JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 53. Masa Lalu.


__ADS_3

Pagi itu suasana terasa begitu berbeda oleh Shelina, yang bangun tanpa melihat sosok Alfa. Walaupun sikap Alfa selalu melukai hatinya, dan mereka juga tidak tidur dalam satu kamar selama menjadi sepasang suami istri, namun Shelina tetap merasa ada yang kurang karena tidak melihat keberadaannya. Seperti hari-hari biasanya di saat pagi maupun malam hari.


Cinta yang telah tumbuh di dalam hati gadis manis itu, telah membuat dia begitu sulit terlepas dari bayangan tampan yang kini berada jauh dari sisinya. Rasa rindu yang tiba-tiba hadir, semakin menenggelamkan Shelina dalam kesunyian di pagi itu. Dengan wajah terlihat sendu juga tatapan mata yang begitu kosong, Shelina melangkah menuruni tangga menuju lantai bawah. Tapi tiba-tiba ada suara yang seketika mengagetkannya.


"Non,, apa Non kurang sehat?" Tanya Bi Tuti yang berada tepat di samping tangga.


"Aku,, aku ngga apa-apa ko Bi." Jawab Shelina gugup, karena kaget dengan keberadaan Bi Tuti.


"Bibi kira Non sakit. Soalnya wajah Non terlihat begitu lesu." Ujar Bi Tuti dengan senyum ramah.


"Kamu kaya ngga tahu saja, kalau Non Sheli itu lagi di Landa rindu. Namanya juga pengantin baru." Sambung Bi Ira yang baru saja keluar dari dapur.


"Apaan sih Bi..?" Sambung Shelina dengan tampang malu-malu.


Bi Tuti juga Bi Ira yang sudah sangat dekat dengan Shelina, begitu mengerti keadaan Shelina saat itu. Namun Shelina sama sekali tidak mau mengakuinya. Dan di saat kedua wanita itu ingin kembali menggoda Shelina, tiba-tiba terdengar suara bunyi bel pintu.


"Non,, apa Non mau pergi?" Tanya Bi Tuti. Sementara Bi Ira sedang menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang.


"Aku ngga kemana-mana ko Bi." Jawab Shelina.


"Kan hari ini hari Minggu. Apa Non ngga pengen jalan-jalan?" Tanya Bi Tuti.

__ADS_1


"Aku malas jalan-jalan sendirian Bi." Jawab Shelina.


"Iya juga sih Non. Atau gini saja, nanti sore kita bertiga jalan-jalan, kalau pekerjaan rumah sudah selesai." Ujar Bi Tuti.


"Oke,, kita jalan-jalan nanti sore ya Bi!" Ujar Shelina sambil tersenyum ceria.


"Iya Non." Jawab Bi Tuti yang ikut bahagia melihat ekspresi Shelina.


"Siapa yang datang Mba..?" Tanya Bi Tuti setelah melihat Bi Ira yang baru datang dari arah depan.


"Itu Lo... Wanita yang sangat tidak di sukai Ibu Bos." Jawab Bi Ira sambil melangkah mendekati Bi Tuti dan Shelina, yang masih tetap berada di depan tangga.


"Wanita yang mana?" Tanya Bi Tuti dengan ekspresi kebingungan.


"Ooo,,, Melisa ya Mba? Mantan pacar Mas Alfa?" Tanya Bi Tuti yang membuat raut wajah Shelina seketika berubah aneh.


Sebagai seorang istri hati Shelina seketika terenyuh, mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh kedua Bibi yang ada di hadapannya. Apalagi sudah ada rasa cinta di dalam hatinya terhadap Alfa. Mendengar nama yang di sebut oleh BI Tuti dan Bi Ira, Shelina seketika jadi kepikiran dengan sosok wanita yang pernah ada di dalam hati suaminya itu. Dia tidak menyangka, laki-laki sedingin dan sekaku itu, ternyata punya masa lalu yang belum dia ketahui sama sekali.


Dalam diam, Shelina mencoba untuk menyembunyikan rasa sakit yang dia rasakan saat itu. Karena dia merasa sangat tidak pantas menunjukkan rasa cemburunya di depan orang, terhadap laki-laki yang sama sekali tidak menginginkan dirinya. Walau rasa cinta sudah tumbuh di dalam hatinya, namun dia pun tidak pernah lupa dengan kesepakatan, yang telah dia dan Alfa sepakati di dalam pernikahan mereka. Sambil tersenyum menatap kedua Bibi yang masih asyik membahas tentang Melisa, Shelina pun mulai berkata-kata di dalam hatinya.


"Untuk apa juga aku harus cemburu mendengar nama wanita itu? Toh wanita itu yang pernah ada di dalam hatinya. Sedangkan aku, hanyalah seorang wanita yang dia nikahi dengan sebuah perjanjian."

__ADS_1


"Non,, Ayo kita ke dapur!" Ajak Bi Tuti sambil menarik tangan Shelina.


"Ayo Bi!" Jawab Shelina sambil menggandeng tangan kedua Bibi yang menemaninya di dalam rumah sebesar itu.


Keadaan Shelina terlihat begitu aneh, setelah kedatangan wanita yang dia sendiri belum sempat melihat tampangnya. Walaupun dia sudah berusaha untuk tidak terganggu dengan kedatangan wanita yang pernah ada di dalam masa lalu Alfa, namun hatinya tetap saja merasakan sakit sebagai seorang istri, walaupun istri yang tidak di inginkan.


"Non,, apa Non baik-baik saja?" Tanya Bi Ira di saat melihat gelagat Shelina yang begitu aneh.


"Aku... Aku baik-baik saja ko Bi." Jawab Shelina gugup.


"Non,, mending Non istirahat saja! Nanti biar kami yang mengerjakan semua ini." Sambung Bi Tuti yang juga merasa aneh melihat ekspresi Shelina.


"Baik Bi." Jawab Shelina dan langsung melangkah pergi meninggalkan Bi Tuti dan Bi Ira, dengan raut wajah yang terlihat meredup dengan seketika.


"Ada apa ya sama Non Sheli? Apa dia begitu merindukan Mas Alfa? Atau dia terganggu dengan kedatangan wanita tidak tahu malu tadi?" Tanya Bi Ira.


"Mungkin saja dia terganggu dengan kedatangan mantan pacar Mas Alfa tadi. Apa mungkin dia belum mengetahui masa lalu Mas Alfa?" Tanya Bi Tuti.


"Kayaknya memang seperti itu. Berarti kita sudah salah membahas tentang masa lalu Mas Alfa di depan Non Sheli. Dia pasti merasa di bohongi sebagai seorang istri." Tambah Bi Tuti.


"Tapi itu kan cuman masa lalu Mas Alfa sebelum bertemu Non Sheli." Ujar Bi Ira.

__ADS_1


"Ya ampun Mba,, namanya juga pasangan muda. Pasti penuh dengan segala kecurigaan. Kita sebagai wanita kan sering berpikir yang tidak-tidak terhadap pasangan kita. Apalagi pasangan yang sempurna seperti Mas Alfa. Nanti biar kita jelasin saja sama Non Sheli siapa Melisa itu." Jawab Bi Tuti.


"Iya,, benar juga apa kata kamu. Tapi menurut aku, yang bisa meyakini Non Sheli hanyalah Mas Alfa. Jadi kita tidak perlu menjelaskan apa-apa. Biar kita beritahukan saja sama Mas Alfa tentang kedatangan Melisa mencarinya. Biar Mas Alfa bisa menjelaskan semuanya terhadap Non Sheli." Ujar Bi Ira yang tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga majikannya.


__ADS_2