
Shelina yang begitu terluka mendengar jawaban Alfa, hanya memalingkan wajahnya menatap ke arah luar melewati kaca mobil yang sedikit terbuka. Sedangkan Alfa yang mulai kacau dengan perasaannya, hanya terdiam dengan tatapan lurus ke depan tanpa menjalankan mobilnya. Karena merasa ada yang aneh, Shelina pun mulai menatap ke arah Alfa kemudian bersuara.
"Mas,, mengapa kamu tidak menjalankan mobilnya? Tadi kan kamu yang bilang tidak mau berlama-lama di sini." Tanya Shelina sambil menatap Alfa dari arah belakang.
"Mengapa kamu duduk di situ? Apa kamu pikir saya ini supir kamu?" Tanya Alfa tanpa berbalik menatap Shelina.
"Memangnya kenapa Mas? Ngga penting juga kan, aku duduk di mana?" Tanya Shelina balik dengan tampang tidak kalah datar.
"Mengapa kamu begitu keras kepala? Kalau kamu tidak mau duduk di sini, saya tidak akan menjalankan mobilnya." Ujar Alfa yang membuat Shelina seketika jadi bingung.
Walaupun merasa bingung juga kesal dengan sikap Alfa yang terkesan memaksa, namun Shelina sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan tepaksa Shelina akhirnya mengikuti apa yang di perintahkan oleh Alfa, setelah menerima pesan masuk dari supir taksi pesanannya tadi, kalau taksinya sedang bermasalah di tengah perjalanan.
"Selama saya di Amerika, apa kamu selalu pulang larut seperti ini?" Tanya Alfa yang sudah melajukan mobilnya melintasi jalan raya.
"Baru malam ini saja. Itu juga karena ada pengusaha sukses yang menjadi idola para wanita, merayakan pesta ulang tahunnya di sana." Jawab Shelina tanpa menatap Alfa, yang juga tidak menatapnya sama sekali.
"Maksud kamu apa berkata seperti itu? Apa kamu cemburu?" Tanya Alfa sambil terus melajukan mobil mewahnya.
"Kalaupun aku cemburu itu hal yang wajar. Tapi tidak ada gunanya juga aku cemburu. Karena di hati kamu sudah ada cinta yang abadi." Jawab Shelina yang membuat Alfa langsung terdiam.
"Kemarin ada yang mencari mu ke rumah. Namanya Melisa. Kata Bi Tuti itu pacar kamu." Tambah Shelina sambil menatap ke arah luar melewati kaca mobil yang sedikit terbuka.
__ADS_1
Mendengar nama yang baru saja di sebutkan oleh Shelina, membuat Alfa semakin terdiam tanpa ekspresi. Dan sikap Alfa itu, malah membuat Shelina tambah yakin kalau wanita bernama Melisa itu adalah wanita yang sangat berarti buat Alfa. Pemikiran itu benar-benar membuat Shelina semakin hancur. Dia berpikir Alfa terdiam karena sedang membayangi sosok Melisa.
Karena tidak ingin semakin sakit mengetahui lebih jauh lagi tentang hubungan Alfa dengan Melisa, Shelina langsung memilih untuk diam dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Dia tidak sanggup mendengar masa lalu laki-laki yang sudah terlanjur dia cintai bersama wanita lain. Sedangkan dia sendiri tidak pernah memiliki kisah cinta di masa lalu. Hanya kepahitan hidup yang dia rasakan tanpa ada akhirnya.
"Apa yang Melisa katakan?" Tanya Alfa dengan tatapan lurus ke depan.
"Yang pastinya dia mencari mu. Aku tidak bertatap muka dengannya. Kalau kamu mau tahu apa yang dia bicarakan, tanyakan saja sama Bi Tuti!" Jawab Shelina sambil terus menatap ke arah luar melewati kaca mobil.
"Tutup jendelanya!" Ujar Alfa sambil melirik ke arah Shelina sesaat.
Tanpa bersuara, Shelina pun menutup kaca mobil namun tidak membuang pandangannya dari arah luar, melewati kaca mobil yang sudah tertutup rapat. Hati Shelina begitu sakit mendengar apa yang di tanyakan Alfa tadi tentang Melisa. Dia sangat yakin, kalau memang ada hubungan antara suaminya dengan wanita bernama Melisa itu. Namun dia berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya, dengan membuang muka dari Alfa yang sedang mengemudi mobil menuju rumah mereka.
"Mas,, lebih baik kamu nginap dulu di rumah Mama dan Papa, sampai mereka datang dari Amerika." Ujar Shelina tanpa menatap Alfa.
"Biar kamu bisa bertemu dengan pacarmu itu. Aku yakin dia pasti akan kembali." Jawab Shelina.
"Mengapa kamu tidak berhenti membahas dia? Saya mau bertemu dia ataupun tidak, itu bukan urusanmu." Ujar Alfa yang semakin melukai hati Shelina.
"Aku tidak bisa berada di posisi ini lebih lama lagi. Aku mau kamu segera mengambil keputusan dalam hal ini. Aku bukan patung yang tidak punya hati...!" Shelina berkata-kata dengan berlinang air mata sambil menatap Alfa dengan tatapan mata yang sangat tajam.
Melihat reaksi Shelina yang seperti orang kerasukan setan, Alfa dengan segera langsung menghentikan mobilnya di tepian jalan. Dia sangat kaget melihat Shelina yang begitu berani bersuara keras di depannya. Karena selama hidup bersama, dia tidak pernah melihat sikap Shelina seperti itu.
__ADS_1
"Apa maksud kamu? Mengapa kamu jadi seperti ini?" Tanya Alfa dengan tatapan serius.
"Mungkin aku bisa terima dan hanya diam menerima sikapmu yang selalu dingin. Tapi aku tidak bisa menjadi orang ketiga dalam hubungan kamu dengan wanita itu." Jawab Shelina sambil memalingkan wajahnya, dengan air mata yang tidak berhenti mengalir.
"Bicara yang jelas! Saya tidak mengerti dengan arah pembicaraanmu." Seru Alfa tanpa melepaskan pandangannya dari arah Shelina.
"Aku ingin kita segera akhiri hubungan ini. Hubungan yang tidak berdasar. Aku juga ingin bahagia. Dan kamu juga pasti ingin bahagia dengan wanita itu." Jawab Shelina dengan suara yang terdengar begitu bergetar.
"Hubungan ini ada batas waktu perjanjiannya. Saya akan melepaskan mu setelah waktunya datang. Dan mengenai Melisa, itu bukan urusanmu." Ujar Alfa sambil menatap lurus ke depan hendak menjalankan mobilnya.
Di saat Alfa mulai menghidupkan kembali mobilnya, Shelina dengan segera langsung membuka pintu mobil dan hendak keluar. Namun Alfa dengan cepat menariknya kasar, sampai Shelina pun tersandar di dada bidangnya. Dan di saat Shelina ingin berontak melepaskan diri, Alfa segera mendekapnya sambil bertanya dengan suara penuh kemarahan.
"Apa-apaan kamu ini..?" Tanya Alfa dengan suara yang terdengar keras.
"Aku mau pergi... Aku tidak ingin di jadikan boneka mainan kamu..." Jawab Shelina tidak kalah keras.
"Siapa juga yang membuatmu sebagai mainan...? Kalau kamu hanyalah mainan bagi saya, sudah saya akhiri hubungan ini..." Ujar Alfa sambil melepaskan Shelina dari dalam dekapannya.
"Semua yang kamu lakukan hanya karena paksaan keluargamu. Aku akan menjelaskan semuanya kepada mereka sekarang juga. Biar hubungan konyol ini bisa di akhiri." Ujar Shelina sambil buru-buru mengambil ponselnya dari dalam tasnya.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Alfa dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Aku ingin memberitahukan semuanya kepada Mama. Biar pernikahan kita bisa di akhiri." Jawab Shelina tanpa menatap Alfa yang sedang memperhatikannya, dengan tampang penuh kemarahan.
Melihat tindakan Shelina, kemarahan Alfa tiba-tiba memuncak. Dan di saat Shelina hampir saja menghubungi nomor Mamanya, Alfa langsung menariknya dan menyandarkannya pada sandaran mobil. Kemudian dia melakukan sesuatu yang membuat jantung Shelina hampir berhenti berdetak saking kagetnya.