JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 45. Kejadian Yang Tidak Di Sangka.


__ADS_3

Angin yang bertiup mengiringi derasnya hujan, sama sekali tak dapat mendinginkan suasana hati Alfa, yang telah di selimuti rasa kecewa dengan semua yang telah terjadi. Setelah memarkirkan mobil di garasi rumah besar itu, Alfa segera berlari di bawah hujan deras menuju pintu rumahnya. Alfa yang memiliki kunci cadangan, memasuki rumahnya tanpa di ketahui Shelina. Dia melangkah menuju kamarnya tanpa mau melirik ke arah kamar yang di tempati Shelina.


Sampainya di dalam kamar, dia pun segera melepaskan bajunya dan memilih untuk mandi. Tanpa dia sadari ada orang yang sudah berada di balkon kamarnya. Dan mereka adalah kedua laki-laki yang waktu itu ingin menangkap Shelina. Sementara Shelina yang sudah terbaring mulai memasuki alam mimpinya. Tapi tiba-tiba jantungnya berdetak kencang seperti akan terjadi sesuatu. Dengan segera Shelina langsung terduduk sambil bertanya-tanya di dalam hatinya dengan tampang penuh kecemasan.


"Ada apa ini? Mengapa aku tiba-tiba merasa sangat khawatir?"


Karena sudah tidak tenang dengan apa yang dia rasakan, Shelina pun akhirnya memilih untuk keluar dari kamar. Tapi setelah berada di luar kamar, tepatnya di depan kamar Alfa, langkahnya langsung tertahan di saat mendengar ada suara di dalam kamar Alfa. Tanpa menunggu lama, dia pun segera membuka pintu kamar Alfa. Dan tiba-tiba dia langsung kaget. Di saat melihat kedua laki-laki suruhan Ayah angkatnya itu.


"Heeee... Ngapain kalian di sini..! Jangan macam-macam ya kalian...! Kalau tidak aku akan berteriak." Ancam Shelina yang membuat kedua laki-laki itu saling memberi kode.


Mendengar suara Shelina yang begitu jelas dari dalam kamar mandi, Alfa yang baru selesai mandi dan hanya memakai celana, langsung buru-buru membuka pintu. Dan di saat melihat Shelina mau di serang, dengan gerakan cepat dia pun menendang kedua laki-laki itu sampai tersungkur di lantai kamarnya.


"Masuk ke kamar kamu..!" Ujar Alfa sambil menatap Shelina.


"Tapi Mas..." Jawab Shelina yang masih berdiri di tempatnya.

__ADS_1


"Sudah sana pergi...!" Teriak Alfa dan langsung menyerang kedua laki-laki itu.


Dengan buru-buru Shelina berlari masuk ke dalam kamarnya dengan raut wajah menegangkan. Walau hatinya selalu di sakiti Alfa, namun Shelina tetap menghawatirkan keadaan Alfa, sebagai seorang istri.


"Aku harus meminta bantuan Papa." Shelina berkata-kata sambil mencari-cari ponselnya.


"Astaga... Di mana ponselku..? Bagaimana aku harus mengabari Mama dan Papa, kalau ponsel aku saja ngga tahu ada di mana..?" Shelina yang mengkhawatirkan keselamatan Alfa begitu bingung di dalam kamarnya.


Sedangkan di kamar Alfa, terlihat begitu berantakan karena Alfa menghajar kedua laki-laki itu tanpa ampun. Sampai-sampai mereka berdua melarikan diri melalui balkon kamar, tempat mereka masuk tadi, dengan keadaan babak-belur. Tapi keadaan Alfa juga tidak baik-baik saja. Di bagian perutnya tergores pisau yang tadi di bawah oleh salah satu dari kedua anak buah Farel.


Hampir setengah jam berada di dalam kamar dengan keadaan panik, Shelina pun akhirnya memberanikan diri untuk keluar. Dia melangkah keluar menuju kamar Alfa sambil menatap ke setiap sudut ruangan. Tapi tiba-tiba dia di kagetkan dengan suara Alfa terdengar seperti sedang menahan sakit.


Dengan buru-buru Shelina langsung memasuki kamar Alfa tanpa berpikir panjang. Dan di saat melihat Alfa sudah terlentang dengan bagian perut yang berdarah, Shelina seketika jadi semakin panik saking kagetnya.


"Mas... Kamu terluka ya..?" Tanya Shelina sambil melangkah mendekati Alfa yang sedang menahan sakit dengan posisi terlentang di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Ayo kita ke RS Mas!" Ujar Shelina sambil bergegas meraih lengan Alfa. Tapi Alfa dengan segera menarik tangannya sambil berkata.


"Tidak perlu. Saya bisa mengatasinya sendiri tanpa harus ke RS." Jawab Alfa dan berusaha bangun.


"Tapi darahnya banyak banget Mas. Kalau gitu biar aku hubungi Mama." Ujar Shelina yang masih saja menghawatirkan keadaan Alfa.


"Saya bilang tidak perlu. Jangan berani-berani kamu mengabari keluarga saya! Jangan buat mereka panik di tengah malam seperti ini!" Ujar Alfa tanpa menatap Shelina yang masih berdiri di hadapannya.


"Kalau gitu biar aku bantu mengobatinya ya Mas! Aku bisa ko melakukannya." Ujar Shelina dengan begitu sabar.


"Saya juga bisa melakukannya sendiri. Tidak usah berpura-pura baik terhadap saya. Karena apapun yang kamu lakukan, tidak akan merubah apapun." Jawab Alfa dengan tampang datarnya.


"Pergi kamu dari sini! Saya ingin mengobati luka saya. Kamu itu hanya membawa musibah bagi saya." Tambah Alfa yang membuat Shelina semakin mematung, dengan kabut air mata yang sudah mulai memenuhi kelompok mata indahnya.


Tanpa bersuara, Shelina pun langsung berbalik dan melangkah keluar dari dalam kamar Alfa dengan perasaan yang begitu hancur. Air mata yang sejak tadi dia tahan, akhirnya menetes membasahi pipinya dengan begitu deras.

__ADS_1


__ADS_2