JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 51. Situasi Yang Sulit.


__ADS_3

Tepat pukul 7 pagi, Shelina yang sudah selesai bersiap-siap langsung berangkat kerja tanpa memberitahukan Alfa, yang masih terlelap di atas tempat tidurnya. Tapi sebelum berangkat, Shelina sudah menyiapkan sarapan Alfa di atas meja tepat di samping tempat tidurnya. Walaupun dia masih sangat kesal dengan sikap Alfa, namun dia tidak bisa mengabaikan tugasnya sebagai seorang wanita di rumah itu. Karena biar bagaimanapun, dia masih menjadi istri Alfa, biarpun status itu hanya ada di dalam sebuah kesepakatan pernikahan mereka.


Shelina melangkah menyusuri jalan dengan wajah yang terlihat sangat bersemangat. Pekerjaan dengan gaji yang tidak seberapa itu, membuat Shelina seperti mendapat harapan baru untuk masa depannya. Dia memilih untuk bekerja dengan tujuan agar tidak membebani Alfa. Walaupun semua itu adalah tanggung jawab Alfa sebagai suaminya.


Sampainya di tempat kerja, Shelina langsung buru-buru masuk karena melihat pintu tempat dia bekerja sudah terbuka. Dia berpikir mungkin dia sudah terlambat. Tapi sampainya di dalam, dia langsung mematung di saat melihat hanya ada seorang laki-laki yang sedang mengepel lantai kafe tersebut. Dengan begitu ramah, laki-laki itu langsung menyapanya setelah menyadari keberadaannya.


"Mba,, kamu ko datang sepagi ini?" Tanya laki-laki itu sambil terus mengerjakan tugasnya.


"Iya Mas,, aku takut terlambat. Apalagi aku kan kariyawan baru." Jawab Shelina dengan sangat sopan.


"Belum ada yang datang selain Mba. Kalau aku memang tinggal di sini. Jadi sebelum ada yang datang, aku harus bersih-bersih." Ujar laki-laki itu.


"Boleh aku bantu Mas? Biar pekerjaannya cepat selesai." Ujar Shelina menawarkan diri.


"Ngga usah Mba! Ini tugasku, biar aku sendiri saja yang mengerjakannya." Jawab laki-laki itu.


"Ngga apa-apa Mas. Aku hanya ingin membantu." Ujar Shelina sambil meraih kain lap yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Makasih lo Mba. Sudah mau membantu aku." Ujar laki-laki itu dengan senyum ramah.


"Ngomong-ngomong siapa nama Mas?" Tanya Shelina sambil membersihkan kaca dengan kain lap yg ada di tangannya.


"Nama aku Erwin Mba. Kalau nama Mba siapa?" Tanya Erwin.

__ADS_1


"Nama aku Sheli. Aku senang bisa berkenalan sama Mas." Jawab Shelina.


"Aku juga sangat senang sekali bisa berkenalan dengan wanita cantik seperti Mba Sheli." Jawab Erwin.


Tidak lama dari situ, datang menejer kafe yang bernama Pak Reno. Shelina yang sama sekali tidak menyadari kedatangan Pak Reno, masih terus membantu Erwin dengan penuh semangat. Melihat Shelina yang begitu rajin bekerja, membuat Pak Reno jadi kagum dengan sosok wanita yang luar biasa cantik itu. Karena Shelina berbeda dengan wanita-wanita cantik pada umumnya. Yang tidak mau mengerjakan sesuatu yang menurut mereka tidak pantas dengan paras yang mereka miliki.


"Sheli,, apa yang kamu lakukan?" Tanya Pak Reno yang sudah berada tepat di belakang Shelina.


"Eeee,, pagi Pak. Aku hanya membantu Mas Erwin Pak." Jawab Shelina dengan penuh hormat kepada atasannya itu.


"Ini bukan pekerjaan kamu." Ujar Pak Reno.


"Iya Pak,, aku juga sudah bilang seperti itu. Tapi Mba Sheli tetap mau mengerjakannya. Katanya biar cepat selesai." Sambung Erwin.


"Makasih Pak. Tapi aku sudah biasa bekerja. Apalagi ini kan pekerjaan wanita." Ujar Shelina yang membuat kedua laki-laki yang ada di hadapannya semakin kagum terhadapnya.


Sikap Shelina yang rajin juga santun, tanpa dia sadari telah membuat menejer kafe itu menaruh simpati terhadapnya. Pak Reno yang berusia sama dengan Alfa, begitu mengagumi sosok Shelina. Apalagi kecantikan Shelina memang selalu membuat para laki-laki yang menatapnya pasti jatuh hati. Di tambah lagi dengan sikapnya yang tidak di miliki semua wanita. Apalagi wanita cantik seperti dia.


"Shel,, di Jakarta kamu tinggal sama orang tua atau saudara?" Tanya Pak Reno setelah Shelina sudah selesai membantu Erwin.


Mendengar pertanyaan menejer kafe itu, Shelina seketika jadi terdiam sambil memikirkan jawaban yang tepat. Ingin sekali dia mengatakan yang sebenarnya. Kalau dia tinggal bersama suaminya, yang berasal dari keluarga yang sangat kaya raya dan di kenal banyak orang. Tapi di sisi lain, dia tidak ingin ada yang tahu kalau istri seorang laki-laki terpandang bekerja di sebuah kafe.


"Aku tinggal dengan saudara Pak." Jawab Shelina berbohong.

__ADS_1


"Ooo,, gitu ya?" Ujar Pak Reno dengan senyum yang tidak bisa di artikan oleh Shelina.


"Kalau kamu mau, kamu bisa tinggal di sini. Soalnya di sini ada kamar buat karyawan yang tidak memiliki tempat tinggal." Ujar Pak Reno dengan harapan Shelina akan menerimanya.


"Ngga usah Pak. Aku tinggal saja sama saudara. Lagian tempat tinggal ku tidak terlalu jauh dari kafe ini." Ujar Shelina menolak secara lembut.


"Kalau gitu kapan-kapan mungkin aku bisa main ke tempat kamu." Ujar Pak Reno yang membuat Shelina seketika panik.


"I,,,iya Pak." Jawab Shelina gugup.


Shelina yang tidak ingin ada yang tahu siapa dia sebenarnya, begitu khawatir kalau sampai Pak Reno benar-benar mau berkunjung ke tempat tinggalnya. Dia tidak bisa membayangkan kalau sampai Pak Reno tahu siapa orang yang tinggal bersamanya.


"Sheli,, kamu kenapa? Kamu ko seperti sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Pak Reno dengan tatapan mencari tahu.


"Aku ngga apa-apa ko Pak. Aku hanya ngga bisa mengajak Bapak untuk saat ini ke tempat tinggal ku. Soalnya Tanteku sangat tidak menyukai orang yang belum dia kenal." Jawab Shelina berbohong.


"Ooo,, begitu ya? Ngga apa-apa kalau memang seperti itu. Nanti kapan-kapan saja. Bila perlu ajak saja Tante mu ke sini! Biar kita bisa saling kenal." Ujar Pak Reno.


"Iya Pak. Tapi aku ngga bisa janji. Soalnya Tante aku lagi kurang sehat." Jawab Shelina berusaha mencari-cari alasan.


"Iya ngga apa-apa. Lain kali saja." Ujar Pak Reno.


Sikap Pak Reno yang terkesan sedikit memaksa, membuat Shelina seketika merasa tertekan. Sebagai seorang wanita, pasti merasa sangat bangga memperkenalkan suaminya yang sempurna seperti Alfa kepada semua orang. Begitupun dengan Shelina. Tapi sayangnya, status Shelina sebagai istri Alfa tidak pantas untuk di ketahui orang lain. Karena keadaannya sangat tidak mendukung bagi Shelina, yang tidak pernah di anggap sebagai seorang istri bagi Alfa.

__ADS_1


__ADS_2