JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 104. Kejadian Tak Terduga.


__ADS_3

Pagi itu tepat pukul 8:30, Shelina yang baru saja di periksa oleh Dr Arnol memutuskan untuk beristirahat, sambil membaca sebuah majalah yang dia minta dari seorang Suster. Keceriaan di wajahnya begitu terpancar menandakan dia sangat bahagia. Namun tidak berapa lama, tiba-tiba Shelina pun mematung dengan kening berkerut. Pertanda kalau dia melihat sesuatu yang tidak menyenangkan.


'Apa maksud semua ini?' Batin Shelina.


Shelina begitu terpukul saat tidak sengaja melihat gambar Alfa bersama Melisa, di sertakan berita yang tidak menyenangkan di dalam majalah tersebut.



#Cinta Lama Bersemi Kembali#


""Perpisahan dalam waktu yang lama, tidak membuat kedua orang ternama ini melupakan masa-masa indah mereka bersama berapa tahun yang lalu. Pertemuan mereka pagi tadi sangat berkesan yang berhasil di abadikan seorang wartawan.


""Melisa yang saat ini menjadi seorang model ternama, sangat bahagia bisa dekat dengan pria tampan yang pernah mengisi hari-harinya dulu. Walaupun dia sudah berstatus janda beranak satu, namun dia tidak merasa malu untuk kembali dekat dengan Alfa Permana. Bukan hanya itu saja, Melisa juga dengan secara spontan menjawab pertanyaan seorang wartawan, saat menanyakan tentang Ayah biologis anaknya yang sudah berusia 4 tahun.


"Melisa,, kalau boleh tahu siapa Ayah dari putramu? Apakah itu anak dari hasil pernikahanmu?" Pertanyaan wartawan.


"Tentu saja bukan."


"Berarti itu anak siapa?" Tanya wartawan yang semakin penasaran di buat Melisa.


"Yang pastinya bukan anak hasil adopsi. Dia anak yang saya lahir kan sebulan sebelum menikah dengan mantan suami saya. Kalian bisa cari tahu sendiri siapa pria yang menjalin hubungan dengan saya sebelum saya menikah." Jawaban Melisa yang membuat dada Shelina seketika terasa begitu sesak*.


***************


Membaca isi artikel yang menjadi berita utama dalam majalah tersebut, hati Shelina begitu perih bagai tercabik-cabik. Apalagi berita itu sudah tersebar luas, dan pastinya menjadi konsumsi publik yang sangat menghebohkan. Tanpa di sadari, kristal bening pun membendung memenuhi kelopak mata indah Shelina. Dengan tatapan kosong Shelina mulai melangkahkan kaki menuju kamar mandi.

__ADS_1


Saat itu hanya kamar mandi tempat yang di pilih Shelina untuk menumpahkan segala sesak di dadanya. Dia tidak sanggup keadaannya di ketahui oleh orang lain. Sakit hati atas apa yang baru saja dia lihat, membuat Shelina begitu sulit untuk bernafas. Dia hanya bersandar pada dinding dengan bercucuran air mata.


Setelah beberapa menit berada di dalam kamar mandi, Shelina pun di buat kaget dengan panggilan masuk di ponselnya. Melihat nama yang muncul pada layar ponselnya, dia langsung buru-buru menjawabnya.


("Halo.. Shelina apa kabarmu?" Suara tanya seseorang yang tidak asing lagi untuk Shelina.)


("Lis,, kamu di mana? Hiks,,,hiks,,,hiks." Tanya balik Shelina dengan suara tangis yang tidak tertahankan.)


("Aku sekarang sudah kampung Shel. Kamu kenapa?" Tanya Kalista teman kerja Shelina waktu di kafe.)


("Aku lagi dalam masalah. Aku ingin bertemu denganmu." Jawab Shelina dengan nada suara bergetar pengaruh menangis.)


("Kalau kamu mau, kamu bisa ke kampung aku. Nanti aku jemput di terminal." Ujar Kalista.)


("Kamu bisa beristirahat di sini menenangkan pikiran. Setelah itu baru kamu kembali." Tambah Kalista yang membuat Shelina langsung mengambil keputusan.)


Tanpa berpikir panjang Shelina segera mengemasi barang-barangnya dan pergi meninggalkan RS tanpa ada yang tahu. Hanya sepenggal kertas juga majalah yang dia letakan di atas tempat tidurnya. Shelina sadar apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan. Namun dia pun tidak sanggup berdiam diri, menerima kenyataan sepahit itu.


Sampainya di terminal bus menuju luar kota, Shelina mulai kebingungan mencari bus yang akan dia naikin. Tanpa dia sadari, keberadaannya di terminal itu sedang di intai oleh dua laki-laki berpakaian serba hitam. Sialnya lagi, baterai ponselnya tiba-tiba mati saat dia hendak menghubungi Kalista.


"Bagaimana aku bisa menghubungi Kalista? Mending aku ke warung itu saja menanyakan bus menuju kampung halaman Kalista. Sekalian aku mengisi daya baterai ponselku." Shelina berkata-kata sambil menatap sebuah warung kecil yang terletak di seberang jalan.


Dengan sangat berhati-hati Shelina melangkah menyebrangi jalan, sambil menenteng tas yang berisi beberapa lembar pakaian. Tapi tiba-tiba dari arah sana datang sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya. Menyadari dirinya dalam bahaya, Shelina langsung buru-buru berlari ingin menghindar. Namun kecepatan mobil itu begitu kencang, yang membuat Shelina tersenggol juga terlempar jatuh terbentur aspal.


"Aaaa..." Suara teriakan Shelina sambil menatap orang yang mengendarai mobil tersebut, sebelum dia kehilangan kesadaran.

__ADS_1


"Tolong... Tolong..." Teriak seorang wanita yang kira-kira berusia 50 tahun, sambil mengangkat kepala Shelina ke pangkuannya.


"Tolong angkat wanita ini... Dia pendarahan tolong..." Teriak wanita itu yang membuat orang-orang berlari menghampirinya.


Tanpa menunggu lama, beberapa orang yang melihat keadaan Shelina dengan cepat melarikan Shelina menuju RS terdekat menggunakan mobil pribadi. Untung saja ada orang berhati mulia seperti wanita pemilik warung itu. Wanita yang pertama berlari membantu Shelina, saat dia tersenggol mobil tepat di depan warung miliknya.


"Dok.. Tolong wanita ini..! Dia korban kecelakaan di terminal bus." Ujar Ibu pemilik warung kepada salah seorang Dr di RS yang mereka datangi.


Ternyata RS terdekat dari terminal adalah RS milik keluarga Permana. Mereka yang membawa Shelina sama sekali tidak tahu siapa sebenarnya wanita yang mereka tolong. Namun tiba-tiba saja ada seorang perawat yang datang dan langsung kaget setelah melihat Shelina.


"Astaga... Bukannya ini Istri Pak Alfa?" Ujar seorang perawat setelah Shelina di letakkan di atas tempat tidur RS, yang siap di dorong menuju ruang UGD.


Mendengar ucapan perawat itu, seisi RS langsung heboh. Terutama Dr Arnol yang di beritahukan seorang perawat setelah Shelina di masukan ke dalam ruang UGD.


"Sus,, apa benar itu Ibu Shelina? Bukannya tadi pagi dia masih di dalam kamar rawatnya?" Tanya Dr Arnol memastikan kepada seorang perawat yang bertugas mengurus semua keperluan Shelina.


"Tadi saya pikir dia lagi di ajak jalan Pak Alfa di taman belakang. Saya juga tidak tahu kapan dia meninggalkan RS." Jawab perawat bernama Lisa.


"Coba aku lihat dulu. Setelah itu baru aku mengabari Pak Alfa juga yang lain." Ujar Dr Arnol dan buru-buru melangkah menuju ruang UGD.


("Halo Pak Alfa,, saya ingin mengabari keadaan istri anda." Ujar Dr Arnol setelah keluar dari ruang UGD.)


("Apa yang terjadi dengan istri saya?" Tanya Alfa dengan nada terdengar panik.)


("Istri anda mengalami kecelakaan di terminal bus menuju luar kota. Dia meninggalkan RS tanpa ada seorangpun yang tahu." Jawab Dr Arnol yang membuat Alfa langsung kaget.)

__ADS_1


("Apa... Bagaimana bisa seperti itu..?" Tanta Alfa sedikit berteriak.)


("Saya juga tidak tahu Pak. Lebih baik Pak Alfa langsung ke sini saja. Soalnya keadaan Ibu Shelina sangat kritis." Ujar Dr Arnol yang membuat Alfa langsung memutuskan sambungan telepon.)


__ADS_2