
Alfa yang sempat salah tingkah dengan kelakuannya tadi saat mengambil gambar dengan Shelina, kini sudah terlihat santai mengelilingi lahan kosong di samping villa miliknya beserta rombongannya. Saat itu Shelina memilih untuk tetap di villa bersama Ibu Lilis juga suaminya. Dia merasa tidak ada gunanya mengikuti Alfa yang sedang sibuk dengan urusan bisnisnya.
"Non,, mau Ibu siapkan makanan? Ibu lihat, sejak tadi Non belum makan." Ujar Ibu Lilis saat Shelina memasuki dapur dengan pakaian yang sudah di ganti.
"Aku memang mau makan. Tapi nanti biar aku ambil sendiri saja Bu." Jawab Shelina sambil meraih piring juga sendok, yang tertata rapi di dalam lemari piring.
Shelina yang masih memikirkan kelakuan Alfa tadi, hanya terdiam menghadap makanan yang sudah ada di depannya. Melihat sikapnya yang aneh, Ibu Lilis pun langsung memilih untuk bertanya.
"Non,, kenapa ngga makan? Pamali kalau melamun di depan makanan." Suara Ibu Lilis yang seketika membuat Shelina kaget.
"Aku,, aku hanya lagi menikmati pemandangan di luar sana. Bagus ya Bu pemandangan di sore hari seperti ini?" Jawaban Shelina yang membuat Ibu Lilis langsung bergumam di dalam hatinya.
"Perasaan Non Sheli ngga menatap ke arah luar. Apa dia ada masalah sama Den Alfa?"
Sebagai seorang wanita, Ibu Lilis sudah mulai curiga dengan apa yang sedang terjadi sama Shelina. Apalagi selama berada di villa, Ibu Lilis melihat ada yang aneh dengan hubungan antara kedua majikannya itu. Karena tidak tega melihat Shelina yang begitu tidak bersemangat, Ibu Lilis pun kembali bertanya.
"Non,, kenapa Non ngga ikut sama Den Alfa? Mereka tu lagi lihat-lihat sekeliling villa. Bagus banget pemandangannya Non." Tanya Ibu Lilis sambil memperhatikan ekspresi Shelina.
"Tidak ada gunanya juga aku ikut dengannya Bu. Lagian itu kan urusan bisnisnya. Aku lebih baik di sini saja membantu Ibu." Jawab Shelina dan langsung memakan makanan yang sudah dia siapkan sendiri.
"Non,, maaf ya kalau Ibu lancang, tapi Ibu lihat Non dan Den Alfa sepertinya punya masalah." Tutur Ibu Lilis yang membuat Shelina langsung menghentikan makannya.
"Kita tidak punya masalah apapun ko Bu." Jawab Shelina dengan sendu menghiasai wajah cantiknya.
__ADS_1
Selesai makan Shelina pun segera melangkah menuju kamar, karena tidak ada lagi yang bisa dia kerjakan untuk membantu Ibu Lilis. Melihat keadaan Shelina, Ibu Lilis yang tidak memiliki anak langsung mendekati suaminya, dengan tujuan ingin menanyakan masalah yang terjadi antara Alfa dan Shelina.
"Pa,, sebenarnya apa sih yang terjadi antara Den Alfa sama istrinya?" Tanya Ibu Lilis.
"Itu bukan urusan kamu Lis. Ngga usah campuri urusan orang!" Jawab suami Ibu Lilis.
"Tapi aku kasihan banget sama Non Shelina. Dia sepertinya terbebani dengan masalah yang sedang dia hadapi." Tutur Ibu Lilis.
"Mereka berdua tu ngga ada masalah. Tapi keegoisan yang mempersulit mereka." Ujar suami Ibu Lilis yang membuat istrinya semakin penasaran.
"Maksud kamu apa Pa?" Tanya Ibu Lilis dengan tatapan mencari tahu.
Dengan terpaksa Suami Ibu Lilis yang tidak suka banyak bicara seperti Alfa, akhirnya menceritakan semua yang dia tahu tentang hubungan antara Alfa dan Shelina. Karena kalau tidak, Ibu Lilis tidak akan bisa tenang dan akan terus bertanya. Mendengar penjelasan suaminya, Ibu Lilis langsung mematung dengan ekspresi kaget bercampur bingung.
"Astagaaaa.. Ko bisa ya, wanita secantik itu di perlakukan seperti itu? Den Alfa itu nantinya akan menyesal kalau tidak bisa menatap sisi positif dari istrinya. Apalagi istri secantik dan selembut itu." Ibu Lilis berkata-kata tanpa menatap suaminya yang sudah melangkah pergi menuju pintu keluar.
Ibu Lilis yang begitu serius memikirkan rencana untuk membantu Shelina, sama sekali tidak menyadari kedatangan Shelina.
"Bu,, Ibu,, ko melamun si Bu?" Suara Shelina yang mengagetkan Ibu Lilis.
"Ya ampun Non... Bikin Ibu kaget saja." Ujar Ibu Lilis sambil mengusap-usap dadanya dengan mata terbuka lebar saking kagetnya.
"Bu,, malam ini Ibu nginap di sini ya,,! Soalnya aku ngga tahu Mas Alfa akan pulang atau tidak." Ujar Shelina dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
"Maafkan Ibu Non. Bukan Ibu ngga mau. Tapi malam ini ada yang mau berkunjung ke tempat Ibu. Jadi Ibu dan Bapak harus pulang." Jawab Ibu Lilis.
"Ngga usah khawatir Non. Den Alfa pasti pulang. Dia ngga mungkin nginap di tempat nginap para tamunya." Sambung suami Ibu Lilis yang baru saja datang.
Tepat pukul 6:30, Ibu Lilis dan suinya pergi meninggalkan villa. Shelina yang mulai ketakutan melihat cuaca seperti akan turun hujan, langsung buru-buru menutup pintu dan melangkah menuju kamar.
"Ya Tuhan,, semoga ngga ada petir malam ini." Shelina yang mulai panik mendengar rintik hujan mulai turun di luar sana, langsung memeluk guling dan duduk bersandar di kepala ranjang.
"Pak Alfa,, malam ini nginap saja di sini sama kita! Kayaknya sebentar lagi akan turun hujan." Ujar salah satu rekan bisnis Alfa di saat mereka sudah berada di sebuah penginapan, tempat mereka menginap.
"Saya harus pulang. Istri saya sendirian di villa." Jawab Alfa sambil menatap ke arah luar dengan tampang yang terlihat sedikit khawatir.
"Ya sudah,, kalau gitu Pak Alfa langsung pulag saja! Takutnya keburu hujan deras." Sambung yang lainnya.
Tanpa menunggu lama, Alfa pun segera bangkit dari duduknya setelah melihat waktu sudah menunjukkan pukul 8:30 malam. Dia langsung melangkah pergi meninggalkan rombongannya. Baru beberapa langkah Alfa meninggalkan penginapan itu, tiba-tiba hujan deras pun mengguyur di iringi suara gemuruh yang begitu keras.
"Aduuuh,, siapa lagi yang menelpon di saat seperti ini..?" Alfa berujar sambil berlari menuju sebuah pohon besar, saat mendengar ada suara panggilan masuk di ponselnya.
"Halo.."Alfa menjawab dengan segera, saat melihat nama yang ada di layar ponselnya.
"Maaas... Mas Alfa kamu di manaaa..? Aku takuuut Mas. Hiks...hiks...hiks." Terdengar suara teriakan Shelina dan di iringi suara tangisan yang sangat keras.
Tanpa menjawab apa-apa, Alfa langsung berlari di bawah derasnya hujan tanpa mematikan sambungan telponnya. Suara Shelina masih terus terdengar memanggil-manggil nama Alfa dengan tangisan yang semakin kencang. Alfa sama sekali tidak menghiraukan guyuran hujan yang membasahi tubuhnya, karena begitu mengkhawatirkan keadaan Shelina.
__ADS_1
"Maaaas... Mas Alfaaaa... Kamu brengseek... Kamu tidak pernah perduli padaku. Aku tidak ingin hidup bersama laki-laki seperti kamu. Kamu tidak pernah memperlakukan aku seperti seorang istri. Aku tidak pernah mendapatkan hak seorang istri dari kamu. Aku ingin kita segera pisaaah... Hiks...hiks...hiks..."
Mendengar kata-kata Shelina yang terdengar jelas pada ponselnya, raut wajah Alfa tiba-tiba berubah aneh. Matanya yang memerah karena pengaruh minuman yang dia konsumsi sejak tadi, semakin terlihat menakutkan di bawah derasnya hujan yang sudah membasahi sekujur tubuhnya.