JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 52. Kekhawatiran Shelina.


__ADS_3

Pukul 7:30 Shelina yang sudah selesai bekerja langsung bersiap-siap untuk pulang. Memikirkan kejadian kemarin malam di saat dia pulang kerja dan sudah di sambut oleh Alfa, membuatnya tiba-tiba khawatir. Dia takut kalau sampai Alfa merasa curiga dengan dirinya yang selalu pulang malam. Apalagi pekerjaannya itu tidak di ketahui oleh satupun keluarga Permana. Dan Shelina sendiri tidak ingin mereka tahu dengan kegiatannya di luar selama dua hari ini. Dengan buru-buru Shelina meraih tasnya dan bergegas melangkah menuju pintu. Tapi tiba-tiba langkahnya langsung tertahan di saat mendengar suara Pak Reno memanggilnya.


"Sheli,, apa kamu mau pulang?" Tanya Pak Reno sambil melangkah mendekatinya, yang sudah hampir mendekati pintu keluar.


"Iya Pak. Ini kan sudah jam pulang." Jawab Shelina.


"Biar aku antar ya..!" Ujar Pak Reno.


"Tidak usah Pak. Aku bisa pulang sendiri." Jawab Shelina dengan segera.


"Ayolah Sheli,, ini kan sudah malam. Ngga baik Lo cewek cantik seperti kamu pulang sendirian." Ujar Pak Reno sedikit memaksa.


"Bukannya aku ngga mau Pak. Tapi tadi kan aku sudah bilang, kalau Tanteku itu ngga suka lihat orang baru. Apalagi laki-laki." Jawab Shelina tetap menolak.


"Nanti biar aku turunin kamu sebelum sampai rumah." Ujar Pak Reno.


"Aku minta maaf Pak. Tapi aku ngga bisa." Jawab Shelina tetap menolak dengan nada yang sangat lembut.


"Ya sudah kalau gitu. Nanti saja kalau aku sudah kenalan sama Tante kamu, baru aku antar kamu pulang." Ujar Pak Reno dengan berat hati.


"Iya Pak. Kalau gitu aku pergi dulu ya Pak." Ujar Shelina dan langsung buru-buru keluar dari kafe tersebut.


Melihat sikap Pak Reno yang begitu aneh menurutnya, membuat Shelina ingin cepat-cepat meninggalkan kafe. Apalagi yang tersisa di kafe hanya dia, Pak Reno dan Erwin yang bertugas menjaga kafe itu. Dengan langkah setengah lari, Shelina melaju menyebrang jalan untuk mencari taksi yang akan dia tumpangi pulang. Sambil berdiri menunggu datangnya taksi, Shelina terus melirik ke arah kafe. Dan dia lihat di sana ada bayangan Pak Reno yang sedang menatapnya dari balik kaca pintu kafe. Hal itu membuat Shelina semakin merasa tidak nyaman. Untung saja tidak lama dari situ datang sebuah taksi. Dan tanpa menunggu lama, dia langsung masuk ke dalam taksi itu tanpa mau menatap ke arah pintu yang masih terlihat bayangan Pak Reno.


Dalam perjalanan menuju Rumah, Shelina semakin merasa cemas memikirkan Alfa. Dia tidak cemas dengan keadaan Alfa yang sedang terluka. Tapi dia cemas di tunggu Alfa seperti kemarin malam, di saat pertama kali dia pulang karja. Dengan perasaan ragu, Shelina menghidupkan ponselnya yang sejak pagi dia matikan. Dia ingin melihat pesan masuk yang mungkin di kirim oleh Alfa. Tapi tidak ada satupun pesan juga panggilan masuk di ponselnya. Dan hal itu membuat Shelina semakin merasa khawatir. Karena dia pikir mungkin Alfa tidak mau menghubungi dia, karena dia sudah menunggu kepulangannya. Sambil menatap ke arah luar melewati kaca mobil yang sedikit terbuka, Shelina pun mulai bergumam di dalam hatinya.

__ADS_1


"Mampus aku. Alasan apa lagi yang harus aku buat biar Mas Alfa tidak curiga? Ngga mungkin aku bilang jalan-jalan lagi. Itu kan ngga masuk akal."


Shelina yang sedang kebingungan mencari-cari alasan yang tepat kalau sampai rumah nanti, sama sekali tidak sadar kalau taksi yang dia tumpangi sudah berhenti tepat di depan rumah besar dan mewah itu. Dan di saat mendengar suara supir taksi, baru dia sadar dari lamunannya dan kaget di saat melihat ke sekelilingnya.


"Nona,, kita sudah sampai." Ujar supir taksi itu sambil berbalik menatap Shelina.


"Haa... Apa... sudah sampai..?" Tanya Shelina sambil menatap ke arah rumah, dengan tampang kaget bercampur bingung.


"Iya,, ini kan alamatnya?" Tanya supir taksi itu.


"Astaga Pak... Kenapa berhenti di sini..?" Tanya Shelina panik sambil buru-buru keluar dari dalam taksi.


"Tapi ini kan alamat yang Nona kasih." Ujar supir taksi itu sambil menatap Shelina, yang sudah berdiri di samping mobilnya dengan tatapan bingung.


"Ya sudah,, Bapak cepat pergi ya dari sini..!" Tambah Shelina sambil menatap ke arah rumah.


"Baik Nona." Jawab supir taksi itu, dan segera melajukan taksinya pergi meninggalkan Shelina yang terlihat sangat panik.


Dengan perasaan penuh kecemasan, Shelina melangkahkan kakinya menuju pintu rumah. Dan belum sempat dia menghampiri pintu, sudah ada yang membuka pintu dari dalam. Dan hal itu membuat Shelina langsung mematung dengan tatapan tajam ke arah pintu.


"Astaga Bi... Aku pikir siapa..?" Shelina langsung bersuara di saat melihat Bi Tuti keluar dari dalam rumah Alfa.


"Ya ampun Non... Dari mana saja Non ini..? Bibi tuh dari tadi nyariin. Tanya sama Pak Mamat juga Pak Arif, jawaban mereka ngga tahu." Ujar Bi Tuti sambil menatap ke arah Pak Mamat juga Pak Arif, satpam yang selalu bertugas jaga malam di kediaman Alfa.


"Mas Alfa ada di dalam ya Bi?" Tanya Shelina dengan raut wajah yang membuat Bi Tuti jadi kebingungan.

__ADS_1


"Memangnya Non ngga tahu..?" Tanya Bi Tuti.


"Tahu tentang apa..?" Tanya balik Shelina.


"Tentang Den Alfa yang ada di mana sekarang?" Jawab Bi Tuti yang membuat Shelina semakin kebingungan.


"Maksud Bibi apa..?" Tanya Shelina.


"Astaga... Suami istri macam apa Non Sheli dan Den Alfa ini? Suami pergi istri ngga tahu." Ujar Bi Tuti.


"Memangnya dia pergi ke mana Bi?" Tanya Shelina bingung.


"Non,, Bibi berada di sini sekarang, untuk menjemput Non ke rumah nyonya. Soalnya Den Alfa sama Nyonya juga Tuan pergi ke Amerika tadi siang." Jelas Bi Tuti yang membuat Shelina jadi penasaran.


"Buat apa mereka ke sana Bi?" Tanya Shelina.


"Nanti Bibi jelasin. Sekarang kita ke mobil dulu! Itu mobil jemputan sudah datang." Ujar Bi Tuti sambil menarik tangan Shelina.


"Tapi baju ganti aku belum di ambil Bi." Ujar Shelina.


"Ini sudah Bibi siapin." Jawab Bi Tuti sambil memperlihatkan koper yang dia bawa dari dalam rumah.


"Astaga Bi.. Maaf aku sudah membuat Bibi repot." Ujar Shelina sambil terus melangkah mengikuti Bi Tuti, yang hanya tersenyum menanggapi apa yang dia katakan.


Dalam perjalanan menuju kediaman mertuanya, Shelina yang begitu penasaran dengan keberangkatan suami, juga kedua mertuanya kembali bertanya. Dan Bi Tuti pun langsung menjelaskan semuanya, yang membuat Shelina seketika terkejut mendengar keadaan Riyan. Shelina yang sudah merasa sangat dekat dengan Fara, seketika sedih mendengar kabar buruk itu. Namun dia tidak dapat melakukan apapun, selain berdoa di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2