JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 82. Berkhayal Jauh.


__ADS_3

Bi Tuti melangkah menuju ruang keluarga membawa secangkir minuman buatannya, juga parfum yang di berikan Nia sambil memikirkan tingkah Nia barusan. Sikap Nia benar-benar membuat Bi Tuti jadi bingung. Apalagi keinginan Nia ingin menikah dengan laki-laki kaya, sudah di ketahui orang-orang terdekatnya seperti Bi Tuti. Karena selain bertetangga, Nia juga sudah sangat dekat dengan keluarga Bi Tuti sejak dia masih anak-anak.


"Nia tidak bisa berada lama-lama di sini. Kalau ngga dia bisa bikin malu dengan tingkahnya yang berlebihan seperti tadi." Bi Tuti berkata-kata sendirian sambil terus melangkah menuju ruang keluarga.


"Den,, ini minuman buat Non Sheli. Sebaiknya diminum sebelum dingin. Dan ini juga ada oleh-oleh dari kerabat saya dari Singapura buat Aden." Ujar Bi Tuti sambil meletakkan apa yang dia bawa ke atas meja tepat di depan Alfa.


"Iya makasih Bi." Jawab Alfa tanpa melirik apa yang di bawakan oleh Bi Tuti.


Bi Tuti yang sudah biasa dengan sikap majikannya itu, langsung melangkah pergi setelah melaksanakan tugasnya. Dan di saat dia baru masuki dapur, dia langsung kaget saat berpapasan dengan Nia dan Rasti yang hendak keluar dari dapur.


"Mau kemana kalian?" Tanya Bi Tuti.


"Aku mau temani Nia ke depan Mba. Dia mau melihat istri Den Alfa." Jawab Bi Rasti.


"Karena kalian mau ke depan, Mba mau minta tolong bawakan air putih." Ujar Bi Tuti.


"Ya sudah biar aku saja yang bawa Mba." Jawab Nia dengan segera.


Nia yang begitu bersemangat ingin mendekati Alfa, segera mengambil segelas air putih dan melangkah pergi bersama Bi Rasti menuju ruang depan. Setelah melihat keberadaan Alfa, Nia mulai bertingkah seperti cacing kepanasan. Dia mulai sibuk merapikan rambutnya dan memasang senyum semanis mungkin.


"Ras,, aku ko grogi banget ya mau ke sana." Ujar Nia yang membuat Bi Rasti langsung tersenyum sambil berujar.


"Santai saja! Kamu kan hanya mau membawakan segelas air. Bukan menghadap calon mertua ataupun calon suamimu." Ujar Bi Rasti yang membuat Nia semakin berkhayal jauh.


Sambil melangkah menuju Alfa, Nia sama sekali tidak melepaskan pandangannya dari wajah tampan Alfa. Sedangkan Bi Rasti yang sedang mengikuti Nia dari belakang, hanya bersikap layaknya seorang pembantu yang akan menjamu majikannya.

__ADS_1


"Den,, ini air putihnya." Ujar Bi Rasti karena Nia sudah seperti patung di samping Alfa yang sedang fokus pada layar ponselnya.


"Taruh saja di situ!" Seru Alfa tanpa menatap Bi Rasti juga Nia yang sudah seperti seekor monyet menatap buah pisang di depan matanya.


Mendengar apa yang di katakan oleh Alfa, Bi Rasti langsung mengambil segelas air putih di tangan Nia dan meletakkannya di atas meja. Kemudian dia pun menarik tangan Nia untuk segera pergi. Tapi belum sempat kakinya melangkah, Nia segera bersuara yang membuat Bi Rasti langsung salah tingkah karena begitu malu terhadap Alfa yang tiba-tiba menatap Nia dengan tatapan yang tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata.


"Mas,, itu hadiah dari saya. Semoga Mas menyukainya." Ujar Nia tanpa ada rasa malu.


Mendengar panggilan Nia terhadap dirinya, Alfa pun segera mengangkat kepalanya dan menatap Nia tanpa bersuara. Dan sikap Alfa itu malah membuat Nia Sakin percaya diri. Karena dia berpikir kalau diamnya Alfa itu karena dia terpana melihat kecantikan juga penampilannya yang sudah dia persiapkan secantik dan sesempurna mungkin.


"Iya,, makasih." Jawab Alfa dan segera memalingkan pandangannya.


Melihat sikap Alfa yang seketika cuek, membuat Bi Rasti jadi semakin salah tingkah atas tindakan Nia. Tapi Nia yang sudah sangat tergila-gila pada sosok tampan di depannya, malah memikirkan cara yang begitu rendah sebagai seorang wanita.


"Aaaaw..." Teriak Nia yang berpura-pura tersandung dan terjatuh tepat di atas pangkuan Alfa.


"Nia... Ayo bangun..!" Seru Bi Rasti yang begitu malu atas tindakan Nia, sambil buru-buru menarik tangan Nia untuk berdiri dari pangkuan Alfa.


"Kalau jalan hati-hati!" Ujar Alfa sambil memperbaiki posisi duduknya.


Mendengar jawaban Alfa, Nia langsung tersipu malu sambil melirik Alfa yang sama sekali tidak perduli padanya. Dia semakin berbunga-bunga dengan kata-kata Alfa barusan. Tapi tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang yang membuat Nia, Bi Rasti, juga Alfa langsung menatap ke arah suara yang ternyata itu adalah suara Shelina.


"Bi,, Nona ini siapa? Apa ini kerabat Bibi yang mau nginap di sini?" Tanya Shelina dengan ekspresi wajah yang sangat tidak bersahabat.


__ADS_1


"Iya Non. Ini kerabat saya, namanya Nia." Jawab Bi Rasti yang begitu gugup melihat keberadaan Shelina di belakangnya.


"Nia,, ini Non Sheli. Istri Den Alfa." Ujar Bi Rasti memperkenalkan Shelina kepada Nia yang sudah terdiam dengan tatapan kaget bercampur bingung ke arah Shelina.


"Malam Non. Apa kabar?" Sapa Nia yang seketika salah tingkah melihat wanita cantik di depannya.


"Baik. Semoga anda bisa menikmati malam di rumah saya dengan baik." Jawab Shelina dengan tampang yang terlihat begitu aneh.


Tanpa menunggu lama Bi Rasti segera menarik tangan Nia, dan melangkah pergi menuju dapur. Nia yang tadinya terlihat begitu bersemangat, seketika lemas setelah melihat betapa sempurnanya, istri dari laki-laki yang sudah menguasai pikirannya dalam waktu sesaat.


"Mas,, apa besok aku bisa ke kantor bersama kamu?" Tanya Shelina sambil menatap Alfa yang juga sedang menatapnya.


"Boleh saja kalau keadaanmu sudah lebih baik. Tapi kalau kamu masih kurang sehat, kamu tidak boleh ke mana-mana." Jawab Alfa.


"Aku tu bosan setiap hari terkurung di dalam kamar. Biar ngga ngapa-ngapain, tapi aku tetap ingin ikut sama kamu ke kantor. Biar aku bisa lihat apa yang bisa aku kerjakan di sana." Ujar Shelina.


"Ya sudah kalau itu yang kamu mau. Tapi minum dulu minuman ini biar tidak masuk angin!" Seru Alfa


"Mas,, apa kamu senang kalau di dekati wanita seperti tadi? Aku lihat kamu ko tenang banget?" Tanya Shelina yang membuat Alfa langsung menatapnya bingung.


"Maksud kamu apa bertanya seperti itu? Cemburu itu wajar, tapi jangan memfitnah seperti itu. Saya bukan laki-laki yang tidak punya harga diri. Yang mudah tergoda saat di dekati wanita." Jawab Alfa santai.


"Kalau kamu bukan laki-laki yang mudah tergoda, mengapa kamu terlihat begitu tenang saat dia berada di atas pangkuan mu?" Tanya Shelina dengan tampang datarnya.


"Sudahlah Shelina! Dalam keluarga saya mengajarkan saya untuk hidup hanya dengan satu wanita seumur hidup." Jawaban Alfa yang membuat Shelina langsung terdiam saribu bahasa.

__ADS_1


Pembicaraan Alfa dan Shelina ternyata di dengar oleh Nia, yang sedang menguping dari balik dinding. Rasa penasaran terhadap Alfa membuat Nia diam-diam menguping pembicaraan, sepasang suami istri pemilik rumah mewah itu tanpa di ketahui Bi Tuti, juga Bi Rasti yang sedang berada di dapur.


__ADS_2