
Suasana di dalam ruangan itu begitu teduh tanpa ada suara yang terdengar baik itu dari Alfa maupun Shelina. Sebagai seorang wanita Shelina masih merasa kesal melihat wanita lain, berada di atas pangkuan suaminya walaupun Alfa sudah memberikan penjelasan. Bagi Shelina laki-laki mana yang akan menolak saat ada wanita yang mendekat dengan sendirinya. Sedangkan Alfa yang merasa tidak bersalah dengan kejadian barusan, hanya bersikap santai mengotak-atik layar ponselnya.
Sikap Alfa yang begitu tenang dan acuh tak acuh, semakin membuat Shelina tidak bisa berada lama-lama bersamanya. Dengan wajah yang semakin terlihat datar saking kesalnya, Shelina berdiri dan hendak melangkah tanpa minum minuman jahe hangat, yang sudah di buatkan Bi Tuti untuknya.
"Mau kemana kamu?" Tanya Alfa yang seketika memalingkan wajahnya menatap Shelina yang hendak berlalu di depannya.
"Aku mau ke kamar. Aku ingin beristirahat." Jawab Shelina dan segera melangkah pergi.
"Mengapa kamu ngga meminum minuman ini?" Tanya Alfa yang sudah berdiri dan melangkah mengikuti Shelina dari belakang.
Shelina yang benar-benar cemburu buta terhadap Alfa, semakin tidak bisa mengendalikan rasa sakit hatinya saat itu. Dia melangkah menaiki tangga dengan mata yang sudah sangat memerah menahan gejolak di dalam hatinya. Sedangkan Alfa yang mulai merasa bingung dengan sikap Shelina, mulai kesal karena berpikir Shelina sangat tidak menghargai niat baik orang lain.
"Shelina... Kamu ini apa-apaan sih..? Mengapa kamu tidak mau minum minuman yang sudah di buat Bi Tuti? Kamu jangan seperti ini! Tidak menghargai niat baik orang itu adalah sikap yang sangat tidak terpuji." Tanya Alfa sambil melangkah mengikuti Shelina dari belakang.
"Terus aku harus bagaimana..? Apa aku harus tersenyum dan berpura-pura bahagia melihat kedekatan kamu sama wanita lain..?" Tanya Shelina dengan nada suara bergetar tepat di depan pintu kamarnya.
"Maksud kamu apa..? Apa yang sedang kamu pikirkan..?" Tanya Alfa dengan kening berkerut.
"Aku ini wanita yang punya hati.. Dan kamu juga tahu kalau aku sangat mencintaimu. Apa kamu seperti tadi karena ingin membuatku sakit..?" Teriak Shelina dengan air mata bercucuran membasahi wajah cantiknya.
Alfa yang begitu bingung juga kaget mendengar kata-kata Shelina, hanya terdiam dengan tampang yang tidak bisa di artikan. Alfa sampai tidak tahu harus bagaimana menghadapi situasi saat itu. Dia benar-benar tidak menyangka, sesuatu yang tadinya dia anggap biasa, malah menjadi masalah di antara dia dan Shelina. Dan sikap diamnya itu semakin membuat Shelina terluka, karena berpikir Alfa sama sekali tidak perduli dengan perasaannya.
"Jangan pernah perdulikan aku lagi..!" Ujar Shelina dan langsung berbalik hendak memasuki kamar. Tapi dengan cepat Alfa langsung menariknya dan menciumnya tanpa menyadari keberadaan Nia, yang mengikuti mereka sampai ke lantai atas.
__ADS_1
Alfa yang tidak banyak bicara selalu menunjukkan rasanya melewati sikap. Walaupun dia sendiri tidak tahu bagaimana dia harus menghadapi Shelina, yang semakin hari semakin sensitif dalam berpikir tentangnya. Ciuman Alfa yang tiba-tiba membuat Shelina semakin murka karena merasa rendah, selalu di perlakukan seperti itu. Walaupun apa yang di lakukan Alfa adalah haknya sebagai seorang suami.
"Hentikan... Aku jijik sama kamu... Dasar laki-laki mesum..." Teriak Shelina setelah berhasil mendorong Alfa.
"Apa... Kamu jijik..? Memangnya kamu pikir saya ini laki-laki apa? Apa kamu pikir saya ini laki-laki yang suka gonta-ganti pasangan?" Tanya Alfa yang tidak terima dengan kata-kata Shelina barusan.
"Aku tidak tahu kamu itu laki-laki seperti apa? Karena selama ini kita berdua sama sekali tidak saling mengenal satu sama lain. Tapi aku ingin kamu tahu, aku bukan wanita yang hanya menginginkan sentuhan dari seorang laki-laki. Walaupun hanya kamu satu-satunya laki-laki yang pernah menyentuh dan menghancurkan kehormatan yang sudah aku jaga." Jawab Shelina dengan tatapan tajam ke arah Alfa.
Mendengar pertengkaran antara Alfa dan Shelina, Nia yang masih terus mengintip langsung mengembangkan senyum sinis sambil bergumam di dalam hatinya.
"Ini kesempatan bagus. Ternyata benar hubungan mereka tidak dalam keadaan baik-baik saja. Aku yakin mereka menikah bukan karena cinta. Lebih tepatnya cinta wanita itu hanya bertepuk sebelah tangan. Aduuuh,, kasihan banget."
Nia yang sudah berkhayal jauh, semakin melayang karena mengetahui problem yang terjadi di antara Shelina dan Alfa. Apalagi dia tahu kalau Shelina seperti itu karena merasa cemburu terhadapnya. Dengan begitu bahagia, Nia langsung berbalik hendak turun ke lantai bawah. Tapi tiba-tiba langkahnya tertahan di saat mendengar kata-kata yang terlontar, dari bibir laki-laki berkarisma yang hampir membuatnya gila dalam waktu sesaat.
"Saya juga sangat mencintaimu. Dan saya ingin kamu mau menjadi Ibu dari anak-anak kita nanti." Ujar Alfa sambil menarik Shelina dan mendekapnya penuh kasih sayang.
"Aku sangat mencintaimu. Hanya kamu satu-satunya wanita yang membuatku hampir gila." Bisik Alfa di samping telinga Shelina, dengan kecupan mesra mendarat tepat pundak Shelina.
"Apa kamu sadar? Kamu tidak di bawah pengaruh alkohol kan Mas?" Tanya Shelina dan buru-buru mendorongnya tubuh Alfa.
"Saya selalu sadar dengan apa yang saya ucapkan." Jawab Alfa sambil menatap Shelina tanpa ekspresi.
Melihat sikap juga raut wajah Alfa, Shelina yang langsung buru-buru menghapus air matanya kembali bersikap aneh. Dia tiba-tiba membuang muka dan memasak tampang datarnya. Dan sikapnya itu membuat Alfa jadi bingung.
__ADS_1
"Ada apa lagi?" Tanya Alfa sambil menatap Shelina dari arah samping.
"Mana ada orang mengatakan cinta dengan raut wajah sedatar itu. Jangan-jangan kamu tidak tulus mengatakan semua itu?" Jawab Shelina yang membuat Alfa langsung mencakar rambutnya sendiri.
"Tolonglah,, jangan mempersulit keadaan hanya karena keinginan kamu yang tidak bisa saya lakukan." Pinta Alfa yang sudah mulai pusing menghadapi Shelina yang banyak mau.
"Tapi aku kan hanya butuh bukti ketulusanmu Mas. Apa aku salah? Aku tidak ingin percaya kepada laki-laki begitu saja." Tambah Shelina.
"Kalau kamu tidak percaya kepada saya, mengapa kamu mau mencintai saya? Dan mengapa kamu selalu pasrah melayani hasrat saya setiap kali datang?" Pertanyaan Alfa yang membuat wajah Shelina langsung memerah seketika saking malunya.
"Mas Alfa..." Teriak Shelina sambil memukul-mukul dada bidang Alfa.
"Sudahlah! Saya tidak punya waktu untuk membahas sesuatu yang tidak penting. Ayo kita ke dalam!" Ujar Alfa dengan memegang kedua tangan Shelina.
"Ke dalam mana maksud kamu?" Tanya Shelina pura-pura tidak tahu.
"Ke dalam kamar saya. Mulai sekarang kita harus tidur berdua!" Jawab Alfa yang membuat Shelina langsung tersenyum tanpa bersuara.
"Tapi aku mau membereskan barang-barangku dulu di dalam sana." Ujar Shelina.
"Nanti besok saja! Saya tidak punya waktu untuk menunggumu membereskan barang-barang itu." Ujar Alfa yang membuat Shelina langsung menatapnya dengan tampang kebingungan.
"Memangnya siapa yang suruh untuk menunggu? Mas tidur saja duluan!" Seru Shelina.
__ADS_1
"Sudahlah Shelina! Aku menginginkanmu malam ini. Ayo kita masuk!" Tutur Alfa dan langsung menarik tangan Shelina menuju kamar tidurnya.
#Maaf ya teman-teman... Aku tu lagi kurang sehat sudah beberapa hari ini. Aku harap kalian bisa mengerti keadaanku yang lagi ngidam. Dan aku juga mau kabarin, kalau novel Tunanganku Adalah Orang Yang Telah Menodai. Masih ada kelanjutannya. Insyaallah malam ini akan aku lanjutkan. Kalau novel ini mungkin satu hari satu bab. Kalau aku mampuh, aku berusaha untuk membuat lebih. Jangan lupa beri dukungan sebanyak-banyaknya di novel aku yang menceritakan kisah Bela dan Maik. Karena levelnya tiba-tiba naik. Tapi walaupun levelnya naik, tanpa ada banyak pendukung sama saja.