JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 79. Tatapan Yang Aneh.


__ADS_3

Siang itu udara begitu terik dengan pancaran sinar matahari. Alfa yang sudah di jemput supir pribadinya, langsung memasuki mobil bersama Shelina setelah semua barang-barang mereka di masukin ke dalam mobil. Dari raut wajah Shelina, terlihat kalau dia begitu lemas dan tidak bersemangat. Keadaannya itu sedikit menghawatirkan Alfa yang duduk bersebelahan dengannya. Namun Alfa yang memang seperti tembok datarnya, sama sekali tidak bersuara begitupun Shelina, yang sudah menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil.


"Non,, apa Non baik-baik saja?" Tanya supir pribadi Alfa, yang tidak sengaja melihat Shelina dari kaca spion yang ada di atas kepalanya.


"Aku baik-baik saja Pak." Jawab Shelina sambil menatap lurus ke depan.


Melihat sikap supir pribadinya yang perhatian dengan keadaan Shelina, Alfa seketika jadi salah tingkah karena dia sendiri tidak ada respon sejak tadi. Namun walaupun begitu, dia tetap tidak bersuara. Dia malah memalingkan wajahnya menatap ke arah luar, melewati kaca mobil yang sedikit terbuka.


Melihat sikap Alfa yang sama sekali tidak perduli padanya, Shelina semakin terdiam menahan rasa kecewa yang dia rasakan saat itu. Sebagai seorang wanita Shelina ingin sekali di perhatikan oleh suaminya, walaupun hanya dengan sebuah pertanyaan seperti yang baru saja di lakukan oleh Pak supir. Namun jangankan untuk bertanya, melirik saja tidak Alfa lakukan. Dengan penuh rasa kecewa, Shelina mulai bergumam di dalam hatinya sambil melirik Alfa sesaat.


"Heran aku dengan laki-laki seperti ini. Apa dia tidak punya hati? Dia sama sekali tidak memperdulikan aku. Padahal dia yang sudah membuatku seperti ini."


Seumur hidup Shelina, dia baru melihat sosok laki-laki seperti Alfa. Dan hal itu membuat dia semakin sakit hati sebagai seorang istri.


Tepat pukul 8:30 pagi, Oma Alira yang baru saja selesai berjalan menghirup udara pagi di temani dua orang pengawal, tiba di depan rumah Alfa. Dia sengaja mampir ke sana hanya untuk memberitahukan kabar kehamilan Fara.


"Selamat pagi Nyonya." Sapa Bi Tuti yang sedang bersih-bersih di ruangan depan.


"Loh,, Bibi ko ada di sini?" Tanya Oma Alira yang baru menyadari keberadaan Bi Tuti.


"Iya Nyonya. Aku baru saja datang karena di minta sama Den Alfa." Jawab Bi Tuti.


"Alfa sekarang ada di mana?" Tanya Oma Alira.


"Sudah berangkat sejak pagi tadi Nyonya. Kalau Non Shelina masih di kamar. Dia lagi ngga sehat." Jawab Bi Tuti yang membuat Oma Alira seketika panik.


"Astaga... Aku harus lihat keadaannya. Terus kapan Bibi kembali?" Tanya Oma Alira kepada Bi Tuti, yang sudah beberapa tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Aleta.


"Aku akan kembali setelah saudaraku tiba di sini Nyonya. Soalnya saudaraku mungkin besok baru sampai sini. Sebelum dia tiba, aku yang akan bekerja di sini Nyonya." Jawab Bi Tuti.

__ADS_1


"Ya sudah. Kalau gitu aku mau lihat keadaan Shelina dulu." Ujar Oma Alira dan segera melangkah menuju tangga untuk naik ke lantai atas.


Oma Alira yang begitu perduli terhadap semua orang, selalu bersikap adil kepada seluruh anggota keluarganya. Terutama kepada para menantunya. Dia tidak ingin para menantu dalam keluarganya, merasa asing sebagai orang lain yang masuk kedalam keluarga terpandang itu. Sampainya di depan pintu kamar Shelina, Oma Alira pun segera mengetuk pintu tanpa bersuara.


"Tok...tok...tok..." Suara ketukan pintu yang mengagetkan Shelina dari lamunannya.


"Siapa..?" Tanya Shelina yang sedang duduk memeluk guling di atas tempat tidur.


"Ini Oma sayang." Jawab Oma Alira.


"Ya ampun Oma.. Silahkan masuk Oma..!" Ujar Shelina sambil buru-buru turun dari tempat tidur dan melangkah menuju pintu.


"Oma,, aku pikir Bibi." Shelina berujar sambil menatap Oma Alira dengan raut wajah yang terlihat lemas.


"Kamu sakit ya sayang? Mengapa bisa seperti ini? Apa di luar kota kamu banyak kegiatan?" Tanya Oma Alira yang masih berada di depan pintu.


"Oma..." Suara Alfa yang tiba-tiba terdengar dari arah tangga.


"Saya kelupaan sesuatu." Jawab Alfa sambil memperhatikan Shelina yang terlihat pucat.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Alfa yang membuat Shelina langsung menatapnya bingung.


Mendengar pertanyaan Alfa, Oma Alira seketika tersenyum karena merasa ada sesuatu yang aneh, dari cara bertanya juga tatapan cucunya. Sedangkan Shelina yang kaget dengan sikap Alfa yang tidak biasanya, malah kebingungan sampai tidak tahu harus menjawab apa.


"Shelina,, apa kamu mau ke Dr?" Tanya Alfa lagi sambil melangkah mendekat ke arah Shelina.


"Aku ngga apa-apa. Cuman kelelahan saja." Jawab Shelina dan langsung melangkah menuju tempat tidur.


"Kalau perlu ke Dr, mending pergi saja sayang. Kebetulan Alfa ada di sini. Biar dia menemanimu. Siapa tahu keadaanmu ini pengaruh sesuatu yang Oma nantikan seperti adik kamu di Amerika." Tutur Oma Alira yang membuat Alfa juga Shelina langsung menatapnya bingung.

__ADS_1


"Memangnya Fara kenapa Oma?" Tanya Shelina yang sama sekali belum mengetahui kehamilan Fara.


"Fara sekarang positif hamil sayang. Oma berharap kamu juga akan segera menyusulnya.


"Apa-apaan sih Oma..? Mana mungkin Shelina hamil?" Pertanyaan Alfa yang membuat Oma Alira kaget.


"Maksud kamu apa berbicara seperti itu? Bagaimana seorang wanita yang bersuami tidak mungkin hamil?" Tanya Oma Alira.


"Ngga Oma. Aku ngga mungkin hamil. Dan aku juga belum memikirkan hal itu." Sambung Shelina yang membuat Alfa langsung menatapnya aneh.


"Iya Oma. Saya juga belum memikirkan tentang anak." Sambung Alfa dengan tatapan mata yang terlihat sangat menakutkan.


Mendengar jawaban Alfa dan Shelina, Oma Alira jadi semakin bingung dan tidak bisa tinggal diam. Tapi di saat dia ingin kembali bersuara, tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk.


"Ya ampun... Ini anak mungkin ngga ada kerjaan lain selain mengawasi aku?" Gerutu Oma Alira saat melihat nama kontak yang dia tulis Putraku ada di layar ponselnya.


("Mama akan pulang sekarang. Kamu ngga usah khawatir! Mama di kawal beberapa anak buah kamu." Ujar Oma Alira setelah telponnya tersambung.)


("Sekarang Mama lagi di mana?" Tanya Faris dari balik telpon.)


("Mama di rumah Alfa. Memangnya ada apa sih RIS..?" Tanya Oma Alira yang selalu merasa terganggu dengan sikap Faris, yang begitu berlebihan dalam mengawasinya.)


("Ma,, sejak subuh Mama sudah di rumahku. Sekarang Mama di rumah Alfa. Terus kapan Mama mau di rumah mengurus suami Mama?" Tanya Faris yang membuat Oma Alira terdiam dengan mata terbuka lebar saking kagetnya.)


("Astaga... Mama sampai lupa sama Papa." Jawab Oma Alira yang membuat Shelina yang mendengarnya langsung tersenyum.)


("Ya sudah. Mama langsung pulang sekarang. Sudah dulu ya,, putra Mama yang ganteng." Oma Alira segera memutuskan sambungan teleponnya sebelum Faris kembali bersuara.)


"Biar saya antar sekalian." Sambung Alfa tanpa melepaskan pandangannya dari arah Shelina.

__ADS_1


Entah apa yang sedang Alfa pikirkan? Namun sejak Omanya menerima telpon dari Papanya, dia tidak berhenti menatap Shelina dengan tatapan yang terlihat sangat aneh. Dan Shelina yang menyadari tatapannya, hanya berpura-pura santai tanpa mau menatapnya walau hanya sesaat.


__ADS_2