JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 70. Kesadaran Yang Hilang.


__ADS_3

Hari itu Shelina benar-benar terlihat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kecantikan yang dia miliki semakin terlihat sempurna dengan pakaian berwarna merah yang begitu cocok di tubuh indahnya. Namun suasana hati Shelina yang sudah terlanjur kecewa dengan sikap Alfa, membuatnya sangat tidak bersemangat melangkah menuju halaman villa, menghampiri Alfa dan para tamunya.


"Itu siapa?" Tanya beberapa rekan bisnis Alfa yang melihat kedatangan Shelina.


"Ngga tahu juga. Cantik banget tu cewek." Ujar yang lainnya.


Alfa yang sedang sibuk mengobrol dengan beberapa rekan bisnisnya, sama sekali tidak menyadari kedatangan Shelina. Melihat sikap Alfa yang tidak perduli padanya, membuat Shelina seketika ragu untuk menghampirinya. Dan dia juga begitu salah tingkah mendapat tatapan dari beberapa tamu Alfa. Apalagi di antara tamu Alfa, ada beberapa wanita yang menatapnya dengan tatapan sinis.


"Apa dia adiknya Pak Alfa?" Tanya seorang wanita kepada tamu yang lainnya.


"Mungkin saja. Tapi setahu saya, putri Pak Faris hanya ada satu. Dan dia sudah menetap di luar negeri bersama suaminya.


"Kalau begitu dia itu mungkin sekretaris baru Pak Alfa." Sambung yang lainnya.


"Halo cantik,," Sapa salah seorang pria yang terlihat begitu mengagumi kecantikan Shelina.


Shelina yang semakin gugup dengan tatapan orang-orang di sekelilingnya hanya tersenyum menanggapi sapaan pria itu. Tapi dengan begitu berani, pria itu ingin meraih tangan Shelina. Dan situasi itu di lihat oleh Alfa yang merasa penasaran, dengan tatapan beberapa orang yang ada di sampingnya.


"Shelina.. Sini..!" Suara Alfa memanggil Shelina dengan segera, dengan suara yang terdengar aneh.


"Siapa wanita itu Pak?" Tanya salah satu rekan bisnis Alfa.


Mendengar pertanyaan rekan bisnis Alfa, Shelina yang sedang menghampiri Alfa semakin gugup dan langsung menunduk tanpa bersuara. Tapi tiba-tiba dia pun terkejut saat Alfa mengatakan siapa dirinya, dengan nada suara yang terdengar begitu jelas.


"Dia istri saya Pak." Jawab Alfa sambil menatap Shelina yang juga sedang menatapnya, dengan tampang kaget bercampur bingung.


"Loh,, ternyata Pak Alfa sudah menikah? Kapan nikahnya?" Tanya seorang pria yang kira-kira seumuran dengan Faris Papanya Alfa.


"Astaga Pak Hendro,, jadi anda tidak tahu kalau sekarang Pak Faris sudah memiliki dua menantu?" Tanya salah seorang dari mereka yang sudah mengetahui pernikahan Alfa.

__ADS_1


"Saya benar-benar ngga tahu. Soalnya pernikahan Pak Alfa sepertinya tidak tersorot seperti pernikahan adiknya." Jawab Pak Hendro.


"Memangnya Pak Adit tahu dari mana?" Tanya Pak Hendro.


"Dari Pak Faris juga Istrinya. Beberapa bulan yang lalu, saya sempat ke kantor Pak Faris. Dan saya di beritahu tentang kabar pernikahan Pak Alfa. Tapi saya juga ngga tahu kalau ternyata istri Pak Alfa ini seorang bidadari." Jawab Pak Adit sambil tersenyum menatap Shelina.


"Pak Alfa,, istri secantik ini, semustinya harus di publikasikan kepada semua orang. Biar mereka tahu kalau bidadari ini sudah ada pemiliknya." Sambung tamu yang lainnya.


"Pernikahan saya memang tidak dapat di publikasikan sampai sekarang. Soalnya semua di rencanakan begitu mendadak. Dan selama ini juga saya terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. Jadi tidak ada persiapan sama sekali." Jawab Alfa tanpa melepaskan pandangannya dari arah Shelina.


Mendengar apa yang di katakan oleh Alfa, para wanita yang datang sebagai tamu di villa itu, semakin memasang tampang yang datar menatap Shelina. Semua wanita yang berada di sekeliling Alfa tidak ada yang tidak ingin memiliki laki-laki dingin itu. Apalagi mengetahui kesuksesan keluarganya. Tapi Alfa tidak pernah perduli dengan situasi di sekelilingnya. Dia selalu bersikap dingin dan cuek menanggapi semua itu.


"Selamat siang Bu Alfa,, perkenalkan nama saya Pak Hendro." Sapa Pak Hendro yang saat itu sedang berdiri bersama Alfa, setelah Shelina berada di samping Alfa.


"Iya Pak. Saya Shelina." Jawab Shelina dengan senyum manis yang terukir di wajah cantiknya.


Sikap Alfa semakin dingin saat Shelina sudah berada di sampingnya. Dia semakin tidak memperdulikan Shelina. Dan hal itu membuat Shelina semakin kesal dan merasa tidak betah, berada lama-lama di tengah-tengah orang-orang penting seperti itu. Tanpa bersuara Shelina yang sudah di belakangi Alfa, memilih pergi meninggalkan Alfa dan para tamunya.


Melihat Shelina yang sudah berlalu memasuki villa, Alfa hanya terdiam dengan tatapan datarnya. Raut wajah Alfa terlihat semakin merah mungkin karena pengaruh minuman, yang sejak tadi dia konsumsi bersama para rekan bisnisnya.


"Bu,, biar aku bantu ya,,!" Ujar Shelina setelah berada di samping Ibu Lilis yang sedang sibuk menyiapkan beberapa menu makanan.


"Ngga usah Non! Non itu sudah cantik banget. Jadi ngga usah repot-repot! Lagian semuanya sudah hampir selesai." Jawab Ibu Lilis.


"Ya sudah. Kalau gitu aku ke kamar dulu." Tutur Shelina dan langsung melangkah pergi.


"Pak Alfa,, di mana istri anda? Kita tidak boleh melewatkan momen ini tanpa ada yang di abadikan." Tanya Pak Hendro setelah mereka semua sudah berada di dalam villa.


"Sebentar ya Pak. Nanti saya lihat dulu ke dalam." Jawab Alfa dan segera berlalu menuju kamar.

__ADS_1


"Ngapain kamu di sini?" Tanya Alfa sambil menatap Shelina yang sedang duduk di depan jendela kamar.


"Terus aku harus di mana?" Tanya balik Shelina tanpa menatap Alfa.


"Di luar sana masih ada banyak tamu saya. Kamu sebagai istri harus menemani saya di luar." Jawab Alfa dengan ekspresi khasnya.


"Mas,, aku ini bukan patung. Di depan para tamu kamu, sedikitpun kamu tidak perduli padaku. Apa itu sikap seorang suami kaya raya seperti kamu?" Pertanyaan Shelina yang membuat Alfa seketika mematung dengan tatapan tajam.


"Tidak ada gunanya juga aku berada di luar." Tambah Shelina dengan suara bergetar karena mulai terbawa perasaan.


"Saya tunggu di luar. Kita akan melakukan pemotretan. Setelah itu terserah kamu mau ngapain." Ujar Alfa tanpa ekspresi dan langsung melangkah pergi.


Sikap dingin Alfa begitu melukai hati Shelina yang merasa semakin tidak berarti. Mungkin dia bisa menerima keadaan itu saat hanya berdua. Tapi kali ini, dia benar-benar malu karena di perhatikan banyak pasang mata. Sambil melangkah menuju pintu, Shelina pun mulai bergumam di dalam hatinya.


"Apa artinya pengakuan mu di depan banyak orang? Kalau aku ini istrimu? Sementara sikapmu terhadapku, sama sekali tidak menggambarkan sikap seorang suami."


Dengan penuh kekecewaan, Shelina menghampiri Alfa yang sedang menatapnya dengan tatapan yang terlihat begitu aneh. Dia berusaha untuk tersenyum di depan para tamu suaminya, walaupun hatinya begitu perih menerima sikap dinginnya Alfa.


"Silahkan Pak Alfa! Semua sudah mengambil gambar, tinggal Pak Alfa bersama istri cantik Bapak." Ujar Pak Hendro.


Tanpa menunggu lama, Alfa langsung meraih tangan Shelina dan melangkah ke tempat yang sudah di siapkan untuk pemotretan. Dengan ekspresi wajah yang masih tersimpan kekecewaan, Shelina pun berdiri di samping Alfa dan mengikuti arahan fotografer yang sudah siap mengambil gambar. Sedangkan Alfa malah tidak mengikuti arahan fotografer di depan mereka.


Melihat kemulusan dan keindahan kulit istrinya dari arah yang begitu dekat, tanpa sadar Alfa langsung menyentuh bagian leher Shelina dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.



Fotografer yang tadinya mengarahkan Alfa untuk merangkul pundak Shelina, segera mengabadikan momen saat Alfa menyentuh istrinya tanpa sadar. Dan hasilnya benar-benar sempurna menunjukan keromantisan sepasang suami istri.


"Bagus banget hasilnya Pak." Ujar fotografer dengan segera, yang membuat Alfa langsung tersadar dengan apa yang sedang dia lakukan.

__ADS_1


Alfa yang begitu salah tingkah dengan perbuatannya, buru-buru menarik tangannya dan memalingkan muka dengan ekspresi wajah semakin memerah saking malunya. Sedangkan Shelina yang hanya terdiam, juga ikut bingung dengan apa yang baru saja di lakukan oleh Alfa.


__ADS_2