JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 59. Kecantikan Di Balik Sifat Sederhana.


__ADS_3

Shelina yang memang giat dalam bekerja, terlihat begitu bersemangat membantu Kalista, membersihkan setiap sudut dapur kafe tersebut. Namun di dalam benaknya, dia merasa sedikit bingung dengan pengusaha yang akan merayakan pesta ulang tahun di tempat itu. Karena menurutnya, apa yang mereka lakukan sudah sangat berlebihan. Tanpa menatap Kalista yang juga lagi sibuk bekerja, Shelina pun mulai menanyakan apa yang sedang dia pikirkan saat itu.


"Lis,, menurut kamu, apa yang kita lakukan ini tidak berlebihan?" Tanya Shelina sambil terus membersihkan tumpukan gelas, yang ada di tempat cucian piring.


"Maksud kamu berlebihan gimana sih Shel?" Tanya balik Kalista sambil menatap Shelina sesaat.


"Acara ulang tahunnya kan di rayakan di bagian depan, kenapa semua sudut kafe ini harus di bersihkan?" Tanya Shelina dengan tatapan kebingungan.


"Shel,, yang akan merayakan ulang tahun nanti malam, bukan orang sembarangan. Dan ini sebuah penghargaan untuk kafe kita. Karena di pilih menjadi tempat perayaan ulang tahun pengusaha sukses itu. Orang seperti mereka tu, biasanya merayakan acara-acara seperti itu di hotel atau di restoran mahal. Bukan tempat biasa seperti ini. Aku malah bingung, mengapa pengusaha ternama itu bisa memilih tempat ini?" Jelas Kalista panjang lebar yang membuat Shelina semakin bingung, juga penasaran dengan sosok yang sedang mereka bicarakan.


"Memangnya kamu kenal sama pengusaha itu?" Tanya Shelina penasaran.


"Aku ngga tahu dia siapa. Tapi dari pemberitahuan Pak Reno, aku yakin dia bukan orang sembarangan." Jawab Kalista sambil terus mengerjakan tugasnya.


"Shel,, kalau kamu kecapean, mending kamu istirahat saja! Ini tugas aku, biar aku yang menyelesaikannya." Ujar Kalista tanpa menatap Shelina.


"Ngga apa-apa Lis. Biarpun bukan tugas aku, tapi aku ingin membantumu. Lagian aku ngga ada kerjaan apa-apa. Biar semua cepat selesai." Jawab Shelina.


"Makasih ya Shel. Kamu sudah membantuku mengerjakan semua pekerjaanku. Sedangkan aku, sama sekali tidak bisa membantu kamu." Kalista berkata-kata sambil tersenyum menatap Shelina, yang juga sedang menatapnya dengan senyum manis yang terukir di wajah cantiknya.

__ADS_1


Selesai semuanya selesai di rapikan, Pak Reno yang baru saja tiba di kafe langsung meminta para pegawainya, untuk memperbaiki penampilan mereka. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 6:30 sore. Terutama Shelina yang akan membawakan lagu, untuk mengisi acara ulang tahun pengusaha sukses, yang sebentar lagi akan tiba di tempat itu. Dengan perhatian yang terkesan sedikit berlebihan, Pak Reno memberikan sebuah gaun untuk Shelina. Dan hal itu seketika membuat beberapa wanita yang tidak suka dengan Shelina, langsung memasang tampang penuh kekesalan.


"Shel,, ini gaun untukmu! Kamu pasti akan terlihat semakin cantik dengan gaun ini." Ujar Pak Reno yang membuat Shelina jadi serba salah.


"Ngga usah Pak. Aku punya baju ganti ko." Shelina mencoba untuk menolak pemberian Pak Reno.


"Pakai saja gaun ini! Ini bukan acara orang biasa. Yang akan merayakan ulang tahun di kafe kita nanti, salah seorang pengusaha tersukses dalam kalangan bisnis. Ini satu penghargaan buat kita. Karena orang penting seperti beliau mau merayakan hari lahirnya di tempat kita." Ujar Pak Reno.


Dengan terpaksa Shelina akhirnya menerima gaun pemberian Pak Reno, dan langsung melangkah menuju ruang ganti bersama Kalista yang juga ingin mengganti pakaiannya. Sampainya di dalam ruang ganti, Kalista seketika terlihat seperti patung dengan tatapan kaget, di saat melihat Shelina mengenakan gaun pemberian Pak Reno.


"Lis... Mengapa kamu menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" Tanya Shelina sambil menatap gaun yang sudah melekat pada tubuh indahnya.


"Shel,, kamu tahu ngga? Selama hidup aku, ini pertama kali aku melihat sosok bidadari dengan nyata." Jawab Kalista yang membuat Shelina jadi malu.


"Pujian itu memang pantas buat kamu Shel. Pria yang sudah menyia-nyiakan cintamu mungkin sudah buta. Atau jangan-jangan, dia tidak bisa melihat keindahan yang sesungguhnya." Tambah Kalista sambil melangkah mengikuti Shelina.


"Makasih banyak Lis. Tapi kamu ngga usah terlalu berlebihan memujiku seperti itu!" Shelina yang begitu sederhana, selalu berusaha untuk tidak sombong dengan apa yang dia miliki.


Melihat sifat Shelina yang jarang di miliki wanita cantik pada umumnya, Kalista merasa semakin kagum dengan sosok cantik bagaikan jelmaan bidadari di sampingnya. Jangankan para lelaki, kaum wanita saja tidak pernah bosan memandang wajah Shelina. Dia bukan hanya cantik, tapi juga menarik dalam pandangan setiap orang. Namun semua itu tidak merubah kesederhanaan hati juga pikirannya.

__ADS_1


Shelina dan Kalista melangkah menuju depan, tanpa memperhatikan reaksi ketiga wanita yang sangat tidak menyukai mereka, terutama Shelina. Penampilan Shelina saat itu benar-benar membuat ketiga wanita itu memanas seketika. Karena seperti apapun mereka berhias, tidak bisa menandingi penampilan Shelina yang begitu sederhana.


"Wow... Shel,, kamu cantik banget mengenakan gaun ini." Ujar salah seorang laki-laki yang juga bekerja di kafe itu. Memuji Shelina di depan para kariyawan.


"Ya iyalah. Kecantikan Shelina tidak ada yang bisa menandingi." Sambung Kalista setelah melihat reaksi Alya dengan kedua temannya.


Sedangkan Shelina yang semakin malu mendapatkan pujian dari laki-laki yang ada di hadapannya, hanya bisa tersenyum tanpa bisa bersuara. Dan tidak lama, datang Pak Reno dengan tampang yang terlihat kaget, juga bingung setelah melihat penampilan Shelina.


"Shel,, kamu sempurna banget." Ujar Pak Reno memuji Shelina yang hanya menundukkan menyembunyikan rasa gugupnya.


"Iya kan Pak. Pasti para tamu yang akan hadir jadi terkesima melihat kesempurnaan Shelina." Sambung Kalista dengan segera.


"Iya benar. Mereka pasti akan sangat puas melihat persembahan kita. Apalagi mendengar suara Shelina." Jawab Pak Reno tanpa melepaskan pandangannya dari Shelina.


Sebelum kedatangan orang-orang yang akan merayakan pesta di kafe itu, Shelina di minta oleh Pak Reno untuk menunggu di sebuah ruangan, agar dia bisa melatih kembali suaranya. Pak Reno yang begitu bersemangat menyambut pengusaha ternama, yang akan mengadakan pesta ulang tahun di tempatnya, ingin memberikan yang terbaik. Karena itu kali pertama kafenya yang tidak terlalu mewah, di datangi orang penting seperti itu.


"Shel,, kamu tunggu di ruang belakang sambil melatih vokal kamu ya,,! Biar semuanya lebih sempurna lagi. Saya ingin kamu menyembah kan sesuatu yang lebih baik lagi. Nanti kamu saya beri bonus untuk malam ini." Ujar Pak Reno yang langsung di tanggapi Shelina dengan begitu bersemangat.


"Iya Pak. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik malam ini." Jawab Shelina, kemudian bergegas melangkah menuju ruangan yang di maksud Pak Reno.

__ADS_1


Malam itu yang paling di perhatikan hanyalah Shelina. Sebab dia akan menghibur para tamu penting. Namun perhatian Pak Reno semakin membuat Alya kesal, karena dia merasa tidak di butuhkan sama sekali. Tidak berapa lama Shelina berada di dalam ruangan sambil melatih vokalnya, datanglah rombongan yang sangat di nantikan semua orang yang ada di kafe milik Pak Reno.


Semua yang ada di kafe itu, langsung menyambut kedatangan rombongan pengusaha sukses itu dengan begitu istimewa. Yang tidak ada hanyalah Shelina, juga Kalista dan beberapa kariyawan yang bertugas di bagian dapur. Melihat laki-laki tampan dan berwibawa yang ada di hadapan mereka, Alya dengan segera mulai memasang aksi. Namun apa yang dia lakukan, sama sekali tidak di perdulikan oleh pengusaha ternama, yang tidak lain adalah Alfa Permana.


__ADS_2