
Sore itu Shelina terlihat murung di taman menatap jingga, yang sebentar lagi akan berlalu di gantikan malam. Dia duduk sendirian merenungi nasibnya yang tidak pernah terlepas dari masalah yang datang silih berganti. Tapi tiba-tiba langit seketika di tutupi awan hitam, juga gemuruh yang menggelegar memecahkan keheningan di sore itu. Dengan buru-buru, Shelina berlari memasuki rumah karena takut akan suara petir yang menyambar.
Melihat keadaan rumah yang begitu sepi, Shelina pun memilih untuk langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya. Sampainya di dalam kamar, dia terduduk di depan jendela kamar menatap derasnya hujan di luar sana, sambil mengingat kisah kelamnya beberapa tahun yang lalu.
Di saat itu, Shelina kira-kira baru berusia 10 tahun. Dia di kunci di dalam gudang oleh Ibu angkatnya hanya karena terlambat pulang sekolah. Satu hari satu malam Shelina di kurung di dalam gudang tanpa di kasih makan juga minum. Dan kala itu, hujan begitu lebat dan di iringi suara gemuruh yang begitu menyeramkan. Dia hanya bisa menangis karena ketakutan juga kelaparan di dalam gudang yang begitu gelap. Dan itulah yang membuat Shelina selalu merasa takut di saat mendengar suara petir.
Satu jam berlalu, namun Shelina belum juga beranjak dari tempat duduknya. Dia hanya terdiam sambil memeluk kedua kakinya dengan raut wajah yang terlihat begitu lesu. Namun tiba-tiba dia di kagetkan dengan dering ponselnya yang menandakan kalau ada panggilan masuk. Menyadari kalau itu panggilan masuk dari calon Mama mertuanya, dengan segera Shelina pun langsung menjawab telponnya.
("Halo Tante." Sapa Shelina setelah telponnya tersambung.)
("Halo sayang.. Kamu lagi ngapain?" Tanya Aleta yang membuat Shelina bingung.)
("Aku sedang duduk di kamar Tante. Apa Tante butuh sesuatu?" Tanya Shelina.
("Iya,, Tante mau minta bantuan sama kamu." Jawab Aleta.)
("Bantuan apa Tan?" Tanya Shelina bingung.)
("Gini Shel,, malam ini Tante sama Om belum bisa pulang. Soalnya masih ada urusan yang harus Om dan Tante selesaikan. Jadi Tante mau minta kamu untuk ke kantor Alfa. Soalnya dia tu lagi sakit dan ngga bisa pulang. Apalagi di situ katanya lagi hujan lebat." Ujar Aleta.)
("Memangnya Tante sekarang ada di mana?" Tanya Shelina.)
("Tante, Om, Tante Almira, juga Oma dan Opa lagi di Bandung. Kita lagi mempersiapkan keperluan untuk pernikahan kalian di sini. Dan mungkin besok baru kita bisa pulang. Jadi kamu tolong ke kantor Alfa ya sayang! Soalnya ngga ada yang urusin dia di sana." Jelas Aleta yang membuat Shelina jadi serba salah.)
("Tante,, aku takut nanti Mas Alfa marah kalau ke kantornya." Jawab Shelina.)
("Ngga sayang. Tante sudah bilang sama dia kalau kamu nanti yang akan ke sana. Soalnya Bi Tuti lagi kurang enak badan. Sedangkan Bi Ira lagi di rumah Oma." Ujar Aleta menjelaskan.)
("Oo iya Tante. Aku akan segera ke sana sekarang." Jawab Shelina pasrah.)
("Iya sayang, Tante harap ya..! Soalnya Alfa kalau sakit ngga bisa sendiri. Dia tu ngga mau lakuin apa-apa kalau lagi sakit." Ujar Aleta.)
__ADS_1
("Iya Tan." Jawab Shelina dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.)
Dengan hati yang sedikit ragu, Shelina terpaksa melakukan apa yang di minta oleh calon Mama mertuanya. Dia segera bergegas keluar dari dalam kamar, dan menuruni tangga dengan tatapan fokus pada langkah kakinya.
"Non Sheli,, apa Non mau ke kantornya Mas Alfa?" Suara Bi Tuti yang sudah berdiri di bawah tangga sambil menatapnya.
"Ya ampun Bi,, kagetin saja." Jawab Shelina sambil mengusap-usap dadanya.
"Bibi sakit ya?" Tanya Shelina setelah berada di samping Bi Tuti.
"Iya Non,, Bibi tu lagi sakit. Makanya Bibi ngga bisa ke kantor Mas Alfa." Jawab Bi Tuti.
"Bi,, mengapa Mas Alfa ngga pulang saja kalau memang lagi sakit? Kan bisa di jemput supir." Tanya Shelina sambil menatap Bi Tuti sang sedang menyelimuti tubuhnya dengan kain.
"Non,, Mas Alfa tu kalau sakit ngga mau ke mana-mana. Apalagi supirnya ngga ada. Semua supir pribadi sedang ke Bandung." Jawab Bi Tuti yang membuat Shelina seketika terdiam.
"Nanti Non Sheli perginya pakai taksi saja. Bibi sudah pesan taksi ko Non. Dan taksinya sudah menunggu di luar." Tambah Bi Tuti.
Dalam perjalanan menuju kantor Alfa, Shelina semakin menegang memikirkan sikap Alfa yang selalu dingin terhadapnya. Namun apapun yang terjadi dia sama sekali tidak bisa menolak apa yang di inginkan calon Mama mertuanya. Apalagi tidak ada suatu orangpun yang bisa melakukan semua itu selain dia.
"Nona,, sudah sampai." Ujar supir taksi setelah berhenti tepat di depan gedung yang menjulang tinggi.
"O iya Pak." Jawab Shelina dan segera buru-buru keluar dari dalam taksi.
Tanpa menunggu lama Shelina langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya, dan segera menghubungi Alfa.
("Halo Mas." Suara Shelina setelah telponnya tersambung.)
("Ini siapa?" Tanya Alfa dengan suara yang terdengar sangat aneh.)
("Aku Shelina." Jawab Shelina sedikit gugup.)
__ADS_1
("Ada apa..?" Tanya Alfa.)
("Aku sudah di kantor kamu." Jawab Shelina)
("Buat apa kamu ke sini..?" Tanya Alfa.)
("Aku di suruh sama Tante Aleta buat ke sini. Dan sekarang aku sudah di depan kantor kamu." Jawab Shelina.)
("Buat apa kamu ke sini kalau hanya berdiri di situ?" Tanya Alfa yang membuat Shelina jadi bingung.)
Dengan tampang kebingungan Shelina mengangkat mukanya menatap ke sana kemari mencari keberadaan Alfa. Namun dia sama sekali tidak melihat siapapun di atas sana. Dan itu membuatnya semaki bingung. Karena dia tidak tahu bagaimana caranya untuk masuk ke dalam kantor Alfa.
("Ayo naik! Kalau ngga mau naik, kamu pulang saja!" Ujar Alfa yang membuat Shelina kaget.)
("Aku ngga tahu bagaimana masuk ke dalam Mas." Jawab Shelina.)
("He wanita bodoh.. Di situ kan ada sekuriti, minta bantu saja sama dia." Jawab Alfa dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.)
Dengan pakaian yang sudah sedikit basah karena guyuran hujan, Shelina buru-buru melangkah menuju pos satpam yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Malam Pak." Sapa Shelina.
"Malam Nona.. Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang laki-laki yang mengenakan pakaian sekuriti.
"Saya mau ke ruangannya Mas Alfa. Tapi saya ngga tahu bagaimana masuk ke ruangannya." Jawab Shelina.
"Apa sebelumnya sudah ada janji Nona?" Tanya laki-laki berpakaian sekuriti itu.
"Saya ke sini karena di minta sama orang tua Mas Alfa. Soalnya Mas Alfa tu lagi sakit. Jadi dia ngga bisa pulang." Jawab Shelina.
"Masuk saja Nona! Nanti di dalam ada lift. Baik saja ke ruangan Pak Alfa menggunakan lift. Ruangannya ada di lantai 5." Ujar sekuriti itu.
__ADS_1
"Oo iya,, makasih ya Pak.." Jawab Shelina dan langsung melangkah menuju pintu masuk kantor Alfa.