JODOH YANG TAK DISANGKA

JODOH YANG TAK DISANGKA
Bab 91. Ramuan Herbal.


__ADS_3

Pagi itu udara terasa begitu dingin, dengan semilir angin yang masih bertiup menanti datangnya mentari. Dengan tubuh tanpa sehelai benangpun, perlahan Shelina membuka mata karena di kagetkan dengan suara alam yang ada di samping tempat tidur. Melihat cahaya yang masuk dari balik gorden jendela kamar, Shelina pun langsung kaget dan buru-buru melepaskan selimut yang masih menutupi tubuhnya. Tapi tiba-tiba matanya langsung terbelalak saat melihat sebelah tangan berada tepat di atas bukit kecil yang di tutupi rerumputan tipis di bawah sana.


Shelina yang begitu kaget langsung bergeser dan menatap ke arah samping, dengan mata terbuka lebar saking kagetnya. Dan di saat melihat Alfa yang masih terlelap di sampingnya, Shelina kembali berbalik membelakangi Alfa sambil bergumam di dalam hatinya.


"Astaga... Mengapa aku bisa melakukan hal itu saat lagi datang bulan? Aduh... Aku ko jorok banget sih?"


Shelina yang mulai mengingat kejadian semalam, begitu malu akan keadaannya. Dia yakin Alfa akan sangat merasa jijik kalau menyadari dirinya yang lagi datang bulan. Tanpa menatap ke arah belakang, Shelina mulai beranjak turun dari tempat tidur. Tapi belum sempat dia kakinya menyentuh lantai, Alfa sudah meraih lengannya sambil berujar.


"Kamu mau kemana?" Tanya Alfa yang membuat Shelina seketika mematung dengan posisi tetap membelakangi Alfa.


"Aku mau ke kamar mandi untuk membersihkan badanku Mas." Jawab Shelina dengan suara terbata-bata saking gugupnya.


"Apa kamu ngga dingin? Ini masih sangat pagi." Ujar Alfa yang belum menyadari keadaannya.


"Mas,, apa semalam kamu mabuk?" Tanya Shelina yang masih penasaran dengan kelakuan Alfa semalam.


"Ngga,, memangnya kenapa?" Tanya Alfa yang membuat Shelina semakin salah tingkah dan langsung berlari menuju kamar mandi dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


"Apa yang terjadi dengannya? Ini kan bukan yang pertama kita melakukannya?" Alfa bertanya-tanya sendirian sambil melepaskan selimut yang masih menutupi sebagian tubuhnya.


Melihat keadaan di bagian bawahnya yang terdapat banyak noda darah, Alfa langsung kaget dan berusaha mengingat apa yang terjadi. Setelah mengingat noda darah yang dia lihat semalam di pakaian Shelina, Alfa baru sadar mengapa Shelina bertingkah aneh seperti tadi.


"Hmmmm,, jorok banget. Apa semalam saya melakukan hal yang seperti biasa saya lakukan?" Alfa yang masih merasa sedikit pusing mencoba mengingat apa saja yang dia lakukan semalam kepada Shelina.

__ADS_1


"Mas,, ayo sana mandi! Aku mau membersihkan tempat tidur." Ujar Shelina yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi tanpa berani menatap Alfa.


"Apa saja yang saya lakukan semalam?" Tanya Alfa yang membuat Shelina semakin gugup di hadapannya.


"Yang seperti biasa kamu lakukan." Jawab Shelina dengan kepala tertunduk.


"Yang biasa bagaimana? Apa saya juga mencium punyamu sebelum melakukan itu?" Pertanyaan Alfa yang membuat wajah Shelina semakin memerah karena malu.


"Kamu mau melakukannya, tapi aku yang ngga mau. Karena aku lagi datang bulan." Jawab Shelina.


"Mengapa kamu bersikap seperti itu? Apa kamu malu? Makanya jadi wanita jangan suka menggoda laki-laki, kalau ngga mau di terkam." Ujar Alfa dan langsung beranjak turun dari tempat tidur, dengan keadaan tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh kekarnya.


"Mas,, kamu ko ngga pakai selimut? Apa kamu ngga malu?" Pertanyaan Shelina yang membuat Alfa langsung tersenyum sinis.


Melihat sikap Alfa yang semakin terbuka dan jujur akan perasaannya, Shelina hanya bisa tersenyum tanpa bersuara. Perubahan Alfa semakin membuat Shelina merasa berarti di dalam hubungan mereka. Tapi situasi yang sedang mereka hadapi, membuat mereka tidak bisa menghabiskan waktu bersama dalam waktu yang lama.


Selesai berpakaian, Shelina pun segera merapikan tempat tidur yang terdapat noda darahnya. Sedangkan Alfa yang sedang membersihkan badannya, tidak henti-hentinya memikirkan kejadian semalam. Pemikiran yang tidak biasa itu benar-benar membuat Alfa jadi bingung pada dirinya sendiri. Karena ini bukan kali pertama dia berhubungan dengan Shelina.


Sejak berada di dalam kamar mandi, bayangan Shelina yang tanpa busana tidak terlepas dari pikiran Alfa. Dan pemikiran itu seketika membuatnya seketika menegang. Karena tidak ingin Shelina mengetahui apa yang sedang dia alami, Alfa memilih untuk berlama-lama di dalam kamar mandi.


"Apa sebenarnya yang terjadi dengan saya? Sebelumnya saya tidak seperti ini. Mengapa pikiran saya malah liar seperti ini?" Alfa yang merasa sedikit aneh dengan pikirannya, mulai kebingun dan bertanya-tanya sendirian di depan cermin besar yang ada di dalam kamar mandi.


Selesai merapikan tempat tidur dan setiap sudut kamar, Shelina tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan Oma Alira yang terlihat sedikit panik memasuki kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

__ADS_1


"Shelina... Kamu tidak apa-apa kan sayang..?" Tanya Oma Alira dan buru-buru menghampiri Shelina.


"Tidak apa-apa ko Oma. Memangnya ada apa?" Tanya Shelina bingung.


"Ngga ada apa-apa sayang. Oma hanya khawatir sama kamu." Jawab Oma Alira sambil menatap Shelina dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Oma ngga perlu khawatir! Aku kan tidak sendirian di kamar ini." Jawab Shelina yang sedang melangkah menuju meja riasnya.


Melihat langkah Shelina yang sedikit aneh, timbul rasa curiga di dalam benak Oma Alira. Kalau Shelina tidak dalam keadaan baik-baik saja. Oma Alira sangat yakin kalau Shelina sedang menahan sakit hanya dengan melihat gerak-gerik Shelina.


"Di mana Alfa?" Tanya Oma Alira karena tidak melihat keberadaan cucunya.


"Mas Alfa lagi mandi Oma. Sejak tadi dia berada di dalam kamar mandi." Jawab Shelina yang membuat Oma Alira seketika terdiam sambil bergumam di dalam hatinya.


"Pasti sudah terjadi sesuatu semalam di dalam kamar ini. Shelina pasti kesakitan karena perbuatan Alfa. Aku harus membawanya ke Dr sebelum terjadi apa-apa. Ini semua karena kecerobohan ku yang menyimpan minuman buatan Bibi di dalam kulkas."


Oma Alira yang menyadari kalau minuman buatan pembantunya hilang dari dalam kulkas, langsung khawatir dengan keadaan Shelina. Karena semalam dia melihat Alfa masuk ke dalam dapur sebelum pulang. Minuman itu memang di siapkan untuk Alfa. Dan semua itu rencana Oma Alira, yang bertujuan ingin membuat Alfa bisa bersatu dengan Shelina, seperti pasangan suami istri pada umumnya. Karena beliau belum tahu kalau Alfa selalu menggarap ladangnya, tanpa pengaruh apapun. Tapi ramuan itu harus dia berikan kepada Alfa nanti, setelah Shelina mengkonsumsi ramuan penambah stamina, yang belum sempat di buat pembantunya.


"Ya sudah,, kalau gitu Oma pergi dulu. Nanti siang kamu temani Oma ke Dr." Ujar Oma Alira dan langsung melangkah pergi meninggalkan Shelina.


Setelah Oma Alira pergi, tidak lama Alfa pun keluar dari dalam kamar mandi, dengan hanya memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya. Melihat penampilan Shelina yang begitu cantik, jantung Alfa semakin berdetak kencang dengan tatapan mata tajam ke arah Shelina.


"Mas,, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Shelina yang sedikit bingung melihat tampang suaminya.

__ADS_1


Penampilan Shelina benar-benar menggoda iman Alfa sebagai seorang laki-laki. Dengan pakaian yang memperlihatkan belahan dada juga bagian pundaknya, dia terlihat semakin menarik. Alfa yang kembali di kuasai hasratnya dalam sekejap, tanpa berkata-kata segera melangkah mendekat ke arah Shelina, dan langsung menciumnya di depan meja rias dengan sangat bergairah.


__ADS_2