JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 87. Reaksi Shelina.


__ADS_3

Situasi di dalam rumah Faris begitu tegang, setelah mendengar kabar yang menimpa Fara di Amerika. Alfa dan Shelina memilih untuk menginap di rumah besar itu, untuk menemani Aleta yang tidak henti-hentinya menangis, memikirkan keadaan putrinya yang sedang mengandung dan entah berada di mana.


"Ma,, Oma,, sudah jangan menangis lagi!" Ujar Alfa yang sedang duduk bersama Aleta, juga anggota keluarga lainnya di ruang keluarga.


"Fa,, bagaimana Mama ngga nangis mendengar kabar Fara seperti itu?" Jawab Aleta sambil terisak.


"Saya tahu Ma,, tapi menangis sama sekali tidak ada gunanya. Mending kita berdoa meminta pertolongan untuk Fara." Jawaban Alfa yang membuat Mamanya seketika terdiam, dengan mata terpejam menahan kesedihan juga kekhawatirannya.


Melihat keadaan Aleta dan Oma Alira, Shelina yang ikut bersedih memikirkan Fara langsung beranjak menuju dapur. Dia benar-benar tidak tega menyaksikan tangisan dua orang wanita berhati mulia itu. Tapi baru beberapa langkah dia meninggalkan ruang keluarga, Alfa sudah menghampirinya dan membisikkan sesuatu dari arah belakang.


"Apa itu di pakaian kamu?" Tanya Alfa yang membuat Shelina serentak berbalik dan menatapnya bingung.


"Ngga ada apa-apa." Jawab Shelina dengan segera.


"Ngga ada apa-apa bagaimana? Di bagian belakang baju kamu itu ada noda darah." Ujar Alfa sambil memalingkan wajahnya.


"Hmmmm,, syukurlah.." Ujar Shelina yang membuat Alfa langsung menatapnya bingung.


"Mas,, aku ke kamar dulu ya,, aku mau ganti pakaian." Ujar Shelina dan langsung melangkah menuju tangga untuk naik ke lantai atas.

__ADS_1


Setelah Shelina berlalu dari hadapannya, Alfa segera kembali bergabung dengan anggota keluarganya yang sedang menunggu kabar Adiknya. Pikirannya mulai menjelajah tentang maksud ucapan Shelina barusan. Alfa tahu kalau yang ada di pakaian Shelina itu noda darah. Tapi dia benar-benar bingung karena Shelina terlihat sangat lega melihat noda darah itu.


"Alfa,, mulai hari ini kamu harus berhati-hati! Jangan pulang kemalaman seperti yang sering kamu lakukan. Opa takut ada yang mulai berniat jahat sama keluarga kita." Ujar Opa Fahri yang ikut khawatir dengan keselamatan cucu laki-lakinya.


"Jangan terlalu banyak berpikir Opa! Hilangnya Fara belum tentu ada kaitannya dengan klien bisnis kita. Dan dia juga belum tentu hilang ataupun di culik. Mungkin dia berada di suatu tempat dan lupa mengabari Riyan." Jawab Alfa mencoba menenangkan Opanya walaupun dia sendiri juga memikirkan hal yang sama dengan Opanya.


Tepat pukul 8:30 malam, Alfa yang sudah selesai makan siang memilih untuk duduk di teras rumah menunggu kabar tentang adiknya. Sementara yang lain sudah kembali berkumpul di ruang keluarga. Di sana juga ada Shelina yang sedang memeluk Aleta, berusaha menenangkan Mama mertuanya yang terlihat semakin drop, karena kabar yang dia tunggu belum kunjung ada. Tapi tiba-tiba ada suara pesan masuk di ponsel Shelina, yang membuatnya tiba-tiba terlihat panik.


*"Shel,, kamu ko ngga ada kabar?" Isi pesan singkat yang di kirim Reno. Manejer kafe tempat Shelina bekerja waktu itu.


"Ma,, aku ke belakang sebentar ya.." Ujar Shelina dan Aleta hanya mengangguk.


*"Ngga ada apa-apa. Aku hanya kasihan saja sama kamu. Soalnya kata beberapa orang di sini, katanya kamu itu di perlakukan tidak baik sama suami kamu." Balas Pak Reno.


Membaca pesan Reno yang kedua, Shelina seketika terlihat murung. Dia tahu pasti kabar itu di sampaikan oleh beberapa wanita yang tidak suka padanya di kafe itu. Namun kenyataan yang terjadi memang seperti itu menurut Shelina. Jadi dia pun tidak bisa berkomentar banyak tentang semua itu.


*"Itu urusan pribadi aku Pak. Apapun yang mau di katakan orang terserah mereka. Karena aku yang menjalaninya. Kalau memang seperti itu, mungkin sudah lama aku akhiri pernikahan ku." Balas Shelina.


Selesai mengirim pesan terakhir, Shelina pun kembali melangkah menuju ruang keluarga. Namun tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk. Melihat nomor yang tidak di kenali, Shelina pun kaget dan langsung mematung.

__ADS_1


*"Ini aku Alya. Mengapa kamu ngga angkat panggilan telepon aku?" Pesan masuk dari nomor yang barusan menghubungi Shelina.


Belum sempat Shelina berpikir setelah tahu kalau itu Alya, seorang wanita yang sangat membencinya di kafe, panggilan kedua Alya kembali masuk. Melihat panggilan masuk dari Alya, Shelina langsung buru-buru melangkah menuju teras rumah. Dan dia langsung menjawab panggilan masuk dari Alya tepat di hadapan Alfa.


("Ada perlu apa kamu menghubungi aku di jam seperti ini?" Tanya Shelina dengan nada yang terdengar sedikit aneh.)


("Kamu jangan pura-pura bahagia dengan pernikahan palsu yang sedang kamu jalani itu. Apa kamu pikir aku tidak tahu? Kamu itu tidak pernah di anggap sebagai seorang istri sama laki-laki kaya itu. Hahahaha...." Alya yang begitu senang mengejek Shelina langsung tertawa lepas.)


("Aku mau bahagia ataupun tidak itu bukan urusanmu. Aku tidak perduli walaupun tidak di cintai sama suamiku sendiri. Asalkan hidupku tidak melarat. Aku tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupku." Jawab Shelina yang membuat Alya seketika jadi panas.)


("Jadi kamu mau mengejekku..? Buat apa menjadi istri kalau tidak di perlakukan layaknya seorang istri. Kamu pasti sangat kesepian. Karena aku yakin kamu tidak pernah di sentuh sama suamimu." Ujar Alya yang membuat Shelina langsung emosi.)


("Heee,,, perempuan gila... Kamu saja yang berstatus sebagai selingkuhan selalu di tiduri oleh suami orang. Apalagi aku yang sudah di nikahi." Jawab Shelina yang membuat Alfa yang sejak tadi cuek langsung menatapnya serius.)


("Aku yakin,, kamu mengatakan semua itu karena malu kalau di ketahui orang kalau kamu itu wanita kesepian yang haus akan sentuhan seorang laki-laki." Tutur Alya yang tidak mau kalah.)


("Terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi kalau yang kamu katakan itu benar, sekarang aku tidak mungkin bisa hamil. Dan pastinya aku mengandung anak dari laki-laki kaya yang menikahi ku. Karena aku bukan kamu wanita yang suka berganti-ganti pasangan." Ketus Shelina yang membuat Alya langsung kebakaran jenggot.)


("Jaga omongan kamu..! Kalau tidak aku akan membuatmu menyesal. Aku bukan wanita yang suka ganti-ganti pasangan, tapi aku memang di dambakan setiap laki-laki." Jawab Alfa dengan nada yang terdengar keras saking kesalnya.)

__ADS_1


("Buat apa di gemari laki-laki yang berstatus suami orang? Apa kamu yakin setiap suami orang yang mendekatimu itu serius atau hanya menjadikanmu pelampiasan sesaat? Sudah dulu ya,,, aku ngga punya waktu berbicara panjang lebar dengan kamu. Karena suamiku sedang menungguku." Ujar Shelina yang membuat Alfa semakin melotot menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.)


__ADS_2