingungan.


"Mawar,, kamu ni kerja jadi sekretaris saya, atau jadi tim pengintai..? Memangnya kenapa kalau saya pulang cepat..?" Tanya Alfa dengan tampang datarnya.


"Ngga apa-apa ko Pak. Ngga ada yang salah, kan sekarang Bapak sudah menikah, jadi ngga ada salahnya pulang cepat." Jawab Mawar sekretaris Alfa yang tidak pernah bisa diam.


"Kamu juga kalua mau pulang, pulang saja..! Lagian semuanya sudah selesai kan..?" Ujar Alfa dan langsung melangkah pergi meninggalkan Mawar, yang masih menatapnya sambil bergumam di dalam hatinya.


"Aku ko penasaran bangat ya sama istrinya Pak Alfa. Ko dia bisa menghadapi laki-laki tembok seperti itu? Tapi mampu dan tidak mampu, semua wanita pasti mau di nikahi sama dia. Contohnya banyak tu wanita gatel, yang suka bolak-balik kantor dengan alasan ada masalah penting yang harus di bahas dengan Pak Alfa."

__ADS_1


Mawar bertanya-tanya di dalam hatinya tanpa menyadari keberadaan kedua teman kerjanya, yang sudah berada tepat di belakangnya. Dan kedua temannya itu malah sedang kebingungan, memperhatikan ekspresi wajahnya yang terlihat seperti orang yang lagi memikirkan hutang.


"Mawar... Kamu kenapa bengong seperti itu..?" Tanya Alisa sambil menepuk pundak Mawar.


"Astagaaaa... Apa-apaan sih kamu Lis..? Jantung aku hampir copot tahu ngga..?" Mawar berujar dengan tampang yang terlihat sangat kesal, karena di kagetin sama Alisa juga Serli teman kerjanya.


"Kamu tu yang apa-apaan..? Sore-sore sudah melamun. Kamu tu seperti orang yang lagi memikirkan hutang." Sambung Serli sambil tertawa bersama Alisa.


"Aku tu lagi penasaran sama sosok wanita yang sudah di nikahi Pak Alfa. Pernikahan mereka kan secara tertutup. Dan kariyawan tidak ada yang di undang. Jadi ngga ada yang tau seperti apa wanita yang menjadi istri Pak Bos." Jelas Mawar dengan tampang serius.


"Ngapain juga kamu ingin tahu seperti apa istrinya Pak Bos..? Apa kamu mau di pecat..?" Tanya Alisa.


"Aku hanya penasaran. Soalnya hari ini Pak Bos tu terlihat aneh banget." Jawab Mawar yang membuat kedua temannya seketika jadi ikut penasaran.


"Aneh gimana maksud kamu..?" Tanya Sherli dan Alisa secara bersamaan dengan tatapan mencari tahu.


"Biasanya kan, Pak Bos itu ngga mau pulang cepat. Sampai-sampai dia sering memilih nginap di kantor. Tapi hari ini, dia tu terlihat sangat gelisah. Sampai aku jadi pusing menghadapinya. Dan barusan ini dia buru-buru pulang. Apa dia sudah di taklukan sama istrinya? Secara kan, ada kabar yang beredar kalau pernikahan Pak Bos itu secara paksa." Ujar Mawar panjang lebar.


Sikap Alfa hari itu memang terlihat sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Alfa adalah orang yang sangat mengutamakan pekerjaan dari hal apapun. Tapi hari itu, dia sangat tidak berkonsentrasi mengerjakan pekerjaannya. Dan tanpa Alfa tahu, ternyata Mawar yang memang gila akan urusan orang, memperhatikannya sejak tadi.

__ADS_1


__ADS_2