
"Lo kok lama banget si" kata rehan yg kesal karena sudah menunggu lama
" Maaf kak tadi ada orang tua runia kesini jadi gue cari alasan biar orang tua runia ga khawatir
" kata Wila
" Ya udah naik cepet" kata rehan
Saat di perjalanan tidak ada suara diantara mereka,
Mereka terlalu sibuk memikirkan dimana keberadaan runia malam seperti ini belum pulang runia
" Sekolah ?" Kata wila
" Iya kata Lo kan terakhir dia ketemu gue di sekolah bisa jadi dia di sini" kata rehan
" Terus masuknya gimna kan di kunci" kata Wila
" Gue kan ketua osis jadi megang kunci" kata rehan sambil membuka gerbang
" Kita cari di mana kak" kata Wila
" Cari di ujung lorong sana, soalnya gue terakhir ketemu sama dia sanaa" kata rehan sambil berlari
Saat mereka sedang mencari runia wila seperti melihat barang milik runia
" Kak ini gelang runia" kataa wila
" Lo yakin kalo itu emang bener gelang runia, berati dia dalam bahaya" kata rehan sambil berlari ke segala arah hingga beberapa kali rehan terjatuh namun rehan tidak memperdulikan rasa sakitnya sekarang yg ada d pikirannya hanyalah dimana runia sekarang
" Kak gimna udh ketemu, udah lebih dari sejam kita ga ketemu runia di mana" kata Wila sambil duduk mengelap keringatnya
" sepertinya ada yg belum di cek mmmm...1 ruangan belum kita cari...... gudang " kata rehan sambil berlari
__ADS_1
" Kak pintunya ga bisa di buka di kunci" kata wila sambil berusaha membuka pintu gudang
"Lo minggir biar gue dobrak" kata rehan sambil mendobrak pintu gudang
Akhirnya pintu gudang terbuka
" Runia "kata rehan sambil berlari ke arah runia yg sudah banyak darah yg membanjiri baju putihnya dan mengendong runia
" Ya ampun runia Lo kenapa" kata Wila yg panik melihat banyaknya darah yg ada di kepala runia
"Telpon telpon ambulan" kata rehan sambil memegang kepala runia
"akhirnya ada yg menyelamatkan dia.......lo pasti kuat"kata seseorang sambil tersenyum manis
Dirumah sakit
"😭😭😭 Runia Lo kenapa bisa gini gimna gue ngasih tau ke orang tua Lo" kata Wila sambil menangis
Rehan hanya terdiam sambil melihat kedua tangannya berlumuran darah runia
" Saya dok gimna keadaan runia" kata rehan
" Pasien banyak sekali mengeluarkan darah sehingga dia mengalami koma" kata dokter
" Apa kah runia akan sadar dokter Rina" kta wila yg menyebut nama dokter yg ia lihat dari name tag
" Saya tidak tau karena nafasnya Sangat lemah sekali" kata dokter Rina sambil pergi
"kak gimna ngasih tau keorang tua runia gue ga tega" kata wila yg sangat ngantuk karena pukul sudah menunjukkan jam 2 dini hari
" Bagaimana pun orang tua runia harus dikasi tau wil ga mungkin disembunyiin nanti bakal ketahuan juga" kata rehan yg masih setia berdiri didepan pintu kamar rumah sakit runia
" terus ngasih taunya gimna kan runia tinggal didesa yg sangat jauh dari kata modern orang tuanya mana ada hp kak" kata wila yg kebingungan
__ADS_1
" ya udah klo besok runia blm sadar gue kesana buat ngasih tau tapi kalo runia udah sadar kita langsung aja anterin runia kerumahnya kalo udah dibolehin pulang sama dokternya" kata rehan
pagi harinya
" gimna dok keadaan runia" kata wila
" keadaannya sudah lebih baik" kata bu dokter
" apakah pasien boleh pulang dok" kata rehan
" belum bisa pasien baru bisa pulang 2 atau 3 hari lagi baiklah saya permisi dulu" kata bu dokter
" ya udah gue ke rumah runia dulu lo jaga runia tetep duduk di sampingnya, takutnya nanti dia sadar" kata rehan sambil mengambil kunci motornya
" run bangun run jangan buat gue takut, kenapa lo bisa kaya gini" kata wila sambil menangis
saat wila sedang menangis tangan runia bergerak
"air air air" kata runia yg lemas
" run lo dah bangun air oke gue ambil dulu" kaya wila sambil menuangkan air
" gue ada di mana wil" kata runia sambil memegang kepalanya yg terasa sangat sakit
" lo di rumah sakit kenpa lo bisa gini run cerita sama gue" kata wila
belum sempat runia menjawab orang tua runia sudah sampai
" kamu kenapa ndok kok bisa gini" kata bu asih sambil menangis melihat keadaan runia
" aku gpp kok bu" kata runia tanpa menjawab pertanyaan dari ibunya kenapa ia bisa seperti ini
" sudah bu jangan ditanyaain dulu runia masih sakit" kata pak joko sambil mengelus kepala anaknya yg diperbaan
__ADS_1
......terimakasih temen temen yg udah mau baca cerita aku jangan lupa dikomen dan vote......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...